Indeks Bisnis-27 Hijau, Saham AMRT dan MEDC Terbaru Paling Banyak Dicari 2026

Indeks Bisnis-27 Hijau, Saham AMRT dan MEDC Terbaru Paling Banyak Dicari 2026
Foto: Indeks Bisnis-27 Hijau, Saham AMRT dan MEDC Terbaru Paling Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Laju Indeks Bisnis-27 mencatatkan performa positif pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026). Indeks yang menjadi acuan saham-saham pilihan ini berhasil ditutup di zona hijau berkat sokongan dari sejumlah saham unggulan.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang dikelola bersama Harian Bisnis Indonesia ini menguat sebesar 0,71 persen. Posisi indeks kini berada di level 427,60 hingga penutupan pasar sore ini.

Dari total 27 konstituen yang terdaftar dalam indeks ini, pergerakan harga saham terpantau cukup bervariasi. Tercatat sebanyak 11 saham berhasil membukukan kenaikan, sementara 13 saham lainnya terkoreksi, dan 3 saham tersisa bertahan di posisi stagnan.

Daftar Saham Pendorong Kenaikan Indeks

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menjadi motor utama penguatan dengan lonjakan harga yang sangat signifikan. Saham pengelola ritel Alfamart ini melesat 20,00 persen menuju level Rp1.380 per lembar saham.

Kenaikan ini juga diikuti oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang performanya tumbuh meyakinkan. Emiten energi ini mencatatkan kenaikan sebesar 8,30 persen dan mendarat di posisi Rp1.305.

Sektor pelayanan kesehatan juga memberikan kontribusi positif melalui PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA). Harga saham MIKA terpantau menguat 4,94 persen sehingga berada di angka Rp1.700.

Beberapa emiten lain yang turut memperkuat posisi Indeks Bisnis-27 di antaranya adalah:

  • PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang naik sebesar 3,64 persen menjadi Rp1.280 per saham.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan penguatan 3,05 persen ke level Rp3.040.
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang tumbuh 2,21 persen sehingga mencapai Rp4.170.
  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang harganya terkerek 2,19 persen menuju Rp5.825.
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang ikut melaju 2,07 persen ke posisi Rp2.960.

Kenaikan kolektif dari saham-saham berkapitalisasi besar ini memberikan bantalan yang cukup kuat bagi indeks. Hal ini terjadi di tengah dinamika pasar yang masih dibayangi oleh fluktuasi harga saham sektor lainnya.

Saham yang Mengalami Tekanan di Zona Merah

Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, tidak semua saham konstituen mampu bertahan di zona hijau. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) tercatat sebagai salah satu beban indeks setelah turun 4,92 persen ke level Rp4.060.

Tekanan jual juga dirasakan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) pada perdagangan hari ini. Saham produsen mi instan ini merosot 4,23 persen dan berakhir pada angka Rp6.800.

Daftar saham yang mencatatkan penurunan performa pada penutupan hari ini meliputi:

  • PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melemah 4,17 persen menuju harga Rp161.
  • PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dengan koreksi sebesar 3,25 persen ke level Rp745.
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 2,64 persen menjadi Rp2.950.
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang terkontraksi 2,52 persen ke angka Rp580.
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dengan penurunan 2,45 persen ke posisi Rp2.390.
  • PT Astra International Tbk. (ASII) yang harus terkoreksi 2,00 persen menuju level Rp4.900.

Pelemahan ini menunjukkan adanya aksi ambil untung atau penyesuaian portofolio oleh para pelaku pasar. Sektor konsumsi dan telekomunikasi tampak menjadi yang paling terdampak dalam tekanan kali ini.

Proyeksi Teknis dan Pergerakan IHSG

Sebelum penutupan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang diprediksi akan bergerak secara mendatar atau sideways. Analisis menunjukkan indeks komposit berada pada rentang antara 6.000 hingga 6.300.

Tim riset dari MNC Sekuritas menjelaskan bahwa koreksi tipis yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya mulai diimbangi munculnya volume beli. Meski demikian, volume penjualan pada pekan lalu secara akumulatif cenderung mengalami pengecilan.

Berdasarkan analisis teknikal, posisi pergerakan indeks saat ini diperkirakan masih menjadi bagian dari pola wave tertentu. Secara spesifik, pergerakan berada di bagian wave v dari wave A dari wave (2) sesuai label hitam.

Berikut adalah rincian level krusial yang perlu diperhatikan investor untuk pergerakan indeks komposit:

Kategori Posisi Level Target 1 Level Target 2
Support (Batas Bawah) 5.996 5.899
Resistance (Batas Atas) 6.318 6.459

Data di atas menunjukkan area krusial yang dapat menjadi acuan bagi para pemodal dalam menentukan strategi perdagangan. Level 5.899 diperkirakan akan menjadi area pendukung yang kuat jika terjadi koreksi lanjutan.

Pihak MNC Sekuritas juga mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar. Area koreksi berikutnya kemungkinan besar akan menguji ketahanan level support yang telah ditetapkan.

Sebagai catatan bagi pembaca, seluruh data dan informasi pergerakan saham ini bersifat informatif semata. Keputusan untuk melakukan transaksi jual atau beli sepenuhnya merupakan tanggung jawab dan hak prerogatif setiap investor.

Redaksi menekankan bahwa segala risiko investasi, baik berupa kerugian maupun potensi keuntungan, berada di luar tanggung jawab pihak penerbit. Oleh karena itu, diperlukan analisis mendalam sebelum mengambil tindakan di pasar modal.

Artikel terkait

Rekomendasi