IHSG Melemah Tajam, Purbaya Ungkap Rumor Downgrade S&P Jadi Penyebab Mengejutkan 2026

IHSG Melemah Tajam, Purbaya Ungkap Rumor Downgrade S&P Jadi Penyebab Mengejutkan 2026
Foto: IHSG Melemah Tajam, Purbaya Ungkap Rumor Downgrade S&P Jadi Penyebab Mengejutkan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan tegas terkait merosotnya performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini. Ia mensinyalir adanya spekulasi negatif yang sengaja diembuskan di pasar modal.

Menurut Purbaya, isu mengenai potensi penurunan peringkat kredit atau downgrade utang Indonesia oleh lembaga internasional S&P Global Ratings menjadi pemicu utama. Rumor tersebut dinilai telah menciptakan tekanan besar, baik terhadap pergerakan bursa saham maupun nilai tukar rupiah.

Purbaya menyayangkan beredarnya spekulasi tersebut di tengah kunjungan delegasi S&P ke Indonesia. Padahal, ia mengaku belum sempat memberikan penjelasan resmi kepada lembaga pemeringkat tersebut saat isu mulai mencuat.

"Banyak rumor beredar saat S&P datang ke sini, seolah-olah mereka akan melakukan downgrade. Padahal, pertemuan saya dengan mereka baru dijadwalkan nanti malam," ungkap Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Kondisi Fiskal Masih Terjaga

Menteri Keuangan menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya masih berada dalam posisi yang aman. Ia menilai bahwa kekhawatiran pasar terhadap penurunan peringkat kredit tersebut tidak didasari oleh fakta yang akurat.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan pihak S&P sudah dijalin sebelumnya saat ia melakukan kunjungan kerja ke Washington, Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, lembaga internasional itu justru menunjukkan apresiasi positif terhadap kebijakan ekonomi nasional.

"Jika kita melihat kondisi fiskal kita saat ini, saya rasa tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan," tuturnya untuk menenangkan kegelisahan pelaku pasar.

Purbaya juga menjelaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan pembahasan regulasi penting bersama DPR. Pertemuan dengan S&P dilakukan tepat setelah ia merampungkan agenda rapat mengenai RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Beberapa poin utama yang disampaikan oleh Menteri Keuangan terkait kondisi pasar saat ini:

  • Isu penurunan peringkat kredit (downgrade) oleh S&P dianggap sebagai kabar burung yang tidak berdasar.
  • Tekanan pada IHSG dan rupiah lebih banyak dipicu oleh sentimen negatif dari spekulasi pasar domestik.
  • Indikator fundamental fiskal Indonesia tetap menunjukkan performa yang stabil dan terkendali.
  • Pemerintah terus menjaga komunikasi intensif dengan lembaga pemeringkat internasional untuk memastikan persepsi ekonomi tetap objektif.

Pernyataan tersebut diharapkan dapat meredam gejolak di pasar keuangan yang sempat memanas dalam beberapa hari terakhir. Melalui klarifikasi ini, pemerintah meyakinkan investor bahwa ketahanan ekonomi nasional masih cukup kuat menghadapi tantangan global.

Sebagai informasi tambahan, pergerakan pasar saham dan kurs rupiah memang sedang berada dalam pengawasan ketat. Berikut adalah ringkasan singkat mengenai situasi pasar yang menjadi latar belakang pernyataan Menkeu tersebut.

Indikator Pasar Kondisi Terakhir
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Mengalami koreksi tajam sekitar 2,35%
Nilai Tukar Rupiah Melemah hingga menembus level Rp17.900 per USD
Status Peringkat Kredit Tetap stabil, menunggu hasil evaluasi resmi S&P

Data di atas menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap isu fiskal yang beredar di publik. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau para pelaku pasar agar lebih bijak dalam menyerap informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh rumor yang belum terverifikasi kebenarannya.

Artikel terkait

Rekomendasi