IHSG Melejit ke 6.195, Saham BREN dan Big Banks Paling Banyak Dicari 2026

IHSG Melejit ke 6.195, Saham BREN dan Big Banks Paling Banyak Dicari 2026
Foto: IHSG Melejit ke 6.195, Saham BREN dan Big Banks Paling Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Selasa (2/6/2026) dengan performa yang cukup mengesankan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini tercatat menguat sebesar 1,11 persen atau bertambah 68,04 poin hingga mencapai posisi 6.195,42.

Sepanjang jam perdagangan, IHSG sempat dibuka pada level 6.210 dan bergerak fluktuatif namun tetap dalam tren positif. Indeks bahkan sempat menyentuh level tertingginya di angka 6.264,26 sebelum akhirnya melandai saat penutupan.

Analisis Pergerakan Pasar dan Kapitalisasi

Kenaikan hari ini didukung oleh 281 saham yang bergerak menguat, sementara terdapat 389 saham yang mengalami penurunan. Adapun 147 saham lainnya bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan harga yang berarti.

Kekuatan pasar saat ini tercermin dari total kapitalisasi pasar yang kini menyentuh angka Rp10.918,65 triliun. Hal ini membuktikan bahwa minat investor terhadap pasar modal dalam negeri tetap terjaga dengan baik.

Daftar saham berkapitalisasi besar yang memimpin kenaikan pada perdagangan kali ini:

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melesat 25 persen ke level harga Rp615 per lembar saham.
  • PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) tumbuh signifikan 24,85 persen menjadi Rp4.120 per saham.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terpantau menguat 17,88 persen ke posisi Rp3.890.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) ikut merangkak naik 6,44 persen menuju level Rp1.900.

Lonjakan saham-saham di atas memberikan kontribusi yang besar terhadap penguatan IHSG secara keseluruhan. Kenaikan DSSA dan BREN secara signifikan menjadi motor penggerak utama di sektor energi dan bahan baku.

Dominasi Perbankan dan Daftar Top Gainers

Tidak hanya saham-saham energi, jajaran bank kelas atas atau big banks juga kompak mencatatkan hasil positif. Seluruh bank besar di Indonesia berhasil menutup hari di zona hijau secara berbarengan.

Berikut adalah ringkasan pergerakan harga saham empat bank besar utama di Bursa Efek Indonesia:

Nama Emiten Kode Saham Persentase Kenaikan
Bank Rakyat Indonesia BBRI 3,05%
Bank Mandiri BMRI 2,21%
Bank Central Asia BBCA 2,19%
Bank Negara Indonesia BBNI 1,62%

Performa perbankan yang solid ini semakin memperkuat stabilitas indeks komposit di tengah dinamika pasar global. Investor nampaknya masih menaruh kepercayaan besar pada fundamental emiten perbankan nasional.

Di sisi lain, daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers hari ini dipuncaki oleh PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk. (BEER). Saham ini melonjak tajam hingga 34,94 persen dan berakhir pada harga Rp112 per saham.

Menyusul di posisi berikutnya adalah PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) yang mencatatkan pertumbuhan 34,85 persen. Pergerakan ini membawa harga saham NZIA ke level Rp178 per lembar pada penutupan perdagangan sore ini.

Momentum dan Kondisi Pasar Regional

Momentum positif IHSG sebenarnya sudah terlihat sejak awal perdagangan sesi pertama setelah libur berakhir. Indeks mampu mempertahankan laju penguatannya tanpa hambatan yang berarti sepanjang hari.

Bahkan pada penutupan sesi pertama, IHSG tercatat melaju sangat kuat dengan kenaikan 1,49 persen ke level 6.219. Data dari Mirae Asset Sekuritas menunjukkan bahwa dominasi saham big caps seperti DSSA, CUAN, dan BREN sangat menentukan arah indeks.

Sektor energi dan bahan baku menjadi penopang utama yang memberikan kontribusi impresif selama sesi perdagangan berlangsung. Kondisi internal bursa Indonesia ini tergolong menarik karena bergerak melawan arus tren regional.

Mayoritas bursa utama di kawasan Asia justru cenderung melemah hingga siang hari tadi karena berbagai tekanan pasar. Meski demikian, bursa Hong Kong menjadi pengecualian dengan catatan penguatan mencapai lebih dari 1 persen.

Penting untuk diingat bahwa laporan ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk transaksi jual atau beli saham. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi dari masing-masing investor.

Kerugian maupun keuntungan yang terjadi akibat keputusan investasi yang diambil setelah membaca berita ini bukan tanggung jawab redaksi. Pastikan Anda selalu melakukan analisis mendalam sebelum memulai langkah di pasar modal.

Artikel terkait

Rekomendasi