Mitigasi Iklim 2026, CSR Sambu Group Lindungi Kebun Kelapa Rakyat yang Kini Banyak Dicari

Mitigasi Iklim 2026, CSR Sambu Group Lindungi Kebun Kelapa Rakyat yang Kini Banyak Dicari
Foto: Mitigasi Iklim 2026, CSR Sambu Group Lindungi Kebun Kelapa Rakyat yang Kini Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sambu Group baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet penghargaan pada ajang bergengsi TOP CSR Awards 2026. Apresiasi ini diberikan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan dinilai sukses mengintegrasikan program tanggung jawab sosial dengan strategi bisnis yang mengacu pada standar ISO 26000. Langkah ini merupakan bentuk nyata dukungan Sambu Group terhadap agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Strategi Keberlanjutan dan Pengelolaan Risiko

Corporate Communication Manager Sambu Group, Dwianto Arif, menjelaskan bahwa aspek keberlanjutan telah menjadi pilar utama dalam operasional perusahaan. Strategi ini diambil untuk mengelola risiko bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dalam jangka panjang.

Wilayah operasional Sambu Group yang berpusat di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, memiliki tantangan alam yang cukup unik. Kawasan pesisir dan rawa di daerah tersebut sangat rentan terhadap ancaman abrasi, banjir rob, hingga intrusi air laut yang merusak.

Dampak kerusakan lingkungan di wilayah pesisir Riau :

  • Menurunnya produktivitas lahan perkebunan kelapa milik masyarakat setempat.
  • Terganggunya stabilitas rantai pasok bahan baku perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 50 tahun.
  • Risiko kerusakan infrastruktur di kawasan pemukiman penduduk akibat luapan air laut.
  • Ancaman terhadap kesejahteraan ekonomi petani kelapa yang bergantung pada kondisi lahan.

Berbagai tantangan lingkungan tersebut menjadi dasar bagi Sambu Group untuk merumuskan program mitigasi yang tepat guna dan berdampak luas. Fokus utamanya adalah menjaga ekosistem perkebunan kelapa rakyat agar tetap produktif meski di tengah ancaman perubahan iklim.

Inovasi Tanggul Pesisir untuk Perlindungan Lahan

Sebagai solusi adaptasi perubahan iklim, perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ini membangun infrastruktur tanggul pesisir. Program CSR unggulan ini dirancang secara teknis untuk membentengi lahan perkebunan dari terjangan air laut yang bersifat merusak.

Kehadiran tanggul ini terbukti mampu menekan laju kerusakan lingkungan sekaligus mengamankan komoditas utama masyarakat. Selain itu, pemukiman warga kini jauh lebih aman dari ancaman banjir rob yang kerap terjadi secara periodik.

Manfaat utama pembangunan tanggul bagi masyarakat :

Aspek Manfaat Deskripsi Dampak Positif
Lingkungan Mencegah intrusi air laut dan abrasi di lahan kelapa.
Produktivitas Menjaga kualitas hasil panen petani tetap stabil.
Logistik Berfungsi sebagai akses jalan untuk angkut hasil bumi.
Sosial Memudahkan mobilitas warga antar desa di sekitar pesisir.

Data di atas menunjukkan bahwa pembangunan tanggul memiliki fungsi ganda yang saling melengkapi bagi kehidupan warga. Infrastruktur fisik ini tidak hanya menjadi pelindung alam, tetapi juga penggerak roda ekonomi lokal.

Dengan adanya akses jalan di atas tanggul, biaya logistik untuk pengangkutan hasil panen kelapa dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara perlindungan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi inilah yang membawa Sambu Group meraih predikat tertinggi dalam pengelolaan CSR tahun ini.

Artikel terkait

Rekomendasi