Mengintip Kampus Putin dan Pencetak Nobel: 2 Universitas Tertua di St. Petersburg Ini Paling Dicari 2026

Mengintip Kampus Putin dan Pencetak Nobel: 2 Universitas Tertua di St. Petersburg Ini Paling Dicari 2026
Foto: Mengintip Kampus Putin dan Pencetak Nobel: 2 Universitas Tertua di St. Petersburg Ini Paling Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kota Saint Petersburg tidak hanya dikenal sebagai pusat sejarah dan budaya Rusia, tetapi juga menjadi rumah bagi institusi pendidikan tinggi kelas dunia. Selain Moskow, kota terbesar kedua di Rusia ini menawarkan pesona arsitektur megah peninggalan era Kekaisaran Tsar yang berpadu selaras dengan modernitas pendidikan global.

Didirikan oleh Tsar Peter Agung pada tahun 1703, kota yang membelah Sungai Neva ini mendapatkan julukan "Venesia dari Utara" karena keindahan kanal-kanalnya. Kini, Saint Petersburg bertransformasi menjadi museum terbuka raksasa dengan lebih dari 8.000 situs warisan budaya yang dilindungi oleh dunia internasional.

Di balik kemegahan visualnya, kota ini menyimpan kekuatan akademik yang luar biasa melalui keberadaan universitas-universitas tua yang bersejarah. Liputan6.com berkesempatan mengunjungi beberapa kampus ternama, seperti Universitas Pertambangan Saint Petersburg Empress Catherine II dan Universitas Negeri St Petersburg, untuk melihat langsung kualitas pendidikan di sana.

Universitas Pertambangan Catherine II: Pionir Pendidikan Teknik Rusia

Suasana unik akan langsung terasa saat melangkahkan kaki ke dalam area kampus Universitas Pertambangan Saint Petersburg Empress Catherine II. Para mahasiswa di sini diwajibkan mengenakan seragam formal berupa setelan jas wol berkualitas tinggi dengan warna hitam atau biru tua yang sangat gelap.

Seragam ini memiliki desain kerah tegak bergaya militer kuno lengkap dengan tanda pangkat serta simbol palu silang di bagian kerahnya. Aturan ketat penggunaan seragam ini tidak hanya berlaku bagi para mahasiswa, tetapi juga harus dipatuhi oleh seluruh jajaran dosen dan profesor di lingkungan kampus.

Fakta sejarah dan reputasi global universitas ini meliputi:

  • Lembaga pendidikan teknik tinggi pertama yang didirikan di Rusia atas perintah Ratu Catherine II pada tahun 1773.
  • Menjadi salah satu universitas teknik tertua di dunia yang masih beroperasi secara aktif hingga saat ini.
  • Memiliki jaringan kerja sama yang sangat luas dengan berbagai perusahaan global dan universitas di wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
  • Fokus pada pengembangan ilmu sumber daya mineral, mulai dari pertambangan, minyak dan gas, hingga teknologi material dan ekonomi manajemen.

Wakil Rektor Hubungan Internasional, Evgeniy A. Lyubin, mengungkapkan bahwa Rusia selalu terbuka dalam menyambut mahasiswa internasional dari seluruh penjuru dunia. Saat ini, universitas tersebut menampung mahasiswa asing yang berasal dari lebih 70 negara berbeda untuk dididik menjadi ahli di bidangnya.

Meskipun kerja sama dengan institusi di Eropa sedang tidak terlalu aktif, Lyubin menekankan bahwa kolaborasi dengan wilayah Asia Tenggara, China, dan India justru semakin kuat. Hal ini membuktikan komitmen kampus dalam mencetak tenaga profesional yang diakui secara global di sektor sumber daya mineral.

Proses Pendaftaran dan Kualifikasi Akademik

Bagi calon mahasiswa yang berminat menempuh pendidikan di kampus ini, terdapat kualifikasi khusus yang harus dipenuhi terutama di bidang eksakta. Penguasaan mata pelajaran matematika dan fisika menjadi syarat mutlak untuk bisa lolos seleksi masuk di jurusan-jurusan teknik yang ditawarkan.

Proses pendaftaran dimulai dengan menyiapkan dokumen lengkap segera setelah lulus sekolah menengah atas melalui situs resmi Study in Russia. Jika aplikasi telah disetujui, mahasiswa akan menjalani masa pendidikan selama enam tahun untuk mencapai standar keahlian yang ditetapkan pihak universitas.

Fasilitas pendukung pendidikan di kampus ini juga tergolong luar biasa dengan luas kompleks mencapai lebih dari 400.000 meter persegi. Infrastruktur tersebut mencakup tiga pusat akademik di Pulau Vasilyevsky serta tujuh lokasi penelitian lapangan yang tersebar di Wilayah Leningrad hingga Krimea.

Beberapa fasilitas asrama dan biaya hidup di kampus pertambangan ini antara lain:

  • Terdapat delapan gedung asrama dengan fasilitas lengkap seperti kantin, pusat kebugaran, binatu, dan akses internet wifi.
  • Kamar asrama dirancang nyaman untuk dihuni 3 hingga 4 orang, bahkan tersedia unit khusus dengan fasilitas dapur untuk mahasiswa berkeluarga.
  • Biaya tinggal di asrama sangat terjangkau, berkisar antara 2.000 hingga 10.000 Rubel per bulan berkat subsidi pemerintah.

Evgeniy Lyubin menjelaskan bahwa biaya hidup yang murah merupakan hasil dari kolaborasi erat antara pemerintah Rusia dan pihak kampus. Selain anggaran negara, universitas juga aktif mencari pendanaan mandiri dan bekerja sama dengan pihak swasta demi menjaga keterjangkauan biaya pendidikan.

Universitas Negeri St Petersburg: Almamater Para Pemimpin dan Peraih Nobel

Destinasi pendidikan legendaris berikutnya adalah Universitas Negeri St Petersburg (SPbU) yang tampil mencolok dengan bangunan megah berwarna merah dan putih. Arsitektur bergaya abad pertengahan dengan jendela-jendela besar nan kokoh memberikan kesan wibawa yang sangat kuat pada institusi ini.

Di halaman utama kampus, berdiri monumen Count Sergey Uvarov, sosok mantan Menteri Pendidikan Kekaisaran Rusia, yang menyambut setiap pengunjung. Kampus ini memegang rekor sebagai satu-satunya universitas di Rusia yang telah melewati usia tiga abad sejak didirikan pada tahun 1724.

Prestasi dan tokoh-tokoh besar lulusan Universitas Negeri St Petersburg:

  • Menghasilkan sembilan orang pemenang Hadiah Nobel dalam berbagai bidang keilmuan.
  • Almamater dari enam Perdana Menteri Rusia dan dua Presiden Rusia, termasuk Vladimir Putin dan Dmitri Medvedev.
  • Tempat belajar tokoh ilmuwan dunia seperti Dmitri Mendeleev penemu tabel periodik dan fisikawan Alexander Popov.
  • Melahirkan sastrawan dan seniman legendaris seperti Ivan Turgenev dan musisi Mikhail Glinka.

Marina Lavrikova, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, menyatakan bahwa universitas ini secara konsisten berada di jajaran peringkat atas universitas terbaik dunia. Sebagai pusat penelitian internasional, kampus ini menjadi magnet bagi ribuan cendekiawan dan tokoh masyarakat berpengaruh selama berabad-abad.

Keunggulan lain dari universitas tertua di Rusia ini adalah fasilitas perpustakaannya yang menyimpan koleksi literatur yang sangat masif. Terdapat sekitar 7 juta koleksi buku dan manuskrip langka dari berbagai belahan dunia, mulai dari teks Slavonik Kuno hingga dokumen sejarah Eropa Barat.

Program Beasiswa dan Pengalaman Mahasiswa Indonesia

Saat ini, terdapat lebih dari 25.000 mahasiswa yang menempuh studi di SPbU, di mana sekitar 4.500 di antaranya merupakan mahasiswa internasional. Pihak universitas menyediakan berbagai skema masuk bagi warga negara asing, termasuk melalui program Olimpiade SPbU yang berada di bawah kuota pemerintah.

Sistem pendidikan di sini dirancang sangat fleksibel dengan struktur kursus modular yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan individu setiap mahasiswa. Selain teori di kelas, mahasiswa juga diwajibkan mengikuti pelatihan kerja praktis (on-the-job training) untuk mengasah keterampilan profesional mereka.

Estimasi biaya dan dana abadi universitas per 1 Januari 2026:

Kategori Data Keterangan Informasi
Nilai Dana Abadi Mencapai 1.917 juta rubel dari 1.000 lebih donatur
Biaya Asrama Sekitar 2.600 rubel atau Rp 600 ribuan per bulan
Biaya Hidup Bulanan Rata-rata berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta
Jumlah Mahasiswa Asing Lebih dari 4.500 orang dari berbagai negara

Dana abadi yang dikelola oleh universitas ini merupakan salah satu yang terbesar di Rusia dan digunakan untuk mendukung pengembangan jangka panjang institusi. Dana tersebut dikumpulkan sejak Juni 2008 melalui kontribusi para staf dan donatur untuk memajukan perekonomian serta masyarakat luas.

I Komang Arya Siwanata, salah satu mahasiswa asal Indonesia yang mengambil jurusan Hubungan Internasional, membagikan pengalamannya belajar di sana. Ia mengaku sangat bangga bisa berkuliah di institusi bergengsi tersebut dan merasa sangat aman selama tinggal di Saint Petersburg.

Menurut Komang, kunci utama untuk bisa merasakan pendidikan berkualitas dengan biaya murah adalah dengan aktif mencari informasi beasiswa di internet. Melalui program beasiswa pemerintah, ia bisa mendapatkan biaya pendidikan dan biaya hidup yang jauh lebih terjangkau dibandingkan belajar di negara lain.

Artikel terkait

Rekomendasi