Memahami 5 Tahap Kesedihan Lewat Lagu NIKI, Relate dengan Kesehatan Mental

Memahami 5 Tahap Kesedihan Lewat Lagu NIKI, Relate dengan Kesehatan Mental
Foto: Ilustrasi Memahami 5 Tahap Kesedihan Lewat Lagu NIKI, Relate dengan Kesehatan Mental.
Ukuran teks

Proses melepaskan sesuatu yang berharga tidak selalu terjadi dalam sekejap mata. Sering kali, seseorang harus melewati perjalanan panjang yang dimulai dari penolakan hingga akhirnya sampai pada titik mengikhlaskan.

Dalam dunia psikologi, tahapan emosional ini dikenal secara luas dengan istilah Five Stages of Grief atau lima tahap kesedihan. Menariknya, transisi perasaan yang naik-turun ini tertuang dengan sangat apik dalam karya-karya musik milik penyanyi internasional asal Indonesia, NIKI.

Penyanyi di bawah naungan 88rising ini memang dikenal piawai merangkai lirik yang jujur dan sangat relevan dengan realita perasaan banyak orang. Meskipun teori lima tahap kesedihan ini awalnya merujuk pada duka akibat kematian, kini konsep tersebut juga digunakan untuk menggambarkan perasaan saat kehilangan hubungan atau menghadapi perpisahan.

Melalui lagu-lagu patah hatinya, NIKI berhasil membedah setiap fase emosi tersebut dengan diksi yang menyentuh hati pendengar. Jika saat ini Anda merasa sedang berada di tengah badai kesedihan, deretan lagu NIKI berikut ini bisa menjadi pelipur lara sekaligus validasi atas apa yang Anda rasakan.

Memahami Tahapan Kesedihan Lewat Diskografi NIKI

Setiap lagu yang ditulis oleh NIKI seolah memiliki nyawanya sendiri untuk menceritakan fase duka yang berbeda. Berikut adalah rangkuman lagu-lagu NIKI yang merepresentasikan setiap tahapan dalam Five Stages of Grief:

Tahapan Kesedihan Judul Lagu NIKI Intisari Emosi
Denial (Penyangkalan) Lose Kebingungan dan belum siap menerima kenyataan hubungan yang memudar.
Anger (Marah) Focus Frustrasi dan rasa kecewa akibat kurangnya perhatian dari pasangan.
Bargaining (Menawar) Backburner Berkompromi dengan rasa sakit demi mempertahankan kehadiran seseorang.
Depression (Depresi) Did You Like Her in The Morning? Kesedihan yang dalam sambil mempertanyakan nilai diri di masa lalu.
Acceptance (Penerimaan) Oceans & Engines Memahami alasan perpisahan dan mulai merelakan dengan lapang dada.

Daftar di atas menunjukkan bagaimana NIKI mampu membungkus teori psikologi yang kompleks menjadi lirik lagu yang mudah dicerna dan menyentuh. Penjelasan lebih mendalam mengenai setiap lagu tersebut dapat Anda simak pada ulasan di bawah ini.

1. Denial (Penyangkalan) dalam Lagu "Lose"

Lagu "Lose" menangkap momen ketika sebuah hubungan sebenarnya sudah mulai kehilangan arah dan ruhnya. Meskipun tidak ada konflik besar yang meledak-ledak, jarak yang tercipta di antara kedua belah pihak sudah sangat terasa nyata.

Ini adalah representasi sempurna dari fase penyangkalan, di mana Anda sadar ada sesuatu yang salah namun tetap memilih untuk abai. Anda merasa kebingungan menghadapi ketidakpastian, seolah-olah masih ada harapan padahal maknanya sudah hilang sama sekali.

2. Anger (Marah) dalam Lagu "Focus"

Saat penyangkalan mulai runtuh, rasa marah biasanya muncul sebagai bentuk luapan emosi atas ketidakadilan yang dirasakan. Dalam lagu "Focus", NIKI menggambarkan perasaan frustrasi yang memuncak karena kebutuhan akan kasih sayang tidak lagi terpenuhi.

Lirik lagu ini menonjolkan kekecewaan yang diungkapkan secara terang-terangan tanpa ada lagi perasaan yang dipendam. Anda mulai menyadari bahwa ada ketidakseimbangan yang besar dalam hubungan tersebut, dan kemarahan menjadi cara untuk memproses rasa sakit itu.

3. Bargaining (Menawar) dalam Lagu "Backburner"

Fase menawar biasanya diwarnai dengan keinginan untuk memperbaiki keadaan bagaimanapun caranya, bahkan jika harus mengorbankan harga diri. Lagu "Backburner" mengisahkan seseorang yang bersedia menjadi pilihan kedua asalkan tetap bisa berada di sisi orang yang dicintai.

Kondisi emosional yang tergambar dalam fase ini mencakup beberapa hal penting:

  • Adanya harapan kecil yang tidak realistis bahwa keadaan akan berubah menjadi lebih baik.
  • Kesediaan untuk berkompromi dengan rasa sakit asalkan orang tersebut tidak benar-benar pergi.
  • Rasa rela untuk tidak diprioritaskan demi mempertahankan secercah koneksi yang tersisa.
  • Proses menawar dengan kenyataan pahit demi menghindari rasa kehilangan yang lebih besar.

Lagu ini secara emosional menunjukkan betapa sulitnya seseorang untuk benar-benar melepaskan saat mereka merasa masih bisa "membayar" harga untuk bertahan. Penjelasan ini menggambarkan betapa menyakitkannya tahap penawaran dalam sebuah hubungan yang tidak sehat.

4. Depression (Depresi) dalam Lagu "Did You Like Her in The Morning?"

Ketika semua upaya menawar gagal, kesedihan yang sunyi dan mendalam biasanya akan mulai menyelimuti diri. Lagu "Did You Like Her in the Morning?" membawa pendengar masuk ke dalam ruang hampa penuh pertanyaan yang membandingkan diri dengan orang lain.

Pada tahap depresi ini, Anda sudah tidak lagi menyangkal keadaan, namun hati masih terasa sangat berat untuk melangkah. Kesedihan yang digambarkan di sini terasa begitu tenang tetapi merasuk, mencerminkan proses internal saat seseorang mencoba memahami luka mereka.

5. Acceptance (Penerimaan) dalam Lagu "Oceans & Engines"

Akhir dari perjalanan panjang kesedihan adalah penerimaan, dan "Oceans & Engines" merupakan lagu yang melambangkan titik balik ini. Secara emosional, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang akhirnya benar-benar memahami mengapa perpisahan itu harus terjadi.

Tidak ada lagi harapan kosong atau penyangkalan, yang tersisa hanyalah kesediaan untuk membiarkan masa lalu tetap menjadi masa lalu. Fase ini adalah momen di mana seseorang bisa melepas kepergian pasangannya dengan lapang dada dan perasaan yang jauh lebih tenang.

Bersama lagu-lagu dari NIKI, Anda seolah memiliki teman bicara yang memahami setiap jengkal rasa sakit selama proses berduka. Meskipun perjalanan menuju ikhlas itu panjang dan berliku, mendengarkan lagu-lagu ini dapat membantu Anda memvalidasi perasaan sendiri.

Ingatlah bahwa setiap emosi yang Anda rasakan adalah valid dan perlu diakui keberadaannya agar bisa sembuh. Perlahan tapi pasti, Anda akan menemukan waktu yang tepat untuk benar-benar berdamai dengan kenyataan dan memulai babak baru yang lebih tenang.

Artikel terkait

Rekomendasi