PT Bank Aladin Syariah Tbk sukses menunjukkan performa bisnis yang gemilang sepanjang tahun buku 2025. Bank digital ini berhasil mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan hingga menyentuh angka Rp14,4 triliun pada akhir Desember 2025.
Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 53,89% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan pesat ini membuktikan bahwa strategi digitalisasi yang diterapkan perusahaan berjalan sangat efektif.
Lonjakan Laba dan Pertumbuhan Nasabah yang Agresif
Dari sisi profitabilitas, Bank Aladin Syariah berhasil mencetak laba bersih yang sangat mengesankan sebesar Rp150,7 miliar. Perolehan ini meroket tajam hingga 304,48% secara tahunan (yoy), sebuah lompatan besar bagi bank syariah berbasis digital.
Kepercayaan masyarakat terhadap layanan mereka juga terus meningkat, yang terlihat dari total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp10,4 triliun. Jumlah dana simpanan nasabah ini tercatat naik sebesar 92,18% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor pembiayaan juga tetap bergerak positif dengan realisasi penyaluran dana sebesar Rp5,2 triliun atau tumbuh 9,58% yoy. Bank tetap menjaga prinsip kehati-hatian dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang kokoh di posisi 49,3%.
Kenaikan kinerja keuangan ini juga dibarengi dengan bertambahnya jumlah pengguna aplikasi Aladin. Hingga penghujung 2025, tercatat ada 3,7 juta nasabah yang terdaftar, meningkat sekitar 12,1% secara tahunan.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, menjelaskan bahwa capaian positif ini merupakan buah dari komitmen perusahaan dalam memperkuat layanan digital. Fokus utama perseroan terletak pada pengembangan produk dan perluasan ekosistem yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pernyataan resmi Presiden Direktur Bank Aladin Syariah mengenai capaian perusahaan:
- Koko menyebutkan bahwa kinerja positif sepanjang 2025 sangat sejalan dengan inovasi sistem digital yang memudahkan akses perbankan bagi masyarakat luas.
- Pihak manajemen berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang inklusif, relevan, serta memberikan nilai tambah nyata bagi kehidupan nasabah setiap harinya.
Koko meyakini bahwa kolaborasi antar ekosistem dan inovasi teknologi merupakan kunci penting untuk mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih merata dan berkelanjutan.
Ekspansi Ekosistem Melalui Strategi Offline-to-Online (O2O)
Guna memperluas jangkauan bisnisnya, Bank Aladin Syariah terus menerapkan strategi Offline-to-Online (O2O) melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Salah satu kolaborasi yang paling berdampak adalah kemitraan erat dengan jaringan Alfa Group.
Berkat sinergi ini, nasabah dapat mengakses layanan perbankan syariah melalui lebih dari 23.000 gerai minimarket di seluruh Indonesia. Hal ini memberikan kemudahan akses fisik yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi digital.
Selain Alfa Group, Bank Aladin Syariah juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah platform teknologi dan organisasi besar lainnya. Beberapa mitra penting tersebut meliputi Flip (Superflip), Mekari, klub sepak bola Persis Solo, hingga organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, BAZNAS, dan MUI.
Posisi Bank Aladin Syariah semakin kuat di industri setelah ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada tahun 2025. Perusahaan kini mengemban amanah sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH).
Target dan Strategi Operasional di Tahun 2026
Memasuki periode tahun 2026, Bank Aladin Syariah tetap menjaga ritme pertumbuhan yang telah terbentuk sebelumnya. Pada kuartal pertama tahun 2026, bank ini sudah berhasil membukukan laba bersih senilai Rp23,3 miliar.
Hasil pada awal tahun ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis dan memperkuat fundamental keuangan. Fokus ke depan akan mencakup penguatan kerja sama guna membangun ekosistem digital yang lebih luas lagi.
Beberapa langkah strategis yang akan dijalankan perseroan sepanjang tahun 2026:
- Melakukan ekspansi layanan baik melalui aplikasi mobile, jaringan fisik mitra strategis, hingga integrasi dengan ATM BCA untuk tarik tunai tanpa kartu.
- Meningkatkan akuisisi pendanaan secara organik dan mengoptimalkan segmen Nasabah Aladin Premier untuk menarik nasabah ritel menengah ke atas.
- Memperluas penyaluran pembiayaan melalui produk yang inovatif dan kompetitif dengan tetap mengutamakan prinsip manajemen risiko yang sehat.
- Memperkuat infrastruktur teknologi informasi, meningkatkan standar tata kelola perusahaan (GCG), serta mengembangkan kualitas sumber daya manusia secara internal.
Melalui langkah-langkah tersebut, Bank Aladin Syariah optimistis dapat terus memimpin pasar bank syariah digital yang inklusif. Perusahaan berkomitmen untuk selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang menuntut kecepatan dan keamanan.
Daftar Penghargaan dan Apresiasi Industri
Keberhasilan Bank Aladin Syariah dalam berinovasi tidak hanya tercermin dari angka keuangan, tetapi juga melalui berbagai pengakuan resmi. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, perusahaan menerima banyak penghargaan dari institusi nasional dan internasional.
Berikut adalah ringkasan penghargaan yang diraih Bank Aladin Syariah dalam dua tahun terakhir:
| Tahun | Nama Penghargaan | Pemberi Penghargaan |
|---|---|---|
| 2025 | Best Digital Offering by an Islamic Bank | IFN Awards |
| 2025 | Best Digital Syariah Innovation of The Year | CNBC Indonesia Awards |
| 2025 | Best Bank Sharia 2025 | Investortrust & Infovesta |
| 2026 | Indonesia 20 Syariah Awards | The Iconomics |
| 2026 | Best Corporate Transparency & Emission Reduction | Investortrust |
Data di atas menunjukkan pengakuan publik terhadap transparansi, inovasi, dan pertumbuhan pesat yang dialami perusahaan. Penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran manajemen untuk terus memberikan layanan syariah digital terbaik.
Struktur Manajemen dan Tata Kelola Perusahaan
Keberhasilan transformasi digital Bank Aladin Syariah didukung oleh jajaran manajemen yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang keuangan. Sinergi antara Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang.
Struktur Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah saat ini:
- Dewan Komisaris: Rudy Hamdani (Presiden Komisaris Independen), Fransisca Ekawati (Komisaris Independen), dan Nurhasanah (Komisaris Independen).
- Dewan Pengawas Syariah: Asrorun Ni'am Sholeh (Ketua), Sholahudin Al Aiyub (Anggota), serta Muhamad Rofiq (Anggota, menunggu persetujuan OJK).
Di jajaran eksekutif, Koko Rachmadi menjabat sebagai Presiden Direktur yang memimpin operasional harian perusahaan. Ia didampingi oleh Baiq Nadea Dzurriatin sebagai Direktur Kepatuhan, serta dua direktur lainnya yaitu Jo Anula Putra dan Arief Satrio Putra.
Dengan kepemimpinan yang solid, Bank Aladin Syariah siap menghadapi dinamika industri perbankan masa depan. Fokus utama tetap pada penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan melalui ekosistem keuangan syariah yang berkelanjutan.