Putri Leonor dari Kerajaan Spanyol kembali menarik perhatian dunia melalui dedikasinya dalam menjalani pendidikan militer. Calon ratu masa depan ini baru saja menuntaskan kursus terjun payung dasar yang menjadi bagian penting dari pelatihan militernya.
Melansir laporan dari Hello Magazine pada Rabu, 3 Juni 2026, putri sulung pasangan Raja Felipe VI dan Ratu Letizia ini tampil gagah dengan jumpsuit kamuflase. Perempuan berusia 20 tahun tersebut juga mengenakan helm merah dengan rambut yang dikepang rapi demi menunjang keselamatan selama latihan.
Putri Leonor bergabung dengan rekan-rekan sekelasnya di Sekolah Terjun Payung Militer Mendez Parada untuk mengikuti instruksi intensif. Selama kursus tersebut, ia bahkan harus melakukan beberapa kali aksi terjun payung pada suasana malam hari yang menantang.
Keberanian di Udara dan Lencana Kehormatan
Melalui unggahan video di akun Instagram resmi keluarga kerajaan Spanyol, terlihat momen ketika Putri Leonor bersiap di pintu pesawat. Ia menunjukkan keberanian luar biasa saat berlari keluar dari kabin pesawat sebelum akhirnya mendarat dengan sempurna di titik yang ditentukan.
Pihak kerajaan memberikan keterangan bahwa Putri Asturias telah berlatih bersama sekitar 50 rekan dari Akademi Umum Udara dan Antariksa (AGA). Ia berhasil melakukan serangkaian terjun payung dalam mode otomatis, termasuk dalam kondisi gelap atau misi malam hari.
Keberhasilan ini menandai berakhirnya Kursus Terjun Payung Dasar yang ia tempuh di Pangkalan Udara Alcantarilla, Murcia. Berkat kerja kerasnya, ia kini berhak menyandang diploma serta lencana bergengsi "Pemburu Terjun Payung" sebagai pelengkap pendidikan militernya.
Aksi heroik calon pemimpin Spanyol ini memicu gelombang pujian dari para netizen di media sosial. Banyak yang merasa kagum karena tidak semua orang memiliki keberanian untuk melompat dari pesawat di ketinggian ribuan kaki.
Pujian dan kekaguman mengalir deras dari masyarakat dunia melalui kolom komentar :
- Seorang penggemar memuji keberaniannya karena Leonor mampu mengatasi tekanan besar sebagai anggota kerajaan sekaligus menjalankan tugas berat tersebut.
- Komentar lain menyoroti bahwa bagi orang lain kegiatan ini mungkin pilihan, namun bagi Leonor ini adalah kewajiban yang dijalankan dengan sangat luar biasa.
- Netizen juga memberikan apresiasi kepada seluruh wanita pemberani yang terlibat dalam pelatihan militer tingkat tinggi tersebut.
Komentar-komentar tersebut mencerminkan dukungan publik terhadap dedikasi Leonor dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin. Meskipun statusnya adalah putri mahkota, ia tidak mendapatkan perlakuan istimewa dalam hal standar kelulusan militer yang ketat.
Mengikuti Jejak Ayah sebagai Pilot Pesawat Tempur
Langkah Leonor di dunia militer ini sebenarnya mengikuti jejak sang ayah, Raja Felipe VI, serta kakeknya, Raja Juan Carlos I. Namun, Leonor mencatatkan sejarah baru sebagai anggota kerajaan pertama yang sukses mendapatkan lencana terjun payung tersebut.
Pelatihan selama dua minggu di Murcia ini merupakan pelengkap dari pendidikan penerbangan yang ia jalani pada tahun ketiga di AGA. Sang ayah, Raja Felipe VI, secara terbuka mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian sang putri pada perayaan Hari Angkatan Bersenjata.
Raja Felipe menyebutkan bahwa dalam waktu dekat, Putri Leonor diproyeksikan akan segera menyelesaikan pelatihannya sebagai pilot pesawat tempur. Sang Raja melihat perkembangan putrinya sebagai hasil dari usaha keras dan keterampilan teknis yang terus diasah selama tiga tahun terakhir.
Raja Felipe VI memberikan sanjungan hangat kepada putrinya dalam sebuah pidato resmi :
- Raja Felipe menegaskan bahwa sebagai ayah dan penguasa, ia sangat bangga melihat Leonor menutup siklus pelatihannya dengan sangat baik.
- Ia juga mengucapkan selamat kepada Leonor yang hanya tinggal menghitung hari untuk menyelesaikan tahun ajarannya di Akademi Udara dan Antariksa.
- Pihak kerajaan merasa sangat bahagia karena mengetahui bahwa Leonor benar-benar menikmati setiap proses pembelajaran di akademi militer.
Pidato tersebut mempertegas dukungan penuh keluarga kerajaan terhadap peran aktif Leonor di militer. Hal ini dianggap penting untuk membangun wibawa calon ratu di mata angkatan bersenjata Spanyol di masa depan.
Rencana Pendidikan Akademik di Universitas
Setelah menyelesaikan tugas militernya dan menikmati liburan musim panas, Leonor akan beralih ke dunia akademik formal. Ia dijadwalkan mulai menempuh studi Ilmu Politik di Universitas Carlos III, Madrid, tepatnya di kampus Getafe.
Lokasi kampus tersebut hanya berjarak sekitar 25 menit berkendara dari kediamannya di Istana Zarzuela. Menurut laporan dari HOLA.com, universitas akan memperlakukan Leonor seperti mahasiswa biasa tanpa keistimewaan protokol yang berlebihan mulai September 2026.
Keputusan untuk mengambil jurusan Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum ini dinilai sangat strategis. Bekal pengetahuan politik dan hukum dipandang krusial bagi Leonor dalam menjalankan fungsi konstitusionalnya sebagai kepala negara kelak.
Berikut adalah ringkasan perjalanan pendidikan dan pencapaian militer Putri Leonor :
| Tahapan Pelatihan | Lokasi / Institusi | Pencapaian Utama |
|---|---|---|
| Pelatihan Dasar Militer | Akademi Militer Zaragoza | Kedisiplinan dan kepemimpinan dasar angkatan darat. |
| Pelatihan Angkatan Laut | Sekolah Militer Marín | Navigasi dan operasi militer laut. |
| Penerbangan Solo | Akademi Udara Umum (AGA) | Perempuan pertama kerajaan yang menerbangkan pesawat militer solo. |
| Terjun Payung | Sekolah Militer Mendez Parada | Mendapatkan diploma dan lencana "Pemburu Terjun Payung". |
| Pendidikan Tinggi | Universitas Carlos III | Studi Ilmu Politik (dimulai September 2026). |
Tabel di atas menunjukkan betapa komprehensifnya persiapan yang dijalani oleh sang putri mahkota. Kombinasi antara kekuatan fisik militer dan kecerdasan akademik menjadi fondasi utama kepemimpinannya di masa depan.
Rekor sebagai Penerbang Solo Pertama
Sebelum meraih lencana terjun payung, Leonor telah mencetak rekor sejarah sebagai perempuan pertama dari Kerajaan Spanyol yang terbang solo. Momen bersejarah ini terjadi di Akademi Udara Umum (AGA) yang berlokasi di San Javier, Murcia.
Situs resmi House of the King merilis dokumentasi saat Leonor mengendalikan pesawat latih Pilatus PC-21 sendirian tanpa instruktur. Pencapaian ini disebut sebagai bukti kematangan mental dan kemampuan teknis yang luar biasa di bidang kedirgantaraan.
Penerbangan solo yang dikenal dengan istilah "pelepasan" tersebut berhasil dilaksanakan dengan aman pada 18 Desember 2025. Leonor membuktikan bahwa dirinya mampu memenuhi standar militer Spanyol yang sangat ketat dalam mengoperasikan alutsista canggih.
Keberhasilan ini dicapai pada bulan keempat masa pelatihannya sebagai perwira di Angkatan Darat Udara dan Luar Angkasa. Rentetan prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Putri Leonor sebagai sosok muda yang inspiratif dan siap memikul tanggung jawab besar takhta Spanyol.