Mengenal FTSE Russell, Lembaga Global yang Depak Saham RI di 2026 secara Mengejutkan

Mengenal FTSE Russell, Lembaga Global yang Depak Saham RI di 2026 secara Mengejutkan
Foto: Mengenal FTSE Russell, Lembaga Global yang Depak Saham RI di 2026 secara Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nama FTSE Russell mendadak menjadi sorotan di pasar modal tanah air. Hal ini terjadi setelah lembaga penyusun indeks global tersebut memutuskan untuk menghapus delapan saham asal Indonesia dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) pada periode Juni 2026.

Langkah ini memberikan tekanan tambahan bagi sejumlah emiten dalam negeri. Sebelumnya, beberapa emiten tersebut juga sempat mendapatkan sorotan serupa dari penyedia indeks global ternama lainnya, yaitu MSCI.

Bagi sebagian investor ritel, nama FTSE Russell mungkin terdengar kurang akrab dibandingkan otoritas domestik seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) atau OJK. Padahal, keputusan yang diambil lembaga ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap pergerakan pasar modal.

Keputusan FTSE Russell dapat memengaruhi aliran dana investasi global senilai miliaran dollar AS yang masuk ke Indonesia. Untuk memahaminya lebih lanjut, penting bagi investor untuk mengetahui profil lembaga ini dan peran strategisnya di pasar saham internasional.

Mengenal FTSE Russell dan Perannya bagi Investor Global

FTSE Russell merupakan lembaga penyedia indeks global terkemuka yang beroperasi di bawah naungan London Stock Exchange Group (LSEG). Sebagai penyusun indeks, lembaga ini menjadi rujukan utama bagi berbagai institusi keuangan di seluruh dunia.

Berdasarkan data resmi dari LSEG, indeks yang disusun oleh FTSE Russell digunakan oleh banyak pihak. Mulai dari manajer investasi, dana pensiun, perusahaan asuransi, hingga pengelola Exchange Traded Fund (ETF) menjadikannya sebagai standar acuan investasi.

Salah satu instrumen yang paling berpengaruh adalah FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Indeks ini sangat luas karena mencakup lebih dari 19.000 saham yang tersebar di 49 negara, baik di pasar maju maupun pasar berkembang.

Cakupan GEIS sangat beragam, mulai dari saham dengan kapitalisasi pasar besar (large cap), menengah (mid cap), kecil (small cap), hingga kategori mikro. Hal ini membuatnya menjadi cerminan komprehensif dari kondisi pasar saham global.

Daya tarik utama indeks ini terletak pada dana investasi pasif yang mengikuti komposisinya. Investor global biasanya akan menyesuaikan portofolio mereka secara otomatis berdasarkan perubahan daftar saham yang ada di dalam indeks tersebut.

Mekanisme aliran dana yang dipengaruhi oleh indeks global ini mencakup hal-hal berikut:

  • Pembelian Otomatis: Ketika sebuah saham baru masuk ke dalam daftar indeks, dana investasi pasif akan segera melakukan pembelian saham tersebut.
  • Aksi Jual Terpaksa: Sebaliknya, jika sebuah saham dikeluarkan atau dicoret, manajer dana pasif biasanya diwajibkan untuk menjual kepemilikan mereka atas saham tersebut.
  • Tolok Ukur Global: Bersama dengan MSCI, FTSE menjadi standar acuan (benchmark) yang diikuti oleh dana investasi bernilai miliaran dollar AS di seluruh dunia.

Melalui mekanisme tersebut, keputusan rebalancing atau perubahan anggota indeks dapat memicu arus keluar-masuk modal asing secara masif. Inilah alasan mengapa perubahan komposisi saham di FTSE selalu menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar.

Kriteria Ketat dalam Pemilihan Saham

FTSE Russell tidak sembarangan dalam memilih emiten yang berhak masuk ke dalam indeks mereka. Terdapat seperangkat aturan baku yang sangat ketat untuk memastikan kualitas dan kredibilitas indeks yang mereka kelola.

Berdasarkan pedoman FTSE Global Equity Index Series Ground Rules, ada beberapa indikator utama yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan. Indikator ini mencakup aspek fundamental pasar yang sangat spesifik.

Beberapa faktor penentu yang dievaluasi oleh FTSE Russell antara lain:

Kriteria Utama Penjelasan Singkat
Kapitalisasi Pasar Nilai total perusahaan berdasarkan harga saham yang berlaku di pasar.
Free Float Proporsi atau jumlah saham yang dimiliki publik dan tersedia untuk diperdagangkan.
Likuiditas Tingkat kemudahan saham tersebut untuk diperjualbelikan tanpa memengaruhi harga secara drastis.

Tabel di atas merangkum syarat dasar yang harus dijaga oleh emiten jika ingin tetap bertahan dalam radar investor global. Belakangan ini, faktor free float menjadi poin yang paling sering disorot karena berkaitan erat dengan keterbukaan akses publik terhadap saham perusahaan.

Oleh karena itu, pihak otoritas bursa kini terus memantau kepatuhan emiten terhadap aturan free float tersebut. Hal ini dilakukan demi menjaga kepercayaan pasar internasional dan memastikan saham Indonesia tetap kompetitif di mata penyedia indeks global.

Artikel terkait

Rekomendasi