PT Carsurin Tbk (CRSN), perusahaan yang bergerak di bidang jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi, mematok target ambisius untuk kinerja keuangan mereka pada tahun 2026 mendatang.
Emiten ini memproyeksikan pendapatan sebesar Rp618,16 miliar, atau tumbuh sekitar 22,42 persen dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp504,96 miliar.
Strategi Penguatan Ekonomi Hijau dan Digitalisasi
Direktur Utama Carsurin, Erwin Manurung, menjelaskan bahwa arah pertumbuhan perusahaan akan difokuskan pada penyediaan layanan yang relevan dengan tren industri masa depan.
Fokus utama mereka meliputi sektor keberlanjutan (sustainability) serta penerapan teknologi digital guna menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang pesat.
Erwin menyebutkan adanya peluang besar pada layanan verifikasi emisi, ekosistem kendaraan listrik, hingga pengujian mineral strategis yang kini menjadi prioritas banyak industri.
Langkah transformasi digital juga diambil untuk memastikan efisiensi layanan tetap terjaga di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Ekspansi Layanan dan Inovasi Teknologi
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Carsurin sedang mengembangkan berbagai layanan baru yang berkaitan erat dengan isu lingkungan dan energi terbarukan.
Beberapa fokus pengembangan layanan baru perusahaan meliputi:
- Sertifikasi gas rumah kaca (GRK) dan skema perdagangan karbon.
- Pengujian baterai kendaraan listrik serta analisis bijih nikel untuk mendukung hilirisasi.
- Analisis jejak karbon, pengujian lingkungan, dan sertifikasi biomassa.
- Verifikasi dan validasi standar keberlanjutan bagi berbagai sektor industri.
Daftar layanan di atas menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional serta upaya pengurangan emisi karbon global.
Selain aspek keberlanjutan, CRSN juga memperkuat lini digital dengan mengembangkan solusi drone otonom dan sistem analitik berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Pemanfaatan teknologi canggih ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi serta mempercepat proses inspeksi industri yang dilakukan oleh perseroan.
Peningkatan Kompetensi Melalui Carsurin Academy
Selain memperluas portofolio bisnis, Carsurin berencana mendirikan Carsurin Academy yang nantinya akan dibuka untuk masyarakat umum.
Inisiatif ini bertujuan untuk mencetak tenaga ahli yang kompeten di bidangnya sekaligus memenuhi kebutuhan sumber daya manusia berkualitas bagi industri nasional.
Untuk menunjang seluruh operasional dan ekspansi tersebut, saat ini CRSN telah memiliki jaringan kuat berupa 21 kantor cabang dan 18 laboratorium.
Seluruh fasilitas ini tersebar di berbagai titik strategis di wilayah Indonesia guna memberikan pelayanan yang optimal bagi para klien.
Proyeksi Keuangan dan Efisiensi Operasional
Direktur Carsurin, Theresia Ivonne, menyatakan rasa optimisnya bahwa profitabilitas perusahaan akan terus menanjak seiring dengan langkah ekspansi yang dilakukan.
Pihak manajemen telah menyusun target keuangan yang lebih sehat guna memastikan fundamental perusahaan tetap kokoh dalam jangka panjang.
Berikut adalah ringkasan target kinerja keuangan Carsurin untuk tahun 2026:
| Indikator Keuangan | Target Tahun 2026 |
|---|---|
| Pendapatan Konsolidasi | Rp618,16 Miliar |
| EBITDA | Rp91,20 Miliar |
| Laba Bersih | Rp17,52 Miliar |
| Debt to Equity Ratio (DER) | 0,30 Kali |
Data tersebut menggambarkan ambisi perusahaan untuk meningkatkan laba sekaligus menjaga efisiensi biaya operasional di semua lini bisnis.
Theresia juga menyoroti perbaikan rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang diprediksi turun dari 0,68 kali menjadi 0,30 kali pada tahun 2026.
Penurunan rasio utang ini mencerminkan strategi keuangan yang sangat hati-hati dan komitmen perusahaan untuk lebih mengandalkan modal internal dalam mendanai pertumbuhannya.