Karya Bersama (KBAG) Perkuat Ekosistem Properti Melalui Ekspansi Masif di 2024

Karya Bersama (KBAG) Perkuat Ekosistem Properti Melalui Ekspansi Masif di 2024
Foto: Ilustrasi Karya Bersama (KBAG) Perkuat Ekosistem Properti Melalui Ekspansi Masif di 2024.
Ukuran teks
```html

PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG), perusahaan properti yang berpusat di Balikpapan, siap meningkatkan alokasi belanja modal pada tahun 2026 untuk memperluas ekspansi ke wilayah Jabodetabek. Fokus utama ekspansi ini akan berada di Jakarta Barat dan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Direktur KBAG, Budi Hariyanto Hartono, menyatakan bahwa tambahan belanja modal ini difokuskan untuk mendukung pengembangan proyek yang ada dan perluasan ke area baru. "Perusahaan mengalokasikan capex lebih besar pada 2026 sejalan dengan rencana ekspansi proyek yang sedang berlangsung," ungkapnya dalam paparan publik, Senin (11/5/2026).

Proyek yang menjadi tulang punggung pertumbuhan pada tahun 2026 termasuk pengembangan di Balikpapan, seperti Green Valley 2 dan Green Hill @Sepinggan. Selain itu, KBAG juga mulai memperluas proyek properti ke Jakarta Barat dan Jonggol.

Di proyek Green Valley, KBAG telah merampungkan pembangunan 11 blok rusunami dengan 864 unit dan 24 rumah tapak, dengan progres mencapai 100%. Pada akhir 2025, pembangunan Blok M dengan 60 unit rusunami dan 20 kios juga selesai. KBAG kembali memulai pembangunan Blok N dengan 84 unit rusunami dan 12 kios pada 2026.

Selain proyek-proyek yang sudah berjalan, KBAG juga memiliki sejumlah aset melalui tiga entitas anak, yaitu PT Singasari Purabuana (SPB), PT Arthapurwa Budijaya (APB), dan PT Kharismatama Niagamakmur (KNM). SPB memiliki tanah seluas 1.083.358 meter persegi di Jonggol, yang akan dikembangkan menjadi perumahan. Proses pembebasan lahan sedang berlangsung.

APB memiliki 641.269 meter persegi tanah juga di Jonggol, yang saat ini dalam tahap pembebasan lahan untuk dikembangkan menjadi perumahan. Sementara KNM memiliki aset properti investasi seluas 6.895 meter persegi di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, dan akan dikembangkan menjadi apartemen serta fasilitas penunjang.

Budi menambahkan bahwa perseroan akan memperluas area operasional di Jakarta Barat dan Jonggol yang berkembang pesat. Strategi promosi aktif dan dinamis melalui media konvensional dan digital diterapkan untuk mendukung pemasaran. KBAG juga rutin mengikuti pameran perumahan untuk memperluas jangkauan pasar.

Kualiatas proyek dijaga melalui pemilihan bahan baku secara selektif. Desain hunian yang menarik dan fungsional dikembangkan untuk kalangan pasar menengah dan milenial. Teknologi Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, terutama dalam promosi dan pemasaran digital.

Penggunaan dana hasil initial public offering (IPO) juga disesuaikan dengan kebutuhan bisnis saat ini. Dana tersebut akan diutamakan untuk mendukung operasional dan modal kerja, guna mencapai target pertumbuhan tahun 2026. KBAG berharap dengan strategi ini, pertumbuhan pendapatan dan laba berkelanjutan dapat tercapai.

Pada tahun 2025, KBAG mencatat pendapatan sebesar Rp21,28 miliar, tumbuh 44,64% dari Rp14,71 miliar tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh pendapatan rusunami dan pengelolaan lingkungan. Rugi bersih berhasil ditekan menjadi Rp9,66 miliar di 2025, dibandingkan Rp24,25 miliar pada 2024.

```

Artikel terkait

Rekomendasi