Militer Iran mengeluarkan tembakan peringatan terhadap empat kapal yang mencoba memasuki Selat Hormuz, seperti dilaporkan oleh media yang berkaitan dengan pemerintah Iran. Berdasarkan sumber militer, kapal-kapal tersebut berupaya memasuki Teluk Persia tanpa berkoodinasi dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab di wilayah itu.
Laporan pada Kamis (28/5/2026) mengutip CNN, menyebutkan bahwa kapal-kapal ini telah diperingatkan sebelumnya sebelum akhirnya mendapatkan tembakan peringatan dan dipaksa untuk berbalik arah. “Mereka telah diperingatkan, dan setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka, memaksa mereka untuk berbalik,” lanjut laporan tersebut.
Baca juga: Trump Ngamuk Sekutunya Mau Kelola Selat Hormuz Bareng Iran, Ancam Serangan
Kantor berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), menyampaikan laporan serupa pada Kamis pagi, sebagaimana dilansir Anadolu. Angkatan Laut IRGC menerangkan bahwa mereka telah melepaskan tembakan peringatan ke arah "kapal tanker minyak Amerika," yang kemudian dipaksa untuk berbalik arah. Kapal ini mencoba melintas Selat Hormuz dengan sistem radar yang dimatikan, menurut laporan tersebut.
Baca juga: Terungkap, Kapal Korsel di Selat Hormuz Kemungkinan Besar Ditembak Iran
Tasnim mengaitkan kejadian ini dengan ledakan yang sebelumnya terdengar dekat kota pelabuhan selatan Bandar Abbas. Media Iran melaporkan bahwa pertahanan udara telah diaktifkan. “Sebagai tanggapan,” kata Tasnim, militer Amerika Serikat (AS) “menembak ke area tandus di dekat Bandar Abbas.” Insiden ini tidak menyebabkan korban jiwa atau kerusakan material, lanjut laporan tersebut.
Baca juga: Anggap Musuh Melemah, Iran Yakin Perang Baru Tak Akan Terjadi
Laporan lain menyatakan bahwa tindakan ini muncul setelah seorang pejabat AS menyatakan bahwa AS melakukan serangan udara putaran kedua di Iran selatan. Aksi itu menjatuhkan empat pesawat nirawak serang satu arah Iran yang menimbulkan ancaman di dekat Selat Hormuz.
Seorang pejabat AS sebelumnya menyampaikan kepada CNN bahwa militer AS telah menembak jatuh empat drone Iran dan menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang hendak meluncurkan drone kelima.
Baca juga: Trump Adakan Rapat Kabinet, Bahas Perang Iran yang Masuk Titik Kritis
Washington sebelumnya juga melancarkan serangan yang menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran di sekitar Selat Hormuz. AS menilai kedua serangan tersebut masih dalam batas kesepakatan gencatan senjata.
Namun, Iran mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan IRGC memperingatkan bahwa mereka akan membalas setiap pelanggaran.
Sementara itu, badan maritim yang memantau pelayaran di Selat Hormuz, UKMTO, belum melaporkan insiden apa pun terkait kapal yang dilaporkan ditembak pada hari Kamis.
KOMPAS.com berkomitmen untuk menyajikan informasi yang jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung dengan KOMPAS.com Plus sekarang.