ESDM Pastikan Kabar Mengejutkan: Perusahaan China Tunda Impor Batu Bara

ESDM Pastikan Kabar Mengejutkan: Perusahaan China Tunda Impor Batu Bara
Foto: ESDM Pastikan Kabar Mengejutkan: Perusahaan China Tunda Impor Batu Bara. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan menelusuri informasi mengenai penundaan pembelian batu bara oleh perusahaan China dari Indonesia. Penundaan ini disebut-sebut terkait kebijakan yang mengharuskan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami kabar tersebut dan mengevaluasi berbagai kemungkinan untuk mengantisipasi potensi penurunan ekspor batu bara ke negeri Tirai Bambu akibat kebijakan ini. "Kami akan periksa lebih dahulu. Tentu akan ada kajian komprehensif," ujar Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (5/6/2026).

Meski begitu, Yuliot menegaskan bahwa kebijakan untuk melakukan ekspor batu bara melalui BUMN Ekspor, yaitu PT DSI, tetap akan dilanjutkan. "Kebijakan ini akan disesuaikan, termasuk yang melalui BUMN Ekspor," ucapnya.

Artikel Terkait

Berita lain terkait kebijakan ini menyebutkan skema gross split tambang minerba yang sudah diputuskan dalam sidang kabinet energi baru-baru ini. Aturan ekspor satu pintu yang melibatkan PT DSI juga telah dirilis, di mana perusahaan ini akan menentukan harga jual sumber daya alam (SDA).

Ekspor Feronikel (FeNi) melalui PT DSI mengundang banyak perhatian, karena langkah ini dapat menahan ekspansi industri nikel. Selain itu, pasar sedang menantikan peran PT DSI apakah akan sebagai offtaker tunggal atau broker dalam industri nikel.

Sorotan Lainnya

  • Belanja Negara: Tumbuh 34% YoY menjadi Rp1.365 triliun.
  • Reksa Dana: Permintaan meningkat saat IHSG turun.
  • RKAB Nikel: Dipangkas, prediksi impor Filipina 2026 mencapai 25 juta ton.
  • Gejolak Rupiah: Kurs bertahan di sekitar Rp18.000/US$, sedang dalam tekanan.

Pembaruan terkait isu ini akan terus kami sampaikan seiring dengan perkembangan kebijakan dan kondisi pasar. Masyarakat dan pelaku industri diminta tetap tenang dan menunggu hasil kajian lebih lanjut dari pihak terkait.

Artikel terkait

Rekomendasi