Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis laporan terbaru mengenai kondisi ekonomi nasional pada pertengahan tahun ini. Tercatat, tingkat inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 menyentuh angka 3,08 persen.
Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga pada berbagai kelompok pengeluaran masyarakat. Dinamika harga energi dan sektor transportasi menjadi pemicu utama di balik kenaikan angka inflasi tersebut.
Sektor Transportasi Jadi Pendorong Utama Inflasi
Kenaikan biaya pada kelompok transportasi memberikan dampak paling signifikan terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada Mei 2026, kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,61 persen dengan sumbangsih andil mencapai 0,07 persen.
Lonjakan harga ini dipicu oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis nonsubsidi. Selain itu, tarif angkutan udara juga merangkak naik seiring dengan tren harga energi global.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa beberapa komponen utama di sektor transportasi turut menekan daya beli. Hal ini mencakup harga bensin, solar, pelumas mesin, hingga harga tiket pesawat.
Kenaikan harga avtur di pasar internasional menjadi salah satu penyebab utama di balik mahalnya tarif penerbangan. Kondisi energi dunia yang fluktuatif memberikan tekanan langsung terhadap biaya operasional sektor angkutan.
Daftar Komoditas yang Menahan Laju Inflasi
Meski terdapat kenaikan harga pada sektor energi, sejumlah komoditas pangan justru berperan sebagai penyeimbang. Beberapa harga kebutuhan pokok terpantau stabil bahkan mengalami penurunan sehingga membantu meredam inflasi lebih lanjut.
Komoditas yang menjadi peredam laju inflasi pada Mei 2026:
- Daging ayam ras yang harganya cenderung melandai.
- Telur ayam ras yang mulai mengalami normalisasi harga.
- Bawang putih yang pasokannya relatif stabil di pasar.
Pudji Ismartini menegaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki peran ganda dalam laporan kali ini. Selain menyumbang angka inflasi, kelompok ini juga memiliki komoditas yang bertindak sebagai peredam kenaikan harga.
Data Statistik Inflasi Mei 2026
Secara bulanan, inflasi pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya, April 2026, yang berada di level 0,13 persen.
Rincian data inflasi Indonesia berdasarkan periode waktu:
| Kategori Inflasi | Persentase |
|---|---|
| Inflasi Bulanan (Mei 2026) | 0,28% |
| Inflasi Tahun Kalender (Jan-Mei 2026) | 1,35% |
| Inflasi Tahunan (YoY Mei 2026) | 3,08% |
Data di atas memperlihatkan perbandingan laju inflasi dari skala bulanan hingga tahunan. Secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2026, inflasi tahun kalender Indonesia telah mencapai angka 1,35 persen.
Meskipun terdapat kenaikan pada biaya transportasi dan energi, pengendalian harga pada bahan pangan pokok diharapkan dapat terus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah tetap memantau pergerakan harga komoditas global agar dampak ke masyarakat dapat diminimalisir.