Kejar Ketentuan Free Float 15 Persen, Intra Golflink (GOLF) Siapkan Aksi Korporasi Terbaru 2026

Kejar Ketentuan Free Float 15 Persen, Intra Golflink (GOLF) Siapkan Aksi Korporasi Terbaru 2026
Foto: Kejar Ketentuan Free Float 15 Persen, Intra Golflink (GOLF) Siapkan Aksi Korporasi Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Intra Golflink Resorts Tbk. (GOLF), perusahaan milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, saat ini tengah menyiapkan langkah strategis untuk memenuhi aturan baru dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan sedang mengkaji berbagai opsi aksi korporasi guna meningkatkan porsi saham publik atau free float agar mencapai angka minimal 15 persen sesuai dengan regulasi terkini.

Komisaris Independen GOLF, Royani, menjelaskan bahwa pihaknya masih memiliki waktu yang cukup longgar untuk merealisasikan kewajiban tersebut sesuai dengan tenggat waktu dari regulator.

Dalam Public Expose yang diadakan di Jakarta pada Selasa (2/6/2026), ia menyebutkan bahwa GOLF masuk dalam kategori emiten yang diperbolehkan meningkatkan free float secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.

Strategi Pemenuhan Aturan Bursa

Saat ini, manajemen sedang mendiskusikan berbagai pilihan langkah perusahaan agar proses penambahan saham publik berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi seluruh pemegang saham.

Royani menegaskan bahwa GOLF berada pada kriteria ketiga yang diberikan kelonggaran waktu selama sekitar tiga tahun untuk mencapai target batas minimum kepemilikan publik sebesar 15 persen.

Kendati demikian, pihak manajemen belum menetapkan bentuk pasti dari aksi korporasi yang akan diambil karena masih memerlukan kajian internal yang mendalam.

Tim manajemen saat ini masih mempertimbangkan berbagai alternatif yang tersedia di pasar modal sebelum akhirnya mengetok keputusan final terkait mekanisme penambahan saham tersebut.

Rincian struktur kepemilikan saham GOLF saat ini adalah sebagai berikut:

  • PT Bali Pecatu Graha memegang kendali mayoritas dengan kepemilikan saham mencapai 88,49 persen.
  • PT Mandalapratama Permai memiliki porsi kepemilikan saham sebesar 1,15 persen di dalam perusahaan.
  • Masyarakat atau publik baru memegang kepemilikan sebesar 10,01 persen dari total saham yang beredar.

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa H. Hutomo Mandala Putra merupakan sosok yang bertindak sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari perusahaan ini.

Performa Keuangan dan Kinerja Bisnis

Selain fokus pada kepatuhan aturan bursa, PT Intra Golflink Resorts Tbk. juga mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang cukup positif pada awal tahun 2026.

Pendapatan perseroan pada kuartal I/2026 tercatat naik tipis menjadi Rp28,82 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp28,45 miliar.

Peningkatan signifikan terlihat pada laba bersih perusahaan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, di mana angkanya melonjak hingga 20,6 persen secara tahunan.

Laba bersih GOLF pada kuartal pertama tahun ini mencapai Rp1,59 miliar, meningkat cukup pesat dibandingkan perolehan pada kuartal I/2025 yang tercatat sebesar Rp1,32 miliar.

Sumber pendapatan utama perusahaan sepanjang awal tahun 2026 didominasi oleh beberapa sektor:

  • Sektor lapangan golf menjadi penyumbang terbesar dengan raihan pendapatan mencapai Rp22,74 miliar.
  • Segmen restoran memberikan kontribusi sebesar Rp4,06 miliar, meski angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp4,50 miliar.
  • Sektor pendapatan lain-lain menyumbang Rp2,03 miliar, mencatat pertumbuhan sebesar 10,8 persen dari posisi Rp1,83 miliar pada periode sebelumnya.

Kenaikan pada segmen golf dipicu oleh meningkatnya daya tarik lapangan golf milik GOLF yang kini dilengkapi dengan berbagai penambahan fasilitas pendukung yang lebih lengkap.

Manajemen GOLF berkomitmen untuk menjaga momentum operasional yang stabil, khususnya pada jumlah kunjungan atau rounds di New Kuta Golf Bali serta Palm Hill Golf Sentul.

Ekspansi dan Target Properti

Sepanjang sisa tahun 2026, perseroan akan berupaya menyeimbangkan antara pendapatan berulang (recurring revenue) dengan pengembangan proyek real estat yang sedang berjalan.

Di lini bisnis properti, GOLF memiliki target yang cukup ambisius untuk penjualan unit hunian mewah di Bali demi memperkuat struktur pendapatan perusahaan.

Target pemasaran di sektor properti dapat diringkas dalam poin berikut:

  • Perseroan membidik target marketing sales atau pra-penjualan sekitar Rp200 miliar untuk proyek perumahan.
  • Target tersebut difokuskan pada penjualan unit di klaster kedua dari proyek The Links Golf Villa Bali yang kini sedang dikembangkan.

Langkah ini menunjukkan keseriusan GOLF dalam mengoptimalkan aset lahan di sekitar lapangan golf untuk dikembangkan menjadi kawasan hunian premium yang memiliki nilai jual tinggi.

Dengan strategi ini, perusahaan berharap dapat menjaga pertumbuhan jangka panjang sekaligus memenuhi semua aspek regulasi pasar modal di Indonesia secara tepat waktu.

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi berita terkini dan tidak bertujuan memberikan rekomendasi untuk menjual atau membeli saham tertentu. Seluruh keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi pembaca.

Artikel terkait

Rekomendasi