IHSG Ambles 1,5% ke Level 6.700 di Pembukaan Perdagangan Pagi Ini

IHSG Ambles 1,5% ke Level 6.700 di Pembukaan Perdagangan Pagi Ini
Foto: Ilustrasi IHSG Ambles 1,5% ke Level 6.700 di Pembukaan Perdagangan Pagi Ini.
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tengah pekan dengan tren negatif yang cukup signifikan. Pergerakan pasar modal domestik langsung meluncur ke zona merah begitu bel pembukaan berbunyi.

Pada perdagangan Rabu pagi (13/05/2026), IHSG tercatat mengalami koreksi tajam sebesar 1,55 persen. Penurunan ini memaksa indeks terlempar dari posisi sebelumnya hingga menyentuh level 6.752.

Rupiah Turut Tertekan Dolar AS

Kondisi pasar modal yang sedang lesu ternyata sejalan dengan performa mata uang Garuda yang juga menunjukkan pelemahan. Nilai tukar Rupiah terpantau kembali terkoreksi cukup dalam terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Mata uang lokal ini merosot hingga mencapai posisi Rp17.500 per Dolar AS pada sesi awal perdagangan. Pelemahan ganda antara pasar saham dan nilai tukar ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar dan investor.

Berikut adalah rincian data indikator pasar pada pembukaan perdagangan tersebut:
Indikator Pasar Posisi / Nilai Keterangan
IHSG 6.752 Melemah 1,55%
Nilai Tukar Rupiah Rp17.500 Per Dolar AS
Waktu Data 13 Mei 2026 Pukul 09:10 WIB

Data di atas merangkum kondisi terkini pergerakan pasar keuangan Indonesia yang sedang mengalami tekanan hebat. Para investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas yang terjadi di lantai bursa sepanjang hari ini.

Sentimen Global dan Domestik

Merosotnya IHSG ke level 6.700-an ini menambah daftar panjang tantangan ekonomi di kuartal kedua tahun 2026. Berbagai isu strategis, termasuk penyesuaian bobot saham dalam indeks global seperti MSCI, diduga masih membayangi arah gerak pasar modal.

Selain faktor teknis rebalancing indeks, sentimen eksternal dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat juga kerap memengaruhi kepercayaan diri pemodal. Hal ini memicu aksi jual yang berimbas pada tertekannya posisi IHSG secara keseluruhan.

Kondisi ini sangat kontras dengan pergerakan beberapa bulan sebelumnya, di mana indeks sempat berada pada tren penguatan yang optimis. Kini, pelaku pasar menunggu langkah antisipasi dari otoritas terkait guna meredam gejolak yang sedang berlangsung.

Artikel terkait

Rekomendasi