Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Acara ini menjadi puncak ibadah kurban yang dinantikan banyak orang. Berdasarkan informasi dari situs resmi Muhammadiyah, ada aturan khusus terkait pelaksanaan ibadah ini yang harus diikuti oleh setiap individu yang berniat untuk berkurban, atau yang dikenal dengan istilah shahibul kurban.
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW menerangkan bahwa mereka yang berniat berkurban diharuskan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak tanggal 1 Zulhijah hingga hewan kurbannya disembelih. Hadis tersebut berbunyi: "Jika kalian melihat hilal Zulhijah, dan di antara kalian ada yang ingin berkurban, maka hendaklah dia menahan (tidak memotong) sebagian rambutnya dan kukunya" (HR. Muslim). Larangan ini mengandung makna spiritual yang dalam, yaitu melatih kesabaran dan pengendalian diri.
Mengikuti larangan ini bukanlah sekadar mengikuti aturan formal, melainkan merupakan bagian dari penghayatan ibadah kurban itu sendiri. Dengan tidak memotong rambut dan kuku, para shahibul kurban diajak untuk merenungkan makna pengorbanan dan menjaga niat suci sejak awal bulan Zulhijah. Tahun ini, 1 Zulhijah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Pada hari itu, setiap orang yang berencana berkurban dianjurkan untuk mematuhi larangan tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyatakan bahwa potensi ketersediaan hewan kurban tahun ini mencapai 3.246.790 ekor. Angka ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional yang diperkirakan sebesar 2.355.470 ekor. Dengan demikian, ada surplus sekitar 891.320 ekor hewan kurban secara nasional.
Pentingnya mematuhi aturan ini juga untuk memastikan persiapan batin dalam menjalani ibadah kurban. Lebih lanjut, dengan melatih kesabaran dan pengendalian diri, diharapkan kualitas spiritual umat saat berkurban dapat lebih ditingkatkan.
```