Airbus Uji Coba Pesawat Terbaru Mampu Terbang 22 Jam Nonstop, Ini Spesifikasinya

Airbus Uji Coba Pesawat Terbaru Mampu Terbang 22 Jam Nonstop, Ini Spesifikasinya
Foto: Airbus Uji Coba Pesawat Terbaru Mampu Terbang 22 Jam Nonstop, Ini Spesifikasinya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Airbus baru saja mencatatkan sejarah baru di dunia penerbangan dengan merampungkan uji coba perdana pesawat A350-1000ULR. Armada berbadan lebar ini dirancang secara khusus untuk mampu berada di udara hingga 22 jam tanpa henti.

Penerbangan perdana tersebut dilakukan dari fasilitas utama Airbus yang berlokasi di Toulouse, Prancis bagian selatan. Momen ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian fase pengujian intensif yang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan ke depan.

Dalam pernyataan resminya, Airbus menjelaskan bahwa pesawat tersebut telah dilengkapi dengan instrumen khusus untuk keperluan pemantauan selama terbang. Pesawat tersebut mengudara selama tiga jam 43 menit dan berhasil mencapai ketinggian di atas 41.000 kaki atau sekitar 12.500 meter.

Fokus utama dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan sertifikasi atas sejumlah modifikasi teknis dibandingkan versi A350 sebelumnya. Salah satu perubahan paling signifikan terletak pada penambahan kapasitas tangki bahan bakar yang sangat besar.

Ambisi Qantas Menghubungkan Sydney dan London

Berkat modifikasi tangki bahan bakar tersebut, pesawat berkode ULR (ultra-long range) ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 18.500 kilometer. Keunggulan teknis ini menjadi kunci bagi maskapai asal Australia, Qantas, yang telah memesan sebanyak 12 unit armada tersebut.

Qantas berencana menggunakan pesawat ini untuk melayani rute penerbangan langsung yang menghubungkan Sydney dengan London. Rute prestisius ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan antarbenua secara signifikan bagi para penumpang.

Meskipun uji coba berjalan lancar, jadwal operasional rute ini sempat mengalami pergeseran dari rencana awal maskapai pada tahun 2025. Airbus kini memasang target untuk mengirimkan unit pertama A350-1000ULR kepada Qantas pada April 2027 mendatang.

Kehadiran armada baru ini diprediksi akan mematahkan rekor penerbangan komersial terjauh di dunia yang ada saat ini. Sebagai gambaran, rute terpanjang sekarang masih dipegang oleh maskapai Singapore Airlines.

Perbandingan rute penerbangan terpanjang saat ini dengan rencana rute masa depan:

Aspek Perbandingan Rekor Saat Ini (Singapore Airlines) Target Masa Depan (Qantas A350-1000ULR)
Rute Penerbangan Singapura - New York Sydney - London
Jarak Tempuh Sekitar 15.350 Kilometer Mencapai 18.500 Kilometer
Durasi Perjalanan Lebih dari 18 Jam Hingga 22 Jam

Tabel di atas menunjukkan lonjakan kapasitas teknis yang signifikan pada armada terbaru Airbus dibandingkan dengan standar penerbangan jarak jauh yang ada saat ini. Dengan durasi hingga 22 jam, pesawat ini akan benar-benar menguji kenyamanan dan daya tahan operasional di udara.

Proses pengembangan ini terus dipantau secara ketat mengingat kompleksitas modifikasi yang dilakukan pada struktur pesawat. Kesuksesan proyek ini nantinya akan menjadi standar baru dalam konektivitas global antar kota-kota besar di dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi