Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali kini mendapatkan kesempatan berharga untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka. Melalui program bertajuk Pintar Bareng GoPay, para pengusaha lokal ini dibekali keahlian dalam mengelola keuangan secara profesional berbasis teknologi digital.
Pelatihan yang berlangsung di Balai Diklat Industri Denpasar pada Kamis, 21 Mei 2026 ini, menarik minat banyak peserta dari beragam sektor. Mulai dari pengusaha kuliner, pegiat seni, hingga perajin kriya turut hadir untuk mempelajari cara modern dalam menjalankan roda usaha mereka.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan edukatif ini, termasuk Direktur Kepatuhan dan SDM GoPay, Yogi Harsudiono, serta jajaran pimpinan Bidang UKM Provinsi Bali. Turut hadir pula Founder sekaligus CEO Pintarsaham.id, Anak Agung Ngurah Mustakawarman, yang bertindak sebagai pemateri utama bagi para pelaku usaha.
Fokus Utama Program Pemberdayaan UMKM :
- Memberikan edukasi mengenai manajemen usaha yang lebih terstruktur dan modern bagi pengusaha lokal.
- Mengajarkan cara mengelola keuangan bisnis secara profesional untuk menjamin keamanan modal.
- Mendorong adopsi transaksi digital yang aman untuk meminimalkan risiko operasional.
- Membantu masyarakat dalam mewujudkan kemandirian finansial dan kesejahteraan keluarga melalui bisnis.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi regional di Bali. Melalui penguasaan teknologi finansial, para pelaku UMKM diharapkan mampu bersaing lebih kompetitif di pasar yang semakin dinamis.
Pentingnya Pemisahan Keuangan Pribadi dan Usaha
Yogi Harsudiono menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk tanggung jawab GoPay sebagai perusahaan teknologi finansial dalam mendukung program pemerintah. Langkah edukasi ini dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada skala nasional tetapi juga menyentuh level regional.
Menurut Yogi, tujuan akhir dari kegiatan ini adalah agar para pelaku UMKM memiliki tata kelola keuangan yang solid. Keamanan transaksi digital menjadi kunci agar pemilik usaha bisa fokus mengembangkan bisnis tanpa rasa cemas terhadap risiko keuangan.
Senada dengan hal tersebut, Anak Agung Ngurah Mustakawarman selaku edukator menekankan poin krusial mengenai keberlanjutan bisnis. Ia menjelaskan bahwa banyak pengusaha gagal bertahan lama karena masih mencampuradukkan uang pribadi dengan modal usaha dalam satu rekening.
Agung memperingatkan bahwa tanpa pemisahan rekening, pemilik usaha akan sulit memantau realitas keuntungan atau kerugian yang dialami. Selain itu, risiko modal habis terpakai untuk konsumsi rumah tangga menjadi ancaman nyata yang bisa menghentikan operasional bisnis kapan saja.
Risiko dan Manfaat Pengelolaan Rekening Terpisah :
| Aspek Keuangan | Jika Rekening Dicampur | Jika Rekening Dipisah |
|---|---|---|
| Visibilitas Laba | Keuntungan dan kerugian tidak terlihat jelas | Arus kas terpantau secara transparan |
| Keamanan Modal | Sering terpakai untuk keperluan pribadi | Modal usaha terlindungi dan lebih aman |
| Akses Perbankan | Sulit mengajukan pinjaman modal | Lebih mudah mendapatkan kredit usaha |
| Gaji Owner | Pengambilan uang tidak terjadwal | Pemilik bisa digaji secara rutin dan pasti |
Data di atas menunjukkan bahwa disiplin dalam memisahkan pos keuangan merupakan pondasi utama bagi profesionalisme UMKM. Hal ini sangat krusial jika pelaku usaha ingin melakukan ekspansi atau menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan secara resmi.
Tips Praktis Mengelola Keuangan bagi Pemilik Bisnis
Dalam sesi materi, Agung memberikan panduan konkret bagi peserta yang ingin memulai perubahan manajemen keuangan. Langkah pertama yang paling sederhana adalah memiliki minimal dua wadah penyimpanan uang yang berbeda untuk keperluan operasional.
Ia menyarankan penggunaan satu rekening bank konvensional dikombinasikan dengan satu dompet elektronik (e-wallet) untuk membagi arus kas. Dengan cara ini, pemisahan uang hasil penjualan bisa dilakukan setiap hari tanpa harus menunggu waktu yang lama.
Selain itu, pemilik usaha diingatkan untuk bersikap disiplin dalam mengambil hak atau gaji dari bisnisnya sendiri. "Tentukan jumlah gaji yang tetap dan jangan mengambil uang di luar jadwal yang telah ditetapkan," tegas Agung kepada peserta.
Idealnya, gaji tersebut diambil seminggu sekali dengan besaran yang rasional sesuai kemampuan bisnis. Kedisiplinan ini sangat membantu dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang agar usaha tetap sehat secara fundamental.
Langkah Strategis Sebelum Menikmati Keuntungan :
- Identifikasi semua pengeluaran tetap bulanan seperti biaya listrik, sewa tempat, dan tagihan rutin.
- Hitung kebutuhan biaya bahan baku secara akurat untuk memastikan ketersediaan stok operasional.
- Prioritaskan pembayaran semua kewajiban usaha sebelum menghitung dividen atau laba bersih.
- Tetapkan batas maksimal pengambilan keuntungan pribadi, yakni maksimal 50% dari total pendapatan.
Instruksi teknis ini dirancang agar para pengusaha tidak hanya mengejar omzet, tetapi juga memahami struktur biaya. Pemahaman yang mendalam mengenai margin keuntungan akan membantu mereka dalam mengambil keputusan strategis di masa depan.
Digitalisasi Transaksi Melalui Fasilitas QRIS
Selain pembekalan materi secara teoretis, para peserta juga mendapatkan dukungan infrastruktur digital secara langsung. Tim GoPay memfasilitasi pemasangan aplikasi GoPay serta QRIS GoPay untuk masing-masing unit usaha peserta pelatihan.
Kehadiran sistem pembayaran digital ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pemilik UMKM di Bali. Mereka menyadari bahwa konsumen saat ini cenderung lebih menyukai transaksi non-tunai yang lebih praktis, cepat, dan higienis.
Suasana pelatihan menjadi semakin hidup saat sesi praktik akuntansi sederhana dimulai secara langsung. Para peserta diajak untuk mensimulasikan pencatatan keuangan menggunakan perangkat digital agar lebih terbiasa dalam operasional sehari-hari.
Dengan adanya dukungan teknologi QRIS, transaksi tidak hanya menjadi lebih mudah bagi pelanggan, tetapi juga otomatis tercatat dalam sistem. Hal inilah yang menjadi kunci utama bagi UMKM untuk bisa naik kelas dan mulai masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.
Program Pintar Bareng GoPay di Denpasar ini menjadi salah satu bukti nyata kolaborasi antara penyedia layanan teknologi dan pemerintah daerah. Melalui literasi digital yang tepat, potensi besar UMKM di Bali dapat dioptimalkan demi kemajuan ekonomi lokal yang berkelanjutan.