Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada sesi perdagangan Senin (8/6/2026). Tren negatif yang membayangi pasar sejak pekan lalu diperkirakan masih menjadi beban utama pergerakan indeks.
Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, memproyeksikan bahwa koreksi IHSG masih berpotensi berlanjut di awal pekan. Ia memetakan area penyangga atau support indeks berada di angka 5.517, dengan titik hambatan atau resistensi pada level 5.734.
Menurut Herditya, sentimen negatif yang terjadi sepanjang minggu lalu kemungkinan besar masih akan terbawa hingga pekan ini. Kondisi pasar yang belum stabil membuat pergerakan IHSG cenderung rawan untuk kembali terkoreksi.
Rekomendasi Saham Pilihan untuk Investor Ritel
Meskipun kondisi pasar sedang tertekan, Herditya menilai masih ada beberapa emiten yang layak diperhatikan oleh para investor ritel. Pergerakan saham-saham ini diprediksi memiliki volatilitas yang menarik untuk dicermati pada perdagangan esok hari.
Berikut adalah daftar saham pilihan beserta proyeksi rentang harga pergerakannya:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Saham ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif dalam rentang harga antara Rp3.020 hingga Rp3.200 per lembar saham.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Emiten tambang ini diproyeksikan akan diperdagangkan pada kisaran harga Rp610 sampai dengan Rp660.
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Saham MBMA diperkirakan bergerak pada level support Rp472 hingga resistensi di Rp520 per saham.
Ketiga saham tersebut merupakan pilihan yang disarankan berdasarkan analisis pergerakan harga terkini di pasar modal. Investor diharapkan tetap waspada dan menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.
Risiko Arus Keluar Dana Asing dan Rupiah
Elandry Pratama, Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, turut memberikan pandangannya mengenai kondisi IHSG yang masih cenderung volatil. Risiko pelemahan indeks masih terbuka lebar jika aksi jual investor asing atau foreign outflow terus berlanjut.
Selain faktor arus modal, tekanan terhadap mata uang rupiah terhadap dollar AS juga menjadi sentimen negatif yang cukup krusial. Elandry menekankan bahwa level 5.500 kini menjadi batas psikologis yang sangat penting bagi ketahanan indeks.
Jika posisi IHSG merosot di bawah angka 5.500, tekanan jual dikhawatirkan bakal semakin masif. Dalam skenario tersebut, indeks berisiko menguji level penyangga berikutnya di kisaran angka 5.300 hingga 5.400.
Namun, harapan untuk pembalikan arah atau technical rebound mulai terlihat setelah pasar mengalami penurunan yang cukup dalam. Peluang ini dapat terealisasi apabila muncul sentimen positif, seperti meredanya tekanan arus modal keluar.
Dampak Suku Bunga Terhadap Pasar Saham
Kenaikan suku bunga secara umum sering dianggap sebagai kabar buruk bagi pasar saham karena dapat memicu peningkatan biaya pendanaan bagi emiten. Kondisi ini berpotensi menekan valuasi saham serta mengalihkan minat investor ke instrumen pendapatan tetap.
Namun, Elandry menjelaskan bahwa dampaknya bisa berubah menjadi positif jika kenaikan suku bunga mampu menstabilkan nilai tukar rupiah. Stabilitas mata uang dan inflasi yang terkendali sangat krusial untuk mengembalikan kepercayaan pemodal internasional.
Ringkasan proyeksi teknikal IHSG untuk perdagangan pekan ini adalah sebagai berikut:
| Indikator Pasar | Level / Kondisi |
|---|---|
| Support Kuat | 5.517 |
| Support Psikologis | 5.500 |
| Target Resistensi | 5.734 |
| Area Risiko Lanjutan | 5.300 - 5.400 |
Tabel di atas merangkum titik-titik krusial yang perlu dipantau oleh para pelaku pasar sepanjang perdagangan pekan ini. Memahami level-level tersebut akan membantu investor dalam menentukan momen masuk maupun keluar dari pasar secara lebih terukur.
Elandry menambahkan bahwa pemulihan sentimen pasar dalam jangka menengah sangat bergantung pada kebijakan moneter yang diambil. Beberapa saham tertentu tetap menunjukkan daya tarik tersendiri meskipun suku bunga masih berada di level yang tinggi.