Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memperlebar jangkauan pasar ekspor produk perikanan nasional ke pasar China. Langkah ini diperkuat dengan keluarnya izin resmi bagi ratusan unit pengolahan ikan (UPI) asal Indonesia untuk masuk ke negara tersebut.
Ishartini selaku Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP menjelaskan peran lembaganya sebagai otoritas kompeten. KKP memastikan jaminan mutu ikan Indonesia telah diakui secara resmi oleh pihak otoritas China.
Peningkatan Jumlah Unit Pengolahan Ikan yang Terdaftar
Pemerintah China melalui General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) baru saja memberikan lampu hijau bagi delapan unit pengolahan ikan baru. Penambahan ini secara otomatis meningkatkan total daftar eksportir Indonesia yang memiliki nomor registrasi resmi.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 638 unit pengolahan ikan yang diperbolehkan mengirimkan produk mereka ke Negeri Tirai Bambu. Persetujuan ini diperoleh melalui skema Mutual Recognition Arrangement (MRA) yang merupakan jalur kerjasama bilateral kedua negara.
Daftar perusahaan pengolahan ikan terbaru yang telah mengantongi izin ekspor ke China:
- PT Duta Mitra Semesta
- PT BPH Global Indonesia
- CV Daniel Nathania Fishery
- PT Bintang Samudera Pratama
- PT Ramantha Kawanua Indonesia
- PT Marindo Jaya Maros
- PT Jaya Mega Samudra
- PT Zhongyi Supply Chain Services
Delapan unit usaha di atas telah melewati proses verifikasi ketat dan siap memulai aktivitas perdagangan internasional mereka. Kehadiran perusahaan baru ini diharapkan mampu mendongkrak volume ekspor perikanan nasional di masa mendatang.
Data Perdagangan dan Komoditas Unggulan
Hubungan dagang sektor perikanan antara Indonesia dan China menunjukkan angka yang cukup signifikan. Saat ini, tercatat ada 1.080 jenis komoditas perikanan dari tanah air yang berhasil menembus pasar China.
Sepanjang tahun 2025, performa ekspor ke negara tersebut mencapai angka 491.528 ton. Nilai ekonomi dari perdagangan ini menyentuh angka 1,04 miliar dolar AS atau setara dengan Rp17,46 triliun.
Beberapa jenis produk perikanan yang paling diminati oleh pasar China meliputi:
- Cumi-cumi beku (frozen squid)
- Rumput laut jenis Eucheuma cottonii (basah dan kering)
- Rumput laut jenis Gracilaria (basah dan kering)
- Ikan layur beku (frozen ribbon fish)
- Rumput laut jenis Eucheuma spinosum
- Ikan kambing-kambing beku (frozen leather jacket fish)
- Ikan kurisi atau gulamah beku (frozen croaker fish)
Dominasi produk rumput laut dan ikan beku menjadi tulang punggung utama dalam struktur ekspor perikanan ke wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan potensi besar kekayaan laut Indonesia yang sangat diminati oleh konsumen global.
Pentingnya Konsistensi Mutu dan Keamanan Pangan
Ishartini mengingatkan para pelaku usaha agar terus memprioritaskan aspek sanitasi dan higienitas selama proses produksi. Konsistensi dalam menjaga prinsip keamanan pangan di fasilitas pengolahan merupakan kunci utama untuk mempertahankan kepercayaan pasar dunia.
Langkah ini sangat penting agar daya saing produk Indonesia tidak menurun di tengah kompetisi global yang semakin ketat. Kepercayaan internasional yang kuat akan mempermudah produk lokal untuk diterima di berbagai negara tujuan ekspor lainnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya juga memberikan penekanan serupa mengenai standar kualitas. Beliau berharap industri perikanan nasional mampu tumbuh menjadi pemain dominan di era pasar bebas dengan mengandalkan kualitas produk yang unggul.