Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, secara resmi membuka acara MNC Forum ke-82 yang digelar di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan betapa krusialnya peran pasar modal bagi kemajuan ekonomi di Indonesia.
Hary Tanoe menjelaskan bahwa pasar modal merupakan instrumen yang sangat vital untuk menopang pertumbuhan nasional. Hal ini dikarenakan pasar modal mampu menyediakan pembiayaan jangka panjang bagi para pelaku usaha.
Dua Pilar Utama dalam Sistem Keuangan
Menurut Hary Tanoe, sistem keuangan pada sebuah negara pada dasarnya berdiri di atas dua pilar utama. Pilar tersebut mencakup pasar uang dan pasar modal yang memiliki fungsi berbeda dalam pendanaan.
Pasar uang umumnya didominasi oleh sektor perbankan yang fokus pada penyediaan biaya untuk jangka pendek. Sementara itu, pasar modal menyediakan akses dana jangka panjang melalui instrumen ekuitas maupun surat utang.
Berikut adalah perbedaan karakteristik antara pasar uang dan pasar modal menurut pemaparan HT:
| Aspek Perbandingan | Pasar Uang | Pasar Modal |
|---|---|---|
| Jangka Waktu Pendanaan | Jangka Pendek | Jangka Panjang |
| Pilar Utama | Sektor Perbankan | Ekuitas dan Surat Utang |
| Tujuan Utama | Likuiditas Operasional | Investasi dan Ekspansi |
Data di atas menunjukkan bahwa kedua instrumen tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam menggerakkan roda ekonomi. Perusahaan memerlukan kedua akses ini untuk menjaga stabilitas sekaligus melakukan pengembangan bisnis.
Korelasi Ekonomi Besar dengan Pasar Modal
HT menegaskan bahwa negara dengan skala ekonomi yang besar pasti didukung oleh pasar modal yang kuat. Hal ini terjadi karena pasar modal memfasilitasi kebutuhan investasi dan ekspansi usaha secara masif.
Ia kemudian mengambil contoh perkembangan ekonomi di China yang mengalami pertumbuhan sangat pesat. Momentum tersebut dimulai sejak negara tersebut membuka akses pasar modal seluas-luasnya untuk pembiayaan jangka panjang.
Dahulu, China belum memiliki kekuatan di sektor pasar modal seperti saat ini. Namun, setelah sistem tersebut dibuka, modal dengan biaya murah mulai masuk dan mendanai investasi dalam skala besar.
Keberhasilan China dalam memperbesar ukuran ekonominya menjadi bukti nyata efektifitas pasar modal. Banyak negara lain juga mengalami percepatan ekonomi setelah mereka memperkuat sistem pasar modalnya.
Solusi Penguatan Modal Perusahaan
Hary Tanoe menilai bahwa perusahaan tidak bisa selamanya hanya bergantung pada pinjaman atau utang untuk berkembang. Hal ini disebabkan adanya batasan kemampuan dalam mengelola rasio utang atau leverage.
Sebagai solusi, pasar modal hadir untuk memperkokoh struktur permodalan internal perusahaan. Melalui penawaran saham kepada publik, perusahaan bisa mendapatkan modal segar tanpa harus terbebani bunga utang.
Poin penting mengenai keuntungan perusahaan masuk ke pasar modal:
- Mendapatkan akses pendanaan jangka panjang yang lebih stabil.
- Memperkuat struktur permodalan tanpa menambah beban utang.
- Meningkatkan profesionalisme dan transparansi tata kelola perusahaan.
- Membuka peluang ekspansi bisnis yang lebih luas dan masif.
Langkah-langkah di atas dianggap sebagai strategi paling efektif bagi perusahaan yang ingin tumbuh berkelanjutan. Dengan menjadi perusahaan publik, daya saing korporasi di level nasional maupun global akan semakin meningkat.