Kepala BPOM: Potensi Temulawak dan Kunyit RI Tak Kalah dari Ginseng Korsel, Kini Banyak Dicari 2026

Kepala BPOM: Potensi Temulawak dan Kunyit RI Tak Kalah dari Ginseng Korsel, Kini Banyak Dicari 2026
Foto: Kepala BPOM: Potensi Temulawak dan Kunyit RI Tak Kalah dari Ginseng Korsel, Kini Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, memberikan pandangan optimistis terkait masa depan tanaman herbal asli Indonesia. Ia menilai kualitas herbal tanah air memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global.

Kualitas tanaman herbal asal Indonesia bahkan dinilai mampu mengimbangi popularitas ginseng yang selama ini menjadi ikon kesehatan dari Korea Selatan. Taruna menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia merupakan aset berharga yang perlu dikelola lebih serius.

Meskipun memiliki potensi luar biasa, tantangan terbesar saat ini terletak pada proses pengolahan dan standarisasi. Taruna menyebutkan bahwa masih banyak tanaman herbal lokal yang belum memiliki standar mutu yang mumpuni.

Hal ini sangat disayangkan mengingat ginseng sendiri pada dasarnya adalah bagian dari tumbuhan, sama seperti kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia. Taruna menyampaikan pendapat ini saat memberikan keterangan di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/6/2026).

Keunggulan Kurkumin Dibandingkan Ginseng

Salah satu kekayaan alam yang menjadi sorotan Prof. Taruna adalah senyawa kurkumin. Senyawa bioaktif alami ini dapat ditemukan dengan mudah pada tanaman kunyit dan temulawak yang tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam penjelasannya, Prof. Taruna membandingkan manfaat fungsional antara ginseng dan kurkumin secara mendalam. Ia menyebutkan bahwa ginseng populer karena kemampuannya sebagai vasodilator atau peningkat sirkulasi darah.

Namun, kurkumin diklaim memiliki spektrum manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar melancarkan aliran darah. Berikut adalah beberapa keunggulan kurkumin yang dipaparkan oleh Kepala BPOM RI:

Daftar keunggulan senyawa kurkumin dalam tanaman herbal lokal:

  • Kaya Antioksidan: Memiliki kemampuan tinggi dalam menangkal radikal bebas yang merusak sel tubuh.
  • Efek Vasodilator: Berfungsi meningkatkan sirkulasi darah, serupa dengan manfaat utama ginseng.
  • Anti-Inflamasi: Memiliki potensi kuat dalam meredakan peradangan atau sebagai agen pengobatan alami.
  • Bahan Baku Kosmetik: Kandungan alkaloid di dalamnya bisa diekstrak untuk perawatan kecantikan dari luar.

Meskipun secara klinis memiliki keunggulan yang lebih beragam, kurkumin belum bisa mengalahkan ketenaran ginseng di kancah internasional. Menurut Prof. Taruna, hal ini terjadi karena pengelolaan potensinya yang belum maksimal.

Potensi Jamu Tradisional untuk Kesehatan dan Kecantikan

Prof. Taruna juga menyinggung berbagai jenis jamu tradisional yang dipercaya masyarakat memiliki efek awet muda. Khasiat ini umumnya berasal dari bahan dasar seperti kunyit, jahe, dan temulawak.

Kandungan alkaloid dalam tanaman tersebut, terutama jika sudah diekstrak, mampu bekerja sebagai antioksidan yang kuat. Proses ini membantu tubuh menghilangkan radikal bebas sehingga membuat fisik terasa lebih segar dan tampak awet muda.

Lebih lanjut, ia mendorong agar pengembangan herbal ini tidak hanya berhenti pada produk konsumsi atau obat dalam saja. Herbal Indonesia juga memiliki masa depan cerah jika dikembangkan untuk pemakaian luar seperti produk kosmetik.

Tabel berikut merangkum perbandingan singkat antara profil manfaat ginseng dan potensi kurkumin (kunyit/temulawak) menurut penjelasan BPOM.

Perbandingan fungsional antara ginseng dan kurkumin:

Aspek Manfaat Ginseng (Korea Selatan) Kurkumin (Indonesia)
Fungsi Utama Vasodilator (Sirkulasi Darah) Anti-inflamasi & Antioksidan
Kandungan Utama Ginsenosides Polifenol (Alkaloid)
Kegunaan Lain Suplemen Energi Obat Herbal & Kosmetik
Status Kelola Tersertifikasi Global Menuju Standarisasi

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki modal yang cukup untuk merajai pasar herbal dunia. Langkah selanjutnya adalah memastikan standarisasi dan pengolahan yang tepat agar produk lokal bisa setara dengan standar internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi