Inflasi Singapura Turun ke 1,8 Persen di 2026, Angka Terbaru yang Mengejutkan Pasar

Inflasi Singapura Turun ke 1,8 Persen di 2026, Angka Terbaru yang Mengejutkan Pasar
Foto: Inflasi Singapura Turun ke 1,8 Persen di 2026, Angka Terbaru yang Mengejutkan Pasar. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Laju inflasi utama di Singapura pada April 2026 tercatat sebesar 1,8 persen, angka yang lebih rendah dari proyeksi awal para pengamat sebesar 2 persen. Pencapaian ini terutama dipengaruhi oleh pergerakan harga di sektor jasa, ritel, serta kelompok barang lainnya yang cenderung stabil.

Sementara itu, inflasi inti yang tidak mencakup biaya transportasi pribadi dan akomodasi berada di angka 1,4 persen. Realisasi ini jauh lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yang memprediksi inflasi inti akan menyentuh level 1,7 persen.

Proyeksi Tekanan Biaya Impor Mendatang

Meskipun angka inflasi saat ini melandai, Kementerian Perdagangan Singapura dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) tetap memberikan peringatan. Mereka memperkirakan tekanan biaya impor di negara tersebut akan mengalami kenaikan dalam beberapa bulan ke depan.

Kenaikan harga energi dan biaya input lainnya yang dipicu oleh dinamika politik di Timur Tengah mulai berdampak pada rantai pasok global. Kondisi ini diprediksi akan mengerek ongkos produksi dan biaya transportasi untuk berbagai produk impor di Singapura.

Otoritas moneter setempat memperkirakan inflasi utama dan inflasi inti untuk sepanjang tahun 2026 akan bertahan di level moderat. Berikut adalah rincian proyeksi inflasi yang dirangkum dari data otoritas terkait:

Target inflasi Singapura sepanjang tahun 2026:

  • Rentang proyeksi inflasi utama berada di angka 1,5 persen hingga 2,5 persen.
  • Rentang proyeksi inflasi inti diperkirakan stabil pada kisaran 1,5 persen sampai 2,5 persen.

Target ini menjadi acuan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Analis pasar dari eToro, Zavier Wong, menilai data inflasi April ini sebagai kejutan positif bagi perekonomian Singapura.

Pertumbuhan Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Sebelum pengumuman inflasi ini, Singapura telah merevisi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026 menjadi 6 persen. Angka ini melonjak tajam dari perkiraan awal sebesar 4,6 persen dan melampaui prediksi pasar di angka 5,1 persen.

Pemerintah setempat memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahunan Singapura akan bergerak di rentang 2 hingga 4 persen. Target ini ditetapkan dengan mempertimbangkan potensi gangguan energi yang mungkin terjadi di kawasan Selat Hormuz.

Ringkasan indikator ekonomi Singapura tahun 2026:

Indikator Ekonomi Capaian / Proyeksi
Pertumbuhan PDB Kuartal I 6 Persen
Target PDB Tahunan 2 - 4 Persen
Inflasi Utama (April) 1,8 Persen
Inflasi Inti (April) 1,4 Persen

Data di atas menunjukkan bahwa ekonomi Singapura masih memiliki daya tahan kuat meski menghadapi tantangan biaya impor yang fluktuatif. Pada April lalu, MAS bahkan telah memperketat kebijakan moneter untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Berbeda dengan negara lain yang menggunakan suku bunga, Singapura mengelola ekonominya melalui nilai tukar dolar Singapura terhadap mata uang mitra dagang utama. Langkah ini dilakukan secara terukur guna menjaga stabilitas harga di pasar domestik.

Artikel terkait

Rekomendasi