IHSG Melemah Tipis ke 6.127, Saham TPIA dan BBCA Terkoreksi Paling Banyak Dicari 2026

IHSG Melemah Tipis ke 6.127, Saham TPIA dan BBCA Terkoreksi Paling Banyak Dicari 2026
Foto: IHSG Melemah Tipis ke 6.127, Saham TPIA dan BBCA Terkoreksi Paling Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan koreksi tipis pada penutupan perdagangan hari Jumat, 29 Mei 2026. Indeks komposit harus merosot sebesar 0,05 persen atau turun 2,80 poin ke level 6.127,38.

Kondisi pasar modal hari ini diwarnai oleh fluktuasi yang cukup dinamis di tengah tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar. Pelemahan ini menghentikan tren positif yang sempat terjadi pada sesi pertama perdagangan di bursa saham domestik.

Ringkasan Pergerakan IHSG pada Akhir Pekan

IHSG mengawali perdagangan hari ini pada posisi 6.112,77 dan sempat menunjukkan optimisme dengan menembus level tertinggi di 6.230,50. Namun, tekanan yang muncul di sesi kedua membuat indeks perlahan kehilangan tenaganya hingga ditutup di bawah level 6.130.

Data dari Bursa Efek Indonesia mencatat dinamika pasar yang menunjukkan dominasi jumlah saham yang terkoreksi dibandingkan yang bertahan menguat. Berikut adalah rincian data perdagangan IHSG pada akhir sesi hari ini:

Rincian performa pasar modal pada penutupan perdagangan :
  • Indeks Harga Saham Gabungan berakhir di level 6.127,38 dengan penurunan 0,05 persen.
  • Jumlah saham yang mengalami kenaikan harga tercatat sebanyak 271 emiten.
  • Sebanyak 409 saham bergerak turun atau terdepresiasi dari harga penutupan sebelumnya.
  • Sisanya sebanyak 137 saham berada di posisi stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
  • Total nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia saat ini mencapai Rp10.752,19 triliun.

Meskipun indeks mengalami penurunan tipis, beberapa emiten tetap berhasil mencatatkan penguatan harga yang cukup signifikan. Sektor-sektor tertentu masih menjadi penopang utama agar IHSG tidak jatuh terlalu dalam ke zona merah.

Daftar Saham Big Caps yang Menguat dan Melemah

Dalam jajaran saham berkapitalisasi besar atau big caps, performa beragam ditunjukkan oleh emiten-emiten raksasa. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) tampil gemilang dengan lonjakan harga maksimal mencapai 25 persen ke posisi Rp3.300.

Tren positif ini juga diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang harganya melambung 13,89 persen ke angka Rp492. Selain itu, saham AMMN dan DCII turut memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan bursa hari ini.

Berikut adalah perbandingan performa beberapa saham unggulan yang memengaruhi gerak indeks pada hari ini:

Kode Saham Nama Emiten Pergerakan Harga Harga Penutupan
BREN Barito Renewables Energy Tbk. Naik 25,00% Rp3.300
DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk. Naik 13,89% Rp492
AMMN Amman Mineral Internasional Tbk. Naik 6,11% Rp3.300
TPIA Chandra Asri Pacific Tbk. Turun 6,05% Rp1.785
BBCA Bank Central Asia Tbk. Turun 4,60% Rp5.700
BBRI Bank Rakyat Indonesia Tbk. Turun 3,91% Rp2.380

Data di atas menunjukkan bahwa tekanan jual yang cukup besar terjadi pada sektor perbankan dan petrokimia. Saham BBCA dan BBRI yang memiliki bobot besar terhadap indeks menjadi faktor utama penekan IHSG di akhir sesi perdagangan.

Analisis Sektoral dan Pengaruh Sentimen Pasar

Pada sesi pertama perdagangan, IHSG sebenarnya sempat melaju cukup kencang dengan penguatan mencapai 1,43 persen ke level 6.218. Penguatan di awal tersebut dipicu oleh aksi beli pada saham-saham milik konglomerasi besar di tanah air.

Berdasarkan analisis dari Mirae Asset Sekuritas, reli kenaikan sempat dipimpin oleh emiten di bawah naungan Grup Barito. Selain BREN yang menyentuh batas atas, saham-saham terafiliasi lainnya seperti CUAN, BRPT, dan PTRO juga mencatatkan penguatan dua digit.

Rincian penguatan saham grup Barito dan sektor pendorong lainnya :

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) tercatat melesat signifikan sebesar 24,8 persen.
  • Induk usaha yakni PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) berhasil tumbuh sebesar 23,2 persen.
  • Emiten penyedia jasa pertambangan PT Petrosea Tbk. (PTRO) ikut menguat sebesar 20,6 persen.
  • Sektor logistik serta infrastruktur menjadi penggerak utama pasar sepanjang hari perdagangan.
  • Secara total, terdapat tujuh indeks sektoral yang mengakhiri hari di zona hijau meskipun IHSG melemah.

Peningkatan performa pada sektor IDX Basic dan IDX Infrastructure sempat memberikan harapan bagi pelaku pasar untuk penutupan yang positif. Namun, volatilitas pasar meningkat seiring dengan jadwal efektif rebalancing indeks MSCI pada hari yang sama.

Sentimen Rebalancing MSCI dan Volatilitas Tinggi

Pelaku pasar hari ini tampak mengantisipasi perubahan komposisi pada indeks MSCI yang mulai berlaku efektif. Fenomena ini biasanya memicu volume transaksi yang besar dan volatilitas harga yang tidak terduga pada saham-saham tertentu.

Penurunan saham-saham perbankan seperti BBCA dan BBRI di penghujung hari diduga merupakan bagian dari penyesuaian portofolio investor institusi. Hal ini berdampak langsung pada posisi IHSG yang akhirnya terpaksa parkir di zona merah tipis.

Sebagai informasi tambahan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi perhatian investor karena sempat mengalami tekanan. Sentimen fiskal domestik dan dinamika pasar global masih terus membayangi langkah para pemodal di bursa domestik.

Meskipun indeks mengalami tekanan, nilai transaksi di bursa tetap aktif dengan kapitalisasi yang terjaga di angka Rp10.752 triliun. Para analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap potensi fluktuasi lanjutan pada pembukaan perdagangan pekan depan.

Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Ulasan mengenai pergerakan harga saham ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu.

Dengan berakhirnya perdagangan pekan ini, IHSG memperlihatkan ketahanan di level 6.100 meski dibayangi aksi profit taking pada saham-saham perbankan. Investor kini menantikan rilis data ekonomi terbaru untuk menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi