Bamsoet Usulkan Jaket Antibegal: Langkah Aman Atasi Kejahatan Jalanan 2026

Bamsoet Usulkan Jaket Antibegal: Langkah Aman Atasi Kejahatan Jalanan 2026
Foto: Bamsoet Usulkan Jaket Antibegal: Langkah Aman Atasi Kejahatan Jalanan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Fenomena kejahatan jalanan yang semakin marak membuat Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo, menyatakan keprihatinannya. Ia melihat kejadian ini sebagai masalah serius yang terus meresahkan masyarakat di berbagai daerah.

Bambang Soesatyo menyoroti tindakan pembegalan yang melibatkan senjata api, perampasan kendaraan bermotor, hingga penusukan terhadap korban di jalan raya. Menurutnya, situasi ini mengungkapkan kalau ancaman keamanan dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja di tengah masyarakat.

Ia menambahkan bahwa para pelaku kejahatan kini semakin berani dalam menggunakan kekerasan untuk mendapatkan harta benda secara cepat. "Keamanan masyarakat adalah kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan. Oleh karena itu, PERIKHSA bekerja sama dengan Anubis Bodyarmor membangun jaket anti begal guna memberikan solusi perlindungan bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar rumah," ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut data Polri dari tahun 2025 hingga semester pertama 2026, kejahatan jalanan tetap menjadi masalah utama di masyarakat. Wilayah seperti Jabodetabek, Medan, Makassar, Surabaya, dan Bandung sering menjadi lokasi operasi jaringan begal yang menggunakan senjata tajam, bahkan senjata api rakitan. Dampaknya cukup serius dengan banyak korban mengalami cedera, trauma psikologis, bahkan kehilangan nyawa akibat tindakan brutal tersebut.

Bamsoet menekankan pentingnya berbagai langkah pencegahan. "Modus kejahatan jalanan semakin nekat, pelaku tak segan melukai korbannya dengan senjata tajam atau senjata api. Ini menuntut hadirnya upaya preventif agar masyarakat bisa melindungi diri saat berada di ruang publik," jelasnya.

Jaket anti begal hasil kolaborasi PERIKHSA dan Anubis Bodyarmor dirancang menggunakan standar perlindungan balistik internasional National Institute of Justice (NIJ) Level IIIA. Spesifikasi ini diakui dapat melindungi dari senjata api genggam dan senjata tajam. Bamsoet menambahkan, jaket ini menggunakan teknologi Soft Body Armor Amerika Serikat yang memberikan perlindungan terhadap tusukan senjata tajam dan tembakan peluru tajam kaliber besar seperti 44 Magnum.

Produksi jaket anti begal ini dilakukan di dalam negeri. Fungsinya adalah memberikan perlindungan pada bagian vital tubuh sehingga mengurangi risiko luka fatal. Ini meningkatkan peluang selamat bagi korban pada saat terjadi penyerangan.

Bamsoet, yang juga Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila, menyatakan bahwa pengurangan kejahatan jalanan harus dilakukan melalui pendekatan komprehensif. Ini termasuk peningkatan patroli kepolisian, pemasangan kamera pengawas, penerangan jalan yang memadai, serta peningkatan kesejahteraan dan edukasi keamanan kepada masyarakat.

Kesadaran masyarakat akan perlindungan diri yang sesuai dengan kebutuhan dan risiko aktivitas mereka juga sangat diperlukan. "Kami di PERIKHSA mendukung penuh tindakan tegas aparat keamanan dalam menangani kejahatan jalanan. Inovasi yang kami hadirkan diharapkan bisa membantu masyarakat merasa lebih aman saat beraktivitas sehari-hari," tutup Bamsoet.

```

Artikel terkait

Rekomendasi