Dejan Lovren Sindir Ego Arne Slot dan Carragher soal Mohamed Salah, Mengejutkan!

Dejan Lovren Sindir Ego Arne Slot dan Carragher soal Mohamed Salah, Mengejutkan!
Foto: Dejan Lovren Sindir Ego Arne Slot dan Carragher soal Mohamed Salah, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kabar mengenai rencana Mohamed Salah untuk meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026 terus menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola. Keputusan bintang asal Mesir tersebut seolah menjadi penanda berakhirnya sebuah era kejayaan yang luar biasa panjang di Stadion Anfield.

Meskipun kontraknya sebenarnya masih menyisakan satu tahun lagi, manajemen Liverpool telah secara terbuka mengonfirmasi bahwa Salah akan segera hengkang. Langkah mengejutkan ini memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan besar di kalangan penggemar mengenai alasan utama di balik keputusan tersebut.

Musim 2025/2026 memang menjadi periode yang penuh tantangan sekaligus menyakitkan bagi klub berjuluk The Reds. Selain harus menerima kenyataan pahit finis di posisi kelima klasemen Premier League, mereka juga kehilangan dua pilar penting sekaligus.

Nama Andrew Robertson dan Mohamed Salah dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuad di masa depan. Kondisi ini membuat mantan bek Liverpool, Dejan Lovren, angkat bicara untuk memberikan pandangan mendalam mengenai situasi yang dialami sahabat dekatnya tersebut.

Lovren tidak hanya membahas mengenai dinamika hubungan antara sang penyerang sayap dengan manajer Arne Slot. Ia juga melontarkan kecaman keras kepada berbagai pihak yang dinilai telah memperlakukan Salah secara tidak adil selama musim kompetisi terakhir.

Ketegangan Antara Mohamed Salah dan Arne Slot

Dejan Lovren memiliki keyakinan kuat bahwa hubungan pribadi antara Mohamed Salah dan Arne Slot menjadi pemicu utama di balik keputusan hengkangnya sang pemain. Lovren menyebutkan bahwa jalinan kerja sama antara keduanya tidak pernah benar-benar harmonis sejak awal.

Kabar mengenai adanya keretakan internal antara Salah dan sang pelatih sebenarnya sudah sering terdengar sepanjang musim lalu. Banyak pendukung setia Liverpool mulai mencurigai bahwa ketegangan di balik layar inilah yang membuat Salah merasa perlu mencari petualangan baru.

Sebagai orang yang memiliki hubungan emosional yang sangat dekat dengan Salah, Lovren mengaku melihat masalah mendalam yang tidak kunjung menemukan solusi. Ia bahkan memberikan indikasi bahwa faktor ego mungkin saja menjadi penghalang dalam komunikasi mereka berdua.

Lovren memberikan pernyataan tegas mengenai hubungan antara pemain bintang tersebut dengan sang manajer :

  • "Sama sekali tidak ada jalinan hubungan yang baik antara Salah dengan Slot, dan saya tidak mengerti apa penyebab pastinya."
  • "Apakah ini soal kesombongan? Mungkin saja ada masalah ego di sana, di mana mungkin Mo dianggap terlalu besar untuk dikendalikan olehnya."

Komentar pedas Lovren yang dikutip dari Sportsmole ini menggambarkan betapa peliknya situasi internal yang terjadi di Liverpool. Perselisihan ini nampaknya menjadi salah satu alasan mengapa Salah memilih untuk menyudahi kariernya di Merseyside lebih cepat dari yang diharapkan.

Pembelaan Lovren Atas Kritik Tajam Terhadap Salah

Selain menyinggung masalah pelatih, Lovren juga merasa sangat geram dengan cara media serta para komentator sepak bola memperlakukan Mohamed Salah. Ia menilai kritikan yang dialamatkan kepada mantan pemain AS Roma itu sudah melampaui batas kewajaran.

Bagi Lovren, banyak pihak seakan-akan menderita amnesia dan melupakan segudang prestasi yang telah dipersembahkan Salah selama hampir satu dekade. Meskipun tim sedang mengalami musim yang berat, Salah dianggap tetap menunjukkan profesionalisme yang tinggi di lapangan.

Jika menilik pada data statistik, performa individu pemain berusia 33 tahun ini sebenarnya masih sangat kompetitif. Angka-angka yang dihasilkan Salah bahkan mampu melampaui performa banyak pemain bintang lain yang bermain di kasta tertinggi Liga Inggris.

Berikut adalah perbandingan kontribusi Mohamed Salah dengan pemain sayap top lainnya pada musim lalu :

Nama Pemain Klub Jumlah Gol Jumlah Assist
Mohamed Salah Liverpool 12 Gol 10 Assist
Bukayo Saka Arsenal 11 Gol 7 Assist

Data di atas memperlihatkan bahwa kontribusi Salah masih sangat signifikan bagi lini serang The Reds dibandingkan pemain sekelas Bukayo Saka. Hal inilah yang mendasari kekecewaan Lovren terhadap penilaian negatif yang terus berdatangan kepada rekannya tersebut.

Lovren menyebut bahwa perlakuan yang diterima Salah sangat menjijikkan karena sang pemain terus dijadikan kambing hitam. Ia mempertanyakan mengapa kontribusi luar biasa selama delapan atau sembilan tahun terakhir seolah hilang begitu saja hanya karena satu musim yang sulit.

Kecaman Terhadap Jamie Carragher

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Dejan Lovren juga tidak ragu untuk menyerang balik para komentator senior, termasuk Jamie Carragher. Ia merasa Carragher adalah salah satu sosok yang paling sering menyudutkan Salah melalui pernyataan-pernyataan negatifnya.

Lovren berpendapat bahwa beberapa komentator hanya mencari panggung atau popularitas dengan melontarkan kritik yang sangat tajam. Ia merasa Salah selalu dijadikan sasaran empuk saat performa kolektif Liverpool sedang mengalami penurunan performa secara keseluruhan.

Menurut pandangannya, kinerja seorang pemain harus dinilai secara objektif dengan melihat kondisi tim secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi individu saja. Itulah alasan mengapa Lovren merasa kritik yang diterima Salah merupakan tindakan yang tidak adil dan tidak profesional.

Lovren memberikan sindiran keras terkait motif di balik kritik yang sering dilontarkan oleh para pengamat sepak bola :

  • "Ada beberapa komentator yang sengaja melakukan hal itu demi menarik perhatian publik semata."
  • "Mungkin karena mereka kurang berhasil di bidang lain dalam kehidupan mereka, sehingga merasa perlu merasa hebat dengan cara seperti ini."
  • "Mereka sering menempatkan Mo dalam sorotan negatif, terutama Carragher yang merasa bebas mengatakan apa saja sesuka hatinya."

Pernyataan Lovren ini menutup pembelaannya terhadap salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Liverpool tersebut. Kini, dengan kepindahan Andrew Robertson ke Tottenham dan perombakan di kursi kepelatihan, Liverpool harus bersiap menghadapi era baru tanpa kehadiran sang raja dari Mesir.

Artikel terkait

Rekomendasi