Laba Pertamina Drilling 2026 Pecah Rekor 10 Tahun, Ini Pemicu Utamanya

Laba Pertamina Drilling 2026 Pecah Rekor 10 Tahun, Ini Pemicu Utamanya
Foto: Laba Pertamina Drilling 2026 Pecah Rekor 10 Tahun, Ini Pemicu Utamanya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan membukukan laba bersih tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir pada 2025. Perusahaan menunjukkan ketangguhan dalam menjaga profitabilitas serta tata kelola di tengah dinamika industri jasa pengeboran migas yang kompetitif.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada Jumat (5/6/2026), laba bersih perusahaan mencapai 29,61 juta dollar AS atau setara Rp 480,4 miliar. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sekitar 24 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar 23,89 juta dollar AS.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengungkapkan bahwa prestasi ini membuktikan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan kebutuhan industri energi. Beliau menekankan pentingnya efisiensi operasional dan optimalisasi aset sebagai kunci utama dalam memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Peningkatan performa keuangan ini juga terlihat jelas pada pertumbuhan EBITDA perusahaan sepanjang tahun 2025. Pertamina Drilling mengantongi EBITDA sebesar 101,20 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,64 triliun, melonjak lebih dari 20 persen dari tahun 2024.

Keberhasilan ini semakin diperkuat dengan penilaian positif dari PT Fitch Ratings Indonesia yang memberikan peringkat nasional jangka panjang A+(idn) dengan Outlook Stabil. Peringkat tersebut mengonfirmasi bahwa fundamental bisnis dan kondisi keuangan perusahaan berada dalam posisi yang sangat kokoh dan rendah risiko.

Selain keuntungan finansial, perusahaan juga berhasil menjalankan program penghematan melalui inisiatif strategis. Efisiensi operasional senilai 12,8 juta dollar AS atau Rp 207,6 miliar berhasil diraih melalui implementasi 21 program kerja yang inovatif.

Berikut adalah ringkasan perbandingan kinerja keuangan Pertamina Drilling periode 2024-2025:

Indikator Keuangan Capaian Tahun 2024 Capaian Tahun 2025
Laba Bersih (USD) 23,89 Juta 29,61 Juta
EBITDA (USD) 84,02 Juta 101,20 Juta
Efisiensi Operasional (USD) - 12,8 Juta

Data di atas menunjukkan tren pertumbuhan positif pada seluruh aspek finansial utama perusahaan selama setahun terakhir. Berkat efisiensi ini, Pertamina Drilling juga dianugerahi penghargaan OPTIMUS Awards 2025 dari Subholding Upstream PT Pertamina.

Pertumbuhan Operasional dan Produktivitas Rig

Dari sisi teknis, Pertamina Drilling sukses menuntaskan pekerjaan pada 433 sumur pengeboran sepanjang tahun 2025. Perusahaan juga meningkatkan aktivitas offshore workover menjadi 61 pekerjaan, naik dibandingkan 55 proyek di tahun sebelumnya.

Kinerja armada pengeboran juga menunjukkan tren yang sangat memuaskan dengan angka ketersediaan rig (Rig Availability) mencapai 96,44 persen. Sementara itu, tingkat produktivitas rig melonjak ke angka 47,92 persen dari yang sebelumnya hanya 40,08 persen pada tahun 2024.

Layanan Integrated Project Management (IPM) Services menjadi salah satu kontributor pertumbuhan yang paling menonjol. Utilisasi layanan ini meroket tajam menjadi 60,35 persen, meningkat pesat dari posisi tahun sebelumnya yang hanya sebesar 22,27 persen.

Beberapa parameter operasional yang mengalami peningkatan signifikan meliputi:

  • Ketersediaan layanan IPM (Availability) naik drastis dari 33,37 persen menjadi 74,18 persen.
  • Produktivitas layanan IPM melonjak dari 19,49 persen ke level 60,35 persen.
  • Angka waktu tidak produktif rig (Non-Productive Time) berhasil ditekan pada level 1,29 persen.
  • Utilisasi rig secara keseluruhan meningkat dari 42,53 persen menjadi 48,12 persen.

Pencapaian pada sektor layanan terintegrasi ini menandakan bahwa peran Pertamina Drilling semakin krusial dalam mendukung eksplorasi migas nasional. Perusahaan terus memperluas jangkauan layanannya guna memenuhi standar kebutuhan produksi energi di Indonesia.

Penguatan Tata Kelola Perusahaan (GCG)

Dalam hal manajemen internal, Pertamina Drilling menunjukkan komitmen kuat terhadap penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan nilai Assessment Good Corporate Governance (GCG) menjadi 88,72 dengan predikat "Sangat Baik".

Selain itu, kepatuhan perusahaan terhadap regulasi dan prosedur internal tetap terjaga pada level yang sempurna. Melalui sistem Compliance Online, perusahaan berhasil mempertahankan tingkat kepatuhan 100 persen, sesuai dengan target yang ditetapkan manajemen.

Artikel terkait

Rekomendasi