Musikal Senja Teduh Pelita: Hidupkan 20 Lagu Hits Maliq & D'Essentials yang Paling Dicari 2026

Musikal Senja Teduh Pelita: Hidupkan 20 Lagu Hits Maliq & D'Essentials yang Paling Dicari 2026
Foto: Musikal Senja Teduh Pelita: Hidupkan 20 Lagu Hits Maliq & D'Essentials yang Paling Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Grup musik Maliq & D'Essentials identik dengan lagu-lagu romantis yang menemani perjalanan cinta banyak orang. Namun, di tangan Nuya Susantono dari Jakarta Movin, karya-karya legendaris tersebut bertransformasi menjadi sebuah pertunjukan teater bertajuk Musikal Senja Teduh Pelita.

Nuya, yang berperan sebagai sutradara sekaligus produser, melihat makna yang jauh lebih mendalam di balik lirik puitis band yang eksis sejak 2002 tersebut. Ia menginterpretasikan 20 lagu pilihan menjadi sebuah narasi besar yang menyentuh isu-isu global, mulai dari konflik geopolitik hingga keberlanjutan lingkungan.

Proses kreatif proyek ambisius ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2023. Nuya pertama kali mendiskusikan gagasan ini dengan vokalis Maliq & D'Essentials, Angga Puradiredja, meskipun saat itu konsepnya masih dalam tahap awal.

Rencana tersebut baru benar-benar digarap secara intensif pada tahun 2025 setelah Nuya berdiskusi lebih lanjut dengan Widi Puradiredja. Selama beberapa bulan, ia berusaha merangkai berbagai lagu menjadi satu kesatuan cerita yang utuh dan harmonis.

Menariknya, daftar lagu yang ditampilkan tidak hanya berisi deretan hit populer saja. Terdapat beberapa lagu yang jarang dibawakan secara langsung oleh band aslinya, salah satunya adalah lagu berjudul "Sayap".

Angga Puradiredja sendiri mengakui bahwa lagu "Sayap" yang dirilis pada tahun 2017 tersebut baru pernah mereka bawakan satu kali di atas panggung. Kehadiran lagu-lagu "rare" ini memberikan sentuhan spesial bagi para penggemar setia yang menonton pertunjukan tersebut.

Konsep Masa Depan dan Isu Kemanusiaan

Musikal Senja Teduh Pelita mengusung konsep fiksi ilmiah (sci-fi) futuristik yang penuh dengan emosi. Cerita ini menyoroti tentang harapan, keberanian, dan perjuangan generasi muda di tengah dunia yang sedang berada di ambang kehancuran.

Berbeda dengan imej lagu-lagu Maliq & D'Essentials yang biasanya lekat dengan dunia orang dewasa, pertunjukan ini justru menempatkan anak-anak sebagai pemeran utamanya. Nuya menegaskan bahwa meski diperankan anak-anak, esensi ceritanya mencakup seluruh spektrum manusia.

Menurut Nuya, perjalanan yang ditampilkan dalam musikal ini bukan hanya milik satu gender atau kelompok usia tertentu saja. Ia memandang narasi ini sebagai cerita tentang kemanusiaan yang bisa dirasakan oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Kisah ini membawa penonton ke sebuah masa depan yang suram akibat dampak perubahan iklim dan peperangan. Kondisi dunia diceritakan sudah porak-poranda karena pengelolaan energi yang buruk, pandemi yang melanda, hingga pembangunan yang tidak berkelanjutan.

Dalam latar cerita tersebut, populasi manusia menyusut drastis, sementara sumber air bersih dan tanah yang subur menjadi barang langka. Keadaan semakin genting ketika seluruh orang dewasa secara misterius menghilang dari muka bumi.

Dunia yang rusak itu akhirnya diwariskan kepada anak-anak yang harus berjuang bertahan hidup sendiri. Di tengah keputusasaan tersebut, muncul seorang anak bernama Arah yang berupaya mencari jalan keluar demi masa depan generasi mereka.

Arah memimpin kelompok bernama Pasukan Pelita yang terdiri dari sembilan anak dengan keahlian khusus berikut:

  • Arah: Pemimpin perjalanan yang diperankan oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar secara bergantian.
  • Kala: Sang ahli sejarah dunia yang diperankan oleh Xandrea Abigail Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo.
  • Volta: Karakter yang diperankan Sahlendra Syarief ini memiliki keahlian luar biasa di bidang listrik dan mekanika.
  • Lanit: Tokoh yang diperankan oleh Mavisha Reakana ini bertugas sebagai pembaca navigasi bintang.
  • Hara: Diperankan oleh Emily Olivia, karakter ini merupakan seorang ahli dalam bidang tumbuh-tumbuhan atau botani.
  • Palu: Karakter yang diperankan oleh Nayaka Maleakhi ini mahir dalam bidang konstruksi dan bangunan.
  • Raga: Sosok yang diperankan oleh Nadindra Gynta ini memiliki kemampuan sebagai pemanjat yang sangat andal.
  • Binbin: Karakter yang diperankan oleh J. Rizhan ini memiliki kemampuan unik untuk memahami perilaku hewan.
  • Lagu: Diperankan oleh Annabella Farizky, ia memiliki kepekaan tinggi terhadap berbagai suara dan musik.

Setiap anggota Pasukan Pelita memiliki peran krusial dalam misi pencarian harapan baru. Kolaborasi antara keahlian teknis, pemahaman alam, dan kepekaan seni menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan dunia yang hancur.

Eksperimen Karakter dan Respon Positif

Salah satu keunikan dalam musikal ini adalah penggunaan dua aktor dengan gender berbeda untuk karakter utama, yakni Arah dan Kala. Penonton bisa menyaksikan versi laki-laki maupun perempuan yang membawakan peran tersebut dalam jadwal yang berbeda.

Nuya menjelaskan bahwa meski esensi perjalanannya sama, perbedaan gender ini memberikan emosi dan getaran yang unik pada setiap pertunjukan. Hal ini memberikan ruang bagi para pemain untuk mengeksplorasi warna karakter mereka sendiri.

Pendekatan karakter yang tidak biasa ini memang menuntut kerja ekstra dari tim produksi selama masa persiapan. Namun, hasilnya justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pertunjukan ini terasa lebih segar dan inklusif bagi penonton.

Pihak Maliq & D'Essentials menyatakan kekaguman mereka atas interpretasi mendalam yang dilakukan oleh tim Jakarta Movin. Mereka tidak menyangka lagu-lagu ciptaan mereka bisa dikembangkan menjadi naskah yang sangat relevan dengan situasi dunia saat ini.

Vokalis Maliq & D'Essentials, Angga Puradiredja, mengungkapkan bahwa pertunjukan ini menjadi pengingat bagi mereka untuk terus berkarya secara positif. Ia sangat mengapresiasi perspektif baru yang dihadirkan melalui panggung musikal ini.

Antusiasme masyarakat terhadap Musikal Senja Teduh Pelita terbukti sangat luar biasa sejak tiket mulai dijual. Hampir seluruh tiket untuk jadwal awal pada tanggal 3 hingga 5 Juli 2026 telah habis dipesan oleh para penonton.

Menanggapi tingginya permintaan, penyelenggara resmi memperpanjang durasi pertunjukan dengan rincian sebagai berikut:

Kategori Informasi Detail Pertunjukan
Lokasi Acara Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta
Periode Pertunjukan Hingga 12 Juli 2026 (Jadwal Diperpanjang)
Harga Tiket Mulai dari Rp 449.000
Kanal Pembelian Melalui situs web atau aplikasi resmi TIKET.COM
Produksi Jakarta Movin didukung oleh Indonesia Kaya

Penambahan jadwal ini diharapkan bisa memberikan kesempatan bagi penonton yang belum mendapatkan tiket pada periode awal. Penyelenggara menjamin bahwa setiap sesi pertunjukan akan memberikan kualitas pengalaman yang sama maksimalnya.

Visi jangka panjang dari proyek ini adalah mengembangkan Intellectual Property (IP) kreatif yang berbasis dari lagu-lagu Maliq & D'Essentials. Harapannya, karya-karya ini bisa terus tumbuh dan dinikmati oleh lintas generasi dalam berbagai bentuk seni.

Billy Gamaliel selaku Program Manager Indonesia Kaya menyatakan kebanggaannya dalam mendukung proyek kolektif seni ini. Menurutnya, ruang bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya sangat penting bagi keberlanjutan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia.

Dengan keterlibatan talenta-talenta muda yang berbakat, industri seni tanah air diharapkan mampu terus melahirkan karya berkualitas tinggi. Musikal Senja Teduh Pelita menjadi salah satu bukti nyata bahwa musik populer bisa diolah menjadi karya teater yang sarat makna.

Artikel terkait

Rekomendasi