Harga Minyak Dunia Anjlok 1,7 Persen Usai Trump Janji Akhiri Perang Iran 2026

Harga Minyak Dunia Anjlok 1,7 Persen Usai Trump Janji Akhiri Perang Iran 2026
Foto: Harga Minyak Dunia Anjlok 1,7 Persen Usai Trump Janji Akhiri Perang Iran 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Harga minyak dunia mengalami koreksi sebesar 1,7 persen menyusul rencana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Langkah diplomasi ini memberikan sentimen positif bagi pasar energi global yang selama ini dibayangi ketegangan.

Berdasarkan data dari CNBC pada Jumat (29/5/2026), minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 1,73 persen ke level 87,36 dollar AS atau setara Rp 1,55 juta per barel. Penurunan serupa juga terjadi pada minyak Brent yang merosot 1,77 persen menjadi 92,05 dollar AS atau sekitar Rp 1,6 juta per barel.

Upaya Diplomasi dan Syarat Perdamaian

Penurunan harga ini dipandang sebagai sinyal awal meredanya ketegangan di Timur Tengah. Presiden Trump menyatakan keinginannya untuk menormalkan jalur perdagangan internasional yang vital bagi distribusi minyak.

Trump menegaskan agar Selat Hormuz dibuka sepenuhnya tanpa hambatan maupun biaya tambahan bagi kapal yang melintas. Selain itu, ia menuntut pembersihan ranjau laut yang sebelumnya dipasang oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Syarat tambahan yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat mencakup poin-poin berikut:

  • Izin bagi Amerika Serikat untuk melakukan penggalian di lokasi reruntuhan akibat serangan tahun lalu.
  • Penghancuran sisa-sisa uranium yang diperkaya yang terkubur di wilayah konflik tersebut.
  • Kesepakatan bersama untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari ke depan.

Rangkaian syarat ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk menghentikan kontak senjata secara permanen. Kesepakatan gencatan senjata sementara ini memberikan ruang bagi kedua negara untuk merumuskan langkah perdamaian jangka panjang.

Tantangan di Tengah Saling Curiga

Meski jalur diplomasi mulai terbuka, atmosfer kecurigaan antara kedua belah pihak belum sepenuhnya hilang. Iran tetap waspada terhadap pernyataan Trump yang dinilai berisiko melanggar komitmen bersama yang telah dibangun.

Media internasional melaporkan bahwa strategi Trump yang menggabungkan ancaman militer dengan jalur diplomasi menjadi ciri khas dari konflik ini. Hal tersebut menciptakan dinamika yang kompleks dalam proses perundingan damai.

Ringkasan perbandingan posisi dan isu utama antara AS dan Iran saat ini:

Aspek Fokus Posisi Amerika Serikat Posisi Iran
Status Nuklir Fokus pada pelucutan total kemampuan nuklir. Mengklaim uranium hanya untuk tujuan damai.
Keamanan Laut Menuntut pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Memiliki kendali teknis di wilayah perairan tersebut.
Target Akhir Penghentian ancaman nuklir masa depan. Pengakuan kedaulatan dan pengakhiran perang.

Tabel di atas merangkum perbedaan pandangan yang masih menjadi hambatan utama dalam meja perundingan. Masalah nuklir tetap menjadi topik sensitif yang akan dibahas secara mendalam dalam periode negosiasi dua bulan ke depan.

Washington tetap mencurigai adanya pengembangan senjata nuklir secara rahasia, sementara Teheran bersikeras program mereka bukan untuk tujuan militer. Walaupun demikian, kedua negara memiliki visi yang sama untuk segera mengakhiri peperangan yang telah mengganggu stabilitas ekonomi dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi