Menkeu Purbaya Berangkat Haji 2026, Siapkan Doa Khusus Ekonomi RI Terbaru!

Menkeu Purbaya Berangkat Haji 2026, Siapkan Doa Khusus Ekonomi RI Terbaru!
Foto: Menkeu Purbaya Berangkat Haji 2026, Siapkan Doa Khusus Ekonomi RI Terbaru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, dijadwalkan untuk berangkat ke Arab Saudi dalam rangka menunaikan ibadah haji pada Kamis, 21 Mei 2026. Persiapan menjelang keberangkatannya ini dilakukan setelah ia dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara pada Senin, 18 Mei 2026.

"Persiapan haji sudah dimulai dua minggu lalu, sudah belajar, tetapi saya masih lupa doa-doanya," ungkap Purbaya kepada para wartawan. Ia berencana bertolak ke Arab Saudi pada 21 Mei 2026, dan akan menjalani ibadah selama sekitar 10 hari, asalkan tidak ada kendala yang menghambat.

Sebelumnya, Purbaya menyatakan akan mengucapkan doa khusus terkait kondisi perekonomian Indonesia saat menjalankan ibadah haji. Ia berharap ekonomi nasional dapat tumbuh lebih cepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

Purbaya juga menilai bahwa fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia masih menunjukkan kinerja positif. Menurutnya, strategi pemerintah tidak hanya fokus pada pengelolaan pengeluaran negara tetapi juga mendorong sektor swasta sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

Perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan pertumbuhan 5,61%. Menurut Purbaya, pertumbuhan tersebut kini tidak hanya bergantung pada pengeluaran pemerintah tetapi juga konsumsi masyarakat. "Belanja masyarakat yang masih menjadi penggerak utama dan kontribusi terbesar pertumbuhan ini membuktikan daya beli masyarakat masih kuat," ujarnya.

Purbaya optimistis bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan berkurang di masa mendatang. Ia menanggapi kritik dari The Economist dengan menyatakan bahwa harusnya pujian diberikan kepada pemerintah atas kinerja ekonomi saat ini.

Pemerintah telah mengupayakan strategi yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan keuangan negara tetapi juga meningkatkan peran sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang mencapai 5,61% tidak hanya didorong belanja pemerintah tetapi juga konsumsi masyarakat.

Purbaya menekankan bahwa konsumsi masyarakat tetap menjadi penggerak utama dengan kontribusi terbesar. "Kekuatan daya beli masyarakat masih cukup bagus, jadi tidak perlu khawatir berlebihan," ungkapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi