Ikuti Jejak Wall Street, Bursa Saham Korea Selatan Pecah Rekor ke Level 8.000

Ikuti Jejak Wall Street, Bursa Saham Korea Selatan Pecah Rekor ke Level 8.000
Foto: Ilustrasi Ikuti Jejak Wall Street, Bursa Saham Korea Selatan Pecah Rekor ke Level 8.000.
Ukuran teks

Pasar modal global kembali diramaikan oleh pencapaian gemilang, kali ini datang dari bursa saham Korea Selatan. Indeks utama mereka, Kospi, berhasil mencatatkan sejarah baru dengan menembus angka 8.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan Jumat (15/5/2026).

Kenaikan signifikan ini dipicu oleh tren besar industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Fenomena tersebut mendorong lonjakan harga saham pada perusahaan-perusahaan semikonduktor terkemuka di Negeri Ginseng.

Pada sesi perdagangan pagi, Indeks Kospi sempat melewati level psikologis 8.000 sebelum akhirnya terkoreksi tipis ke kisaran 7.900. Meskipun mengalami fluktuasi, pencapaian ini dianggap sebagai tonggak sejarah yang luar biasa bagi pasar finansial Korea Selatan.

Jika menilik ke belakang, perkembangan indeks ini sangat pesat karena setahun yang lalu Kospi masih tertahan di level 2.600. Korea Selatan sendiri merupakan basis produksi bagi raksasa teknologi dunia seperti Samsung Electronics dan SK hynix.

Kedua perusahaan tersebut merupakan pemasok utama chip memori berkinerja tinggi yang menjadi fondasi infrastruktur AI global. Berkat permintaan teknologi yang masif, baik Samsung maupun SK hynix melaporkan rekor pendapatan pada kuartal pertama tahun ini.

Berikut adalah ringkasan lonjakan performa saham dan ambisi teknologi Korea Selatan:

  • Saham Samsung Electronics mencatatkan kenaikan fantastis sekitar 190% dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
  • Saham SK hynix tumbuh lebih impresif dengan lonjakan mencapai 220% pada periode waktu yang sama.
  • Pemerintah Korea Selatan berencana melipatgandakan anggaran belanja negara untuk pengembangan sektor AI tahun ini.
  • Target ambisius ditetapkan untuk menyejajarkan posisi negara tersebut dengan Amerika Serikat dan China dalam kekuatan AI global.

Demam pembangunan pusat data AI di berbagai belahan dunia menyebabkan pesanan mikrochip memori canggih terus membanjiri produsen Korea. Kondisi ini membuat para investor optimis terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi tersebut.

Analis dari Yuanta Securities di Seoul, Lee Jae-won, memprediksi tren positif Kospi masih akan bertahan dalam waktu dekat. Ia menyebutkan bahwa selain semikonduktor, sektor infrastruktur kelistrikan untuk pusat data AI juga menjadi penopang utama kapitalisasi pasar.

Namun, beberapa pakar mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap potensi ketidakpastian di masa depan. Profesor Kim Dae-jong dari Universitas Sejong menilai tingkat permintaan pusat data AI belum tentu konsisten setelah dua tahun ke depan.

Senada dengan hal itu, Seok Byoung-hoon selaku profesor ekonomi di Universitas Wanita Ewha mempertanyakan valuasi harga saham saat ini. Ia menilai belum ada kepastian apakah ekspektasi pendapatan masa depan sudah mencapai puncaknya atau masih bisa bergerak naik.

Sentimen positif ini sebenarnya sejalan dengan kondisi di Wall Street, di mana saham Nvidia sebagai pemimpin pasar chip melonjak 4,39%. Selain faktor teknologi, situasi geopolitik yang mendingin juga memberikan rasa aman bagi para pelaku pasar.

Kepercayaan investor meningkat setelah pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Keduanya bersepakat untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka demi kelancaran distribusi minyak dunia.

Kesepakatan dua pemimpin negara besar tersebut memberikan angin segar bagi stabilitas ekonomi global secara keseluruhan. Dengan jalur pengiriman energi yang aman, kekhawatiran akan gangguan rantai pasok global dapat diminimalisir untuk sementara waktu.

Artikel terkait

Rekomendasi