Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham DEWA, BUMI, dan MIKA Terbaru Masih Banyak Dicari 2026

Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham DEWA, BUMI, dan MIKA Terbaru Masih Banyak Dicari 2026
Foto: Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham DEWA, BUMI, dan MIKA Terbaru Masih Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan di akhir pekan, Jumat (29/5/2026), dengan bergerak di zona merah. Meskipun indeks mengalami penurunan, beberapa saham unggulan seperti DEWA, BUMI, dan MIKA justru terpantau tetap melaju kuat di awal sesi.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang merupakan hasil kolaborasi dengan Harian Bisnis Indonesia ini melemah sebesar 1,35 persen. Penurunan tersebut membawa indeks berada pada posisi 430,41 saat pasar dibuka pagi ini.

Dari total 27 emiten yang terdaftar dalam konstituen indeks ini, komposisi pergerakannya cukup bervariasi. Tercatat sebanyak 10 saham berhasil menguat, sementara 15 saham lainnya terkoreksi, dan 2 saham sisanya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Daftar Saham yang Menguat dan Melemah

Kenaikan harga saham pada pagi ini dipimpin oleh PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang melesat hingga 4,24 persen menuju level Rp344 per lembar saham. Pergerakan positif ini kemudian disusul oleh emiten tambang lainnya, yaitu PT Bumi Resources Tbk. (BUMI).

Saham BUMI tercatat naik sebesar 4,22 persen ke posisi Rp173. Sementara itu, emiten sektor kesehatan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) juga menunjukkan taji dengan kenaikan 3,64 persen di level Rp1.710.

Daftar emiten lain yang turut mencatatkan penguatan harga pada pembukaan perdagangan hari ini antara lain:

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 3,31 persen menjadi Rp625.
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang menguat 1,68 persen ke level Rp484.
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) dengan kenaikan 1,61 persen menuju Rp7.900.
  • PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang terapresiasi 1,55 persen ke harga Rp1.310.
  • PT Almatri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang tumbuh tipis 0,87 persen di level Rp2.320.

Kenaikan sejumlah saham di atas memberikan sedikit angin segar di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan. Namun, tekanan jual yang cukup besar pada beberapa emiten berkapitalisasi besar menjadi faktor penahan laju indeks.

Di sisi lain, penurunan harga yang cukup tajam harus dialami oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Saham telekomunikasi pelat merah ini merosot hingga 5,18 persen dan parkir di level Rp2.930 pada awal perdagangan.

Selain Telkom, emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) juga tertekan dengan penurunan 5,04 persen ke posisi Rp1.130. Saham unggulan lainnya yang masuk dalam daftar merah adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN).

Beberapa emiten besar lainnya yang juga mengalami koreksi harga cukup signifikan pagi ini:

  • PT Astra International Tbk. (ASII) yang turun 3,61 persen ke level Rp4.940.
  • PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) terkoreksi 3,19 persen menjadi Rp1.215.
  • PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) melemah 2,52 persen ke posisi harga Rp775.
  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 2,09 persen menuju level Rp5.850.
  • PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang menyusut 2,04 persen ke harga Rp4.790.

Pergerakan saham yang didominasi oleh zona merah ini mencerminkan sikap hati-hati para investor di pasar modal. Berikut adalah ringkasan data pergerakan beberapa saham utama dalam Indeks Bisnis-27 pada pagi hari ini.

Tabel ringkasan pergerakan harga saham pilihan di Indeks Bisnis-27:

Kode Saham Nama Emiten Perubahan (%) Harga Terakhir
DEWA Darma Henwa Tbk. +4,24% Rp344
BUMI Bumi Resources Tbk. +4,22% Rp173
MIKA Mitra Keluarga Tbk. +3,64% Rp1.710
TLKM Telkom Indonesia Tbk. -5,18% Rp2.930
AMRT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. -5,04% Rp1.130

Data di atas memperlihatkan kontras yang cukup besar antara saham-saham yang memimpin penguatan dengan saham-saham yang mengalami koreksi terdalam. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal maupun internal pasar.

Analisis IHSG dan Sentimen Pasar

Terkait kondisi pasar secara umum, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memberikan pandangannya. Ia memperkirakan bahwa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih akan berada dalam tren yang cenderung melemah.

Secara teknikal, Reza menyebutkan bahwa IHSG berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan turun. Ia menetapkan area resistance pada level 6.240 dan titik support pada level 6.060 untuk perdagangan hari ini.

Selain faktor teknikal, para pelaku pasar juga tengah mengamati kondisi makroekonomi, terutama tekanan pada nilai tukar rupiah. Saat ini, posisi rupiah telah mendekati angka Rp16.800 per dolar AS, sebuah level yang cukup krusial bagi pasar keuangan.

Reza memperingatkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah ini memiliki risiko tinggi memicu keluarnya modal asing atau capital outflow dari pasar domestik. Hal ini tentu akan menambah tekanan bagi pergerakan indeks ke depan.

Sentimen lain yang menjadi sorotan utama adalah adanya effective date atau tanggal efektif dari rebalancing indeks MSCI yang jatuh pada penutupan perdagangan hari ini. Peristiwa ini diperkirakan akan meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap pergerakan harga yang mungkin berubah drastis menjelang penutupan pasar sore nanti. Penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global terkait indeks MSCI biasanya akan memengaruhi volume transaksi secara signifikan.

Artikel terkait

Rekomendasi