Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham SIMP, Intip Pergerakan Emiten Sawit Grup Salim Terbaru 2026

Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham SIMP, Intip Pergerakan Emiten Sawit Grup Salim Terbaru 2026
Foto: Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham SIMP, Intip Pergerakan Emiten Sawit Grup Salim Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Investor ternama Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali menjadi perbincangan hangat di pasar modal setelah meningkatkan kepemilikannya di sektor perkebunan. Pria yang kerap dijuluki sebagai Warren Buffett-nya Indonesia ini baru saja mempertebal portofolionya pada salah satu emiten kelapa sawit besar.

Langkah strategis ini melibatkan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) yang merupakan bagian dari Grup Salim. Melalui aksi korporasi terbarunya, porsi kepemilikan saham Lo Kheng Hong kini kembali menembus ambang batas yang mewajibkan pelaporan publik.

Detail Transaksi dan Peningkatan Saham

Berdasarkan laporan resmi dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 1 Juni 2026, Lo Kheng Hong melakukan aksi beli yang cukup masif. Ia melaporkan telah mengakuisisi sebanyak 19,9 juta lembar saham SIMP.

Transaksi besar tersebut dilakukan pada tanggal 18 Mei 2026 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp600 per lembar saham. Jika dikalkulasikan secara total, nilai investasi yang digelontorkan oleh investor kawakan ini mencapai Rp11,94 miliar.

Langkah ini dikonfirmasi sebagai upaya murni untuk menambah aset dalam portofolio investasi pribadinya. Sebelum transaksi ini terjadi, koleksi saham Pak Lo di emiten sawit ini tercatat sebanyak 773,44 juta unit.

Jumlah tersebut awalnya hanya mewakili sekitar 4,98% dari total hak suara di perusahaan. Namun, setelah pembelian teranyar ini tuntas, kepemilikannya melonjak menjadi 793,34 juta unit saham secara keseluruhan.

Kini, porsi kepemilikan hak suara Lo Kheng Hong di SIMP secara resmi berada pada level 5,11%. Dengan angka di atas 5 persen tersebut, namanya wajib masuk kembali dalam laporan daftar pemegang saham utama di otoritas bursa.

Alasan Memilih Emiten Grup Salim

Dalam sebuah kesempatan, Lo Kheng Hong sempat membeberkan alasannya menaruh minat besar pada saham SIMP. Ia menilai perusahaan ini memiliki aset yang sangat besar namun belum sepenuhnya diapresiasi secara optimal oleh pasar.

Ia menyoroti luasnya lahan perkebunan yang dikelola oleh Salim Ivomas sebagai salah satu keunggulan kompetitif utama. Tidak hanya fokus pada satu jenis komoditas, perusahaan ini memiliki diversifikasi tanaman perkebunan yang sangat luas.

Berikut adalah rincian aset perkebunan yang dikelola oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk:

  • Perkebunan Kelapa Sawit: Memiliki lahan seluas 241.046 hektare (ha) yang menjadi aset utama perusahaan.
  • Perkebunan Karet: Mengelola lahan seluas 16.235 hektare (ha) untuk mendukung produksi karet.
  • Perkebunan Tebu dan Gula: Memiliki area seluas 13.878 hektare (ha) yang didedikasikan untuk komoditas gula.
  • Komoditas Cokelat dan Teh: Mengoperasikan lahan seluas 16.859 hektare (ha) untuk kedua jenis tanaman ini.

Berdasarkan data di atas, terlihat bahwa perusahaan memiliki total luas lahan mencapai sekitar 288.018 hektare. Lo Kheng Hong memperkirakan nilai wajar dari seluruh lahan tersebut bisa mencapai angka yang fantastis.

Ia berargumen bahwa jika satu hektare lahan dihargai sekitar US$10.000, maka nilai aset lahan saja mencapai US$2,8 miliar. Angka tersebut jika dikonversi ke rupiah bisa menembus Rp46,9 triliun, bahkan sebelum menghitung nilai merek dagang populer mereka.

"Andaikan 1 hektar US$10.000 maka 288.018 ha bernilai US$2,8 miliar. Kalau dirupiahkan menjadi Rp46,9 triliun, belum minyak goreng Bimoli dan Palmia Margarin dll," ungkapnya dalam pernyataan kepada media beberapa waktu lalu.

Strategi Jual Beli dan Pergerakan Harga Saham

Aksi borong saham yang dilakukan pada pertengahan Mei 2026 ini cukup menarik perhatian para pelaku pasar. Pasalnya, langkah ini merupakan pembalikan arah setelah Pak Lo sempat melepas sebagian saham SIMP di bulan sebelumnya.

Pada tanggal 14 April 2026, ia tercatat melakukan aksi jual perdana sebanyak 8,18 juta lembar saham melalui dua tahap transaksi. Saat itu, ia menjual sahamnya pada rentang harga Rp920 hingga Rp925 per lembar.

Dari penjualan di harga tinggi tersebut, diperkirakan ia berhasil meraup dana segar sekitar Rp7,54 miliar. Penjualan itu juga yang sempat membuat porsi kepemilikannya turun menjadi 4,97% sehingga namanya keluar dari daftar pemegang saham di atas 5%.

Namun, penurunan harga saham yang signifikan di bulan Mei memberikan kesempatan bagi Pak Lo untuk masuk kembali. Ia memanfaatkan momentum saat harga melandai ke level Rp600 untuk membeli kembali dalam jumlah yang lebih besar.

Ringkasan perubahan kepemilikan saham Lo Kheng Hong di SIMP dapat dilihat melalui tabel berikut:

Keterangan Posisi April 2026 Posisi Juni 2026
Jumlah Unit Saham 771,01 Juta Lembar 793,34 Juta Lembar
Persentase Kepemilikan 4,97% 5,11%
Status Pelaporan BEI Di Bawah 5% (Tidak Wajib) Di Atas 5% (Wajib Lapor)

Tabel ini menunjukkan adanya penambahan kepemilikan yang signifikan setelah Lo Kheng Hong memanfaatkan fluktuasi harga di pasar. Strategi beli di harga rendah ini memang menjadi ciri khas investasinya selama ini.

Sementara itu, kondisi pergerakan saham SIMP di lantai bursa sendiri terpantau sedang mengalami tekanan. Hingga penutupan pekan terakhir Mei, harga saham ini bertengger di level Rp555 per unit.

Secara performa, saham ini mengalami penurunan sebesar 2,63% sejak awal tahun berjalan (year-to-date). Jika dilihat dalam periode yang lebih pendek, koreksinya lebih dalam yakni mencapai 31,90% hanya dalam waktu satu bulan terakhir.

Meskipun terjadi pelemahan harga yang cukup tajam, keputusan Lo Kheng Hong untuk kembali menambah muatan menunjukkan kepercayaan jangka panjangnya terhadap fundamental emiten sawit milik keluarga Salim ini. Para investor ritel pun kini memantau bagaimana dampak aksi ini terhadap sentimen pasar ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi