Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (26/5/2026). Meski sempat menunjukkan performa solid sejak pembukaan, indeks akhirnya menyerah pada tekanan jual yang masif menjelang siang hari.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG terkoreksi sebesar 0,91 persen sehingga terdorong ke level 6.150. Pelemahan ini dipicu oleh aksi ambil untung atau profit taking yang melanda saham-saham berkapitalisasi pasar besar dan sektor komoditas.
Walaupun pergerakan saham dari Grup Barito Pacific sempat memberikan dukungan, hal tersebut tidak cukup kuat untuk menahan gelombang koreksi pasar yang meluas. Penurunan signifikan pada sejumlah saham unggulan menjadi faktor utama yang menyeret indeks ke zona negatif.
Daftar Saham Penekan Indeks
Beberapa emiten mencatatkan penurunan harga yang cukup tajam pada perdagangan sesi ini:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Anjlok 7,5 persen.
- PT Timah Tbk (TINS): Terkoreksi 7,3 persen.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Turun 3,9 persen.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Melemah 2,2 persen.
Kombinasi penurunan dari sektor perbankan dan pertambangan tersebut memberikan beban berat bagi pergerakan IHSG. Hampir seluruh indeks sektoral juga terpantau mengalami pelemahan, terutama pada sektor industri dan barang konsumen non-primer.
Sentimen Geopolitik Global
Kondisi pasar kian tertekan akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah adanya serangan Amerika Serikat ke wilayah Iran Selatan. Situasi ini mencederai harapan investor terhadap proses perdamaian di kawasan tersebut dan memicu kekhawatiran akan konflik skala global.
Dampaknya, bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah hingga siang ini. Sentimen negatif dari luar negeri tersebut membuat para pelaku pasar bersikap lebih waspada dalam mengambil keputusan investasi.
Ringkasan Statistik Perdagangan
Berikut adalah rincian aktivitas pasar modal sepanjang sesi pertama hari ini:
| Indikator Pasar | Keterangan Data |
|---|---|
| Jumlah Saham Melemah | 396 Saham |
| Jumlah Saham Menguat | 253 Saham |
| Nilai Transaksi | Rp 9,12 Triliun |
| Volume Transaksi | 15,32 Miliar Saham |
| Kapitalisasi Pasar | Rp 10.662 Triliun |
Data di atas menunjukkan bahwa dominasi saham yang melemah membuat pergerakan pasar cenderung negatif secara keseluruhan. Frekuensi perdagangan tercatat cukup tinggi mencapai 1,21 juta kali transaksi, yang menandakan aktivitas pasar masih sangat dinamis meski berada dalam tekanan.
Investor saat ini sedang mencermati perkembangan situasi geopolitik dan arah kebijakan pasar selanjutnya. Pergerakan saham di sesi kedua akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap sentimen global serta rilis data ekonomi domestik.