Ekspansi Masif, Alfamart (AMRT) Siap Buka Ratusan Gerai Baru di Filipina dan Bangladesh 2026

Ekspansi Masif, Alfamart (AMRT) Siap Buka Ratusan Gerai Baru di Filipina dan Bangladesh 2026
Foto: Ekspansi Masif, Alfamart (AMRT) Siap Buka Ratusan Gerai Baru di Filipina dan Bangladesh 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) atau yang lebih dikenal dengan Alfamart, terus menunjukkan ambisinya untuk memperkuat dominasi di pasar ritel. Perusahaan ini telah menyusun rencana besar untuk melakukan ekspansi gerai secara masif, baik di pasar domestik maupun mancanegara pada tahun 2026 mendatang.

Emiten ritel terkemuka ini mematok target untuk meresmikan hingga 1.080 unit toko baru di sepanjang tahun tersebut. Langkah agresif ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan bisnis dan meningkatkan kehadiran merek Alfamart di level internasional.

Fokus Ekspansi Domestik dan Internasional

Dalam rencana strategisnya, Alfamart mengalokasikan pembangunan 800 gerai baru yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, perseroan juga membidik pasar global dengan target penambahan 200 hingga 250 toko baru di Filipina serta sekitar 30 unit toko di Bangladesh.

Tomin Widian, Corporate Secretary AMRT, menjelaskan bahwa penambahan 800 toko di dalam negeri sepenuhnya akan berada di bawah jaringan Alfamart. Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat luas di tanah air seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses belanja yang praktis.

Sementara untuk pasar luar negeri, Filipina menjadi fokus utama karena dianggap menawarkan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan bagi perusahaan. Hingga saat ini, Filipina tercatat sebagai pasar internasional terbesar bagi Alfamart dengan tren perkembangan bisnis yang terus menunjukkan angka positif.

Berbeda dengan Filipina, strategi ekspansi di Bangladesh cenderung dilakukan dengan pendekatan yang lebih hati-hati atau konservatif. Hal ini dikarenakan operasional di negara tersebut masih berada dalam tahap pengembangan awal bagi pihak manajemen.

Tomin menyebutkan bahwa target di Bangladesh memang belum dipatok tinggi, yakni hanya sekitar 30 toko terlebih dahulu. "Kami masih dalam tahap belajar memahami karakteristik pasar di negara orang lain," ungkapnya dalam acara Public Expose pada Minggu (7/6/2026).

Rincian Investasi dan Skema Pembangunan Gerai

Untuk mewujudkan rencana pembukaan gerai di luar negeri, perusahaan telah memperkirakan kebutuhan biaya investasi yang tidak sedikit. Berdasarkan perhitungan manajemen, biaya pembangunan satu unit toko di pasar internasional mencapai kisaran Rp1,5 miliar.

Berikut adalah rincian estimasi kebutuhan dana untuk ekspansi di Filipina pada tahun 2026:

Komponen Investasi Estimasi Nilai
Kebutuhan Investasi Total (200 Gerai) Rp300 Miliar
Porsi Kepemilikan AMRT di Filipina 35%
Target Kontribusi Dana AMRT Indonesia Rp100 Miliar
Biaya Rata-rata per Satu Toko Rp1,5 Miliar

Tomin merinci bahwa meskipun total investasi untuk 200 toko di Filipina mencapai Rp300 miliar, beban dana perusahaan induk lebih ringan. Karena kepemilikan Alfamart Indonesia di bisnis Filipina sebesar 35%, maka dana yang perlu disiapkan hanya sekitar Rp100 miliar saja.

Beralih ke pasar dalam negeri, strategi pembangunan 800 gerai baru akan dilakukan melalui dua jalur utama yang berbeda. Dari total target tersebut, sebanyak 500 toko akan dibangun dan dimiliki langsung oleh perusahaan secara mandiri.

Sedangkan sisa 300 toko lainnya akan dikembangkan dengan menggandeng mitra melalui skema waralaba atau franchise. Model bisnis ini diharapkan dapat mempercepat penetrasi pasar di wilayah-wilayah baru tanpa membebani modal perusahaan secara berlebihan.

Perseroan juga telah menetapkan beberapa poin utama terkait strategi modal dan lokasi gerai:

  • Alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) disiapkan sebesar Rp500 miliar untuk pembukaan gerai baru milik sendiri.
  • Rata-rata biaya pembangunan satu unit gerai baru di Indonesia dipatok pada angka Rp1 miliar.
  • Lebih dari 50 persen pembangunan toko baru pada tahun 2026 akan difokuskan di luar Pulau Jawa.
  • Pergeseran fokus ke luar Jawa dilakukan karena tingkat penetrasi ritel modern di wilayah tersebut masih tergolong rendah.
  • Manajemen mengamati adanya penurunan dominasi pertumbuhan ritel di wilayah Jabodetabek dalam lima tahun terakhir.

Strategi penempatan gerai di luar Pulau Jawa menjadi prioritas karena perusahaan ingin menangkap peluang di daerah yang persaingannya belum terlalu ketat. Dengan cara ini, Alfamart berharap dapat menjaga pertumbuhan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

Tinjauan Kinerja dan Optimisme Menghadapi Tantangan

Jika melihat data pada semester I/2026, Alfamart tercatat telah berhasil meresmikan sekitar 167 toko baru di berbagai lokasi. Pada saat yang sama, entitas anak perusahaan yakni Alfamidi juga memberikan kontribusi dengan menambah sebanyak 42 gerai baru.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 yang lalu, Grup Alfamart yang mencakup brand Alfamart, Alfamidi, dan Dan+Dan telah membuka total 1.057 toko. Pada tiga bulan pertama tahun 2026 saja, grup ini sudah menambah koleksi toko mereka sebanyak 211 gerai baru.

Perusahaan memiliki target besar agar jumlah pembukaan gerai di sepanjang tahun 2026 ini bisa melampaui pencapaian yang diraih pada tahun sebelumnya. Namun, manajemen juga menyadari bahwa kondisi pasar saat ini sedang berada dalam situasi yang cukup menantang bagi pelaku industri ritel.

Sektor ritel kini tengah berhadapan dengan berbagai hambatan serius seperti pelemahan daya beli masyarakat dan nilai tukar rupiah yang bergejolak. Selain itu, ada potensi kenaikan harga produk dari pihak pemasok yang dapat menekan margin keuntungan perusahaan.

Meskipun kurs rupiah sempat menembus level Rp18.000, manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. menegaskan belum ada perubahan target bisnis. Perusahaan memilih untuk tetap berpegang pada anggaran awal yang sudah ditetapkan sejak awal tahun tanpa melakukan revisi.

Tomin mengakui bahwa tantangan industri ritel pada tahun 2026 memang tergolong berat dan memerlukan strategi pengelolaan yang tepat. "Kami masih stick dengan budget dan belum melakukan penyesuaian apa pun saat ini," tegasnya kepada awak media.

Manajemen berkomitmen untuk terus mengupayakan performa terbaik agar seluruh target yang telah direncanakan bisa tercapai sesuai jadwal. Walaupun detail angka pendapatan dan laba bersih tidak disebutkan secara rinci, perusahaan menaruh harapan besar pada hasil akhir tahun ini.

Target utama dari manajemen adalah memastikan bahwa kinerja keuangan dan operasional tahun 2026 tidak lebih rendah dari capaian tahun 2025. Perseroan terus memantau situasi pasar secara ketat guna mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi ekonomi yang lebih ekstrem.

Keberhasilan ekspansi ini nantinya akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya operasional dan menjaga loyalitas pelanggan. Dengan jaringan toko yang semakin luas hingga ke luar negeri, Alfamart optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar ritel modern.

Artikel terkait

Rekomendasi