ITSEC Asia (CYBR) Cetak Laba Rp 68 Miliar, Pilih Ekspansi Bisnis di 2026 ketimbang Dividen

ITSEC Asia (CYBR) Cetak Laba Rp 68 Miliar, Pilih Ekspansi Bisnis di 2026 ketimbang Dividen
Foto: ITSEC Asia (CYBR) Cetak Laba Rp 68 Miliar, Pilih Ekspansi Bisnis di 2026 ketimbang Dividen. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Emiten di bidang keamanan siber, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), baru saja merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satu poin utama yang diputuskan adalah perusahaan tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan ini diambil meski CYBR mencatatkan performa keuangan yang positif sepanjang tahun tersebut. Perusahaan memilih fokus pada penguatan internal guna menjaga stabilitas bisnis di masa depan.

Alokasi Laba dan Penguatan Modal

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengungkapkan bahwa laba bersih yang berhasil dihimpun mencapai Rp 68,35 miliar. Dari total laba tersebut, perusahaan menyisihkan Rp 100 juta sebagai cadangan wajib sesuai regulasi yang berlaku.

Sisa laba bersih lainnya akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk membiayai operasional perusahaan. Patrick menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari disiplin keuangan guna mendukung ekspansi jangka panjang.

Selain perolehan laba, perseroan juga memberikan pembaruan terkait penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO). Berikut adalah rincian penggunaan modal yang telah terealisasi hingga akhir tahun buku 2025:

Rincian realisasi dana perusahaan:

  • Dana IPO sebesar Rp 92,18 miliar telah terserap sepenuhnya untuk pengembangan usaha sesuai rencana awal.
  • Hasil konversi Waran Seri I yang sudah terealisasi mencapai angka Rp 90,75 miliar.
  • Terdapat sisa dana dari waran sebesar Rp 14,83 miliar yang dipersiapkan untuk memperkuat kapabilitas teknologi.

Manajemen optimis bahwa sisa dana tersebut akan memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan solusi keamanan siber. Fokus utama perusahaan saat ini adalah meningkatkan ketahanan digital di berbagai sektor strategis.

Strategi Menghadapi Ancaman Digital

Di tengah pesatnya transformasi digital di Indonesia, ITSEC Asia memproyeksikan permintaan jasa keamanan siber akan terus meroket. Kebutuhan ini sangat terasa pada sektor infrastruktur kritikal, jasa keuangan, pemerintahan, hingga korporasi besar.

Untuk merespons tantangan tersebut, CYBR fokus mengembangkan managed security services dan cyber resilience. Mereka juga mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem keamanan agar lebih adaptif terhadap serangan digital terbaru.

Perombakan Struktur Kepemimpinan

RUPST kali ini juga menyetujui perubahan susunan direksi guna memperkuat kapasitas eksekusi bisnis perusahaan. Para pemegang saham secara resmi mengangkat Yulius C. Rusli dan Viko Setiyawan sebagai Direktur baru.

Di sisi lain, Bambang Susilo secara resmi mengundurkan diri dari kursi Direktur. Meski tidak lagi di jajaran direksi, ia tetap memegang peran krusial dalam memimpin unit bisnis Governance, Risk and Compliance (GRC).

Susunan pengurus terbaru ITSEC Asia Tbk:

Posisi Nama Pejabat
Presiden Komisaris Richardus Eko Indrajit
Komisaris Andri Hutama Putra
Komisaris Independen Agustinus Nicholas L. Tobing
Presiden Direktur Patrick Rudolf Dannacher
Wakil Presiden Direktur Marek Bialoglowy
Direktur Eko Prasudi Widianto, Doni Mora, Yulius C. Rusli, Viko Setiyawan

Penyegaran struktur organisasi ini diharapkan mampu membawa ITSEC Asia menjadi pemain yang lebih dominan di pasar domestik. Patrick menambahkan bahwa penguatan organisasi sangat penting mengingat dinamika industri yang berubah sangat cepat.

Ia meyakini bahwa keamanan siber kini bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis bagi ketahanan nasional. Dengan kepemimpinan yang baru, ITSEC Asia siap membangun ekosistem keamanan digital yang lebih tangguh di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi