MIDI Siapkan Belanja Modal Rp1,5 Triliun di 2026, Strategi Baru yang Banyak Dicari Investor

MIDI Siapkan Belanja Modal Rp1,5 Triliun di 2026, Strategi Baru yang Banyak Dicari Investor
Foto: MIDI Siapkan Belanja Modal Rp1,5 Triliun di 2026, Strategi Baru yang Banyak Dicari Investor. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) secara resmi mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran untuk tahun 2026 mendatang. Emiten pengelola jaringan ritel Alfamidi ini telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp1,5 triliun.

Dana jumbo tersebut rencananya akan difokuskan untuk memperluas jangkauan pasar dengan menambah ratusan gerai baru di berbagai wilayah. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat dominasi MIDI dalam industri ritel modern di Indonesia.

Target Ekspansi dan Pertumbuhan Gerai

Corporate Secretary MIDI, Suantopo Po, menjelaskan bahwa perusahaan menargetkan pembukaan 200 unit gerai baru sepanjang tahun 2026. Penjelasan ini disampaikan secara langsung dalam agenda paparan publik yang digelar di Alfa Tower, Tangerang.

Hingga kuartal pertama tahun 2026, MIDI tercatat sudah memiliki total 2.627 gerai yang tersebar di berbagai daerah. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebanyak 40 gerai jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025 yang lalu.

Berikut adalah rincian data perkembangan dan target jaringan gerai MIDI:

  • Target penambahan gerai baru pada tahun 2026 sebanyak 200 unit.
  • Total gerai yang tercatat hingga kuartal I-2026 mencapai 2.627 unit.
  • Penambahan neto sepanjang tahun 2025 mencapai 152 gerai baru.
  • Komposisi penambahan gerai tahun lalu terdiri dari 135 Alfamidi dan 18 Alfamidi Super.

Data tersebut menunjukkan tren pertumbuhan jaringan yang konsisten dilakukan perseroan dari tahun ke tahun. Manajemen optimistis penambahan gerai ini akan berdampak positif pada aksesibilitas layanan pelanggan.

Kinerja Keuangan dan Lonjakan Laba

Optimisme ekspansi ini juga didukung oleh performa finansial yang cukup impresif pada awal tahun 2026. MIDI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp265,57 miliar pada periode Januari hingga Maret 2026.

Angka laba tersebut melonjak signifikan sebesar 39,5 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba yang pesat ini sejalan dengan kenaikan pendapatan neto perusahaan yang mencapai Rp5,88 triliun.

Indikator Keuangan Kuartal I-2025 Kuartal I-2026 Pertumbuhan
Pendapatan Neto Rp5,52 Triliun Rp5,88 Triliun 6,43%
Laba Bersih Rp190,37 Miliar Rp265,57 Miliar 39,5%

Tabel di atas merangkum peningkatan performa keuangan MIDI yang menjadi pondasi kuat untuk membiayai belanja modal di masa depan. Pendapatan yang stabil memberikan ruang bagi perseroan untuk terus melakukan investasi jangka panjang.

Inisiatif Hijau dan Kondisi Saham

Selain fokus pada pembangunan fisik gerai, MIDI juga mulai mengedepankan aspek keberlanjutan dalam operasionalnya. Perseroan berencana memasang panel surya di dua gudang utama dan 25 gerai sebagai bagian dari inisiatif ramah lingkungan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi jejak karbon perusahaan di masa mendatang. Komitmen ini menjadi poin penting dalam laporan keberlanjutan yang tengah digarap oleh pihak manajemen.

Namun, performa keuangan yang positif ternyata belum sejalan dengan pergerakan harga saham MIDI di lantai bursa. Pada perdagangan Kamis (4/6), harga saham MIDI sempat terkoreksi 1,39 persen ke level Rp284 per lembar saham.

Bila ditarik sejak awal tahun 2026, nilai saham MIDI terpantau telah mengalami penurunan sebesar 24,47 persen. Kondisi pasar modal yang dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan di tengah rencana ekspansi yang agresif.

Artikel terkait

Rekomendasi