Kabar mengejutkan datang dari Anfield setelah bintang utama mereka, Mohamed Salah, resmi memutuskan untuk meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026. Meskipun kontraknya masih tersisa satu tahun lagi, penyerang asal Mesir ini telah membulatkan tekad untuk pergi sejak Maret lalu.
Keputusan besar ini memicu berbagai reaksi, termasuk dari mantan rekan setim sekaligus sahabat dekatnya, Dejan Lovren. Bek asal Kroasia tersebut memberikan pandangan jujurnya mengenai alasan di balik kepergian sang megabintang dari klub Merseyside.
Retaknya Hubungan dengan Arne Slot Jadi Pemicu
Dejan Lovren meyakini bahwa faktor utama yang membuat Salah memilih hengkang adalah ketidakharmonisan hubungan dengan manajer Liverpool saat itu, Arne Slot. Menurut Lovren, dinamika di ruang ganti tidak lagi sama sejak pergantian kepemimpinan dari era Jurgen Klopp.
Kondisi ini sangat kontras dengan musim 2024/2025, di mana Salah tampil luar biasa sebagai pilar utama yang membawa The Reds meraih gelar juara. Namun, peran Salah dilaporkan mulai menurun di bawah arahan Slot sepanjang musim terakhirnya.
Beberapa poin krusial terkait situasi Mohamed Salah dan Liverpool menurut pandangan Lovren:
- Ketidakmampuan manajer dalam menjaga hubungan personal yang baik dengan pemain kunci.
- Perbedaan drastis perlakuan yang diterima Salah antara era Jurgen Klopp dan era Arne Slot.
- Keputusan Salah untuk tetap pergi meski pihak klub sempat mencoba mempertahankannya.
- Hilangnya rasa saling percaya yang mengakibatkan performa dan kenyamanan pemain terganggu.
Lovren menekankan bahwa tanpa adanya ikatan emosional dan kepercayaan dari pelatih, sulit bagi pemain sekaliber Salah untuk memberikan kemampuan terbaiknya secara konsisten di lapangan.
Perbandingan Hubungan dengan Klopp dan Slot
Lovren menjelaskan bahwa hubungan antara Salah dan Klopp memang tidak selalu mulus tanpa kendala, namun keduanya memiliki dasar rasa saling menghormati yang sangat kuat. Klopp memberikan kepercayaan penuh, dan Salah membalasnya dengan performa maksimal di setiap pertandingan.
Keadaan berubah total ketika Arne Slot mengambil alih kendali tim. Lovren menyebutkan bahwa tidak ada koneksi yang terjalin antara manajer asal Belanda tersebut dengan Salah, sehingga sang pemain merasa tidak lagi menjadi bagian penting dari rencana tim.
Ringkasan statistik dan masa bakti Mohamed Salah selama berseragam Liverpool:
| Kategori Data | Keterangan |
|---|---|
| Durasi Karier di Anfield | 9 Tahun |
| Total Gol | 255 Gol |
| Total Assist | 122 Assist |
| Status Kontrak Terakhir | Tersisa 1 Tahun saat memutuskan pergi |
Data di atas menunjukkan betapa besarnya kontribusi Salah bagi Liverpool selama hampir satu dekade. Kepergiannya tentu meninggalkan lubang besar yang sulit ditutup oleh pemain mana pun dalam waktu singkat.
Nasib Arne Slot di Liverpool
Menariknya, Liverpool juga baru saja mengumumkan berakhirnya kerja sama mereka dengan Arne Slot pada akhir Mei lalu. Kedua belah pihak sepakat untuk berpisah tak lama setelah berita kepergian Salah menjadi konsumsi publik.
Lovren merasa sangat menyayangkan bagaimana Salah harus mengakhiri perjalanannya di Liverpool dengan cara seperti ini. Ia tidak menyangka perselisihan internal dengan satu individu bisa mengakhiri karier cemerlang sang legenda di Anfield lebih cepat dari seharusnya.
Mengenai masa depannya, Mohamed Salah masih menyimpan rapat identitas klub barunya dan meminta para penggemar untuk bersabar. Ia hanya memberikan isyarat bahwa publik akan segera mengetahui tujuan selanjutnya dalam waktu dekat.