Efek Program MBG, Laba Malindo (MAIN) Kuartal I/2026 Melesat Jadi Rp123 Miliar

Efek Program MBG, Laba Malindo (MAIN) Kuartal I/2026 Melesat Jadi Rp123 Miliar
Foto: Efek Program MBG, Laba Malindo (MAIN) Kuartal I/2026 Melesat Jadi Rp123 Miliar. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) mencatat perolehan laba bersih yang mencapai Rp123 miliar pada kuartal I tahun 2026. Pencapaian ini didorong oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas kinerja perusahaan.

Direktur Malindo, Rudy Hartono, menjelaskan bahwa kestabilan harga DOC dan Broiler turut mendukung hasil positif sepanjang kuartal pertama tahun ini. “Program MBG ini sangat membantu para peternak, termasuk peternak UMKM dan plasma, menjadikan supply dan demand lebih seimbang," ujarnya dalam Public Expose, Senin (25/5/2026).

Meski Main tidak menjelaskan detail kontribusi langsung terhadap penjualan pada kuartal I tahun 2026, program ini dinilai mampu menjaga iklim industri tetap positif. Dengan kondisi harga yang lebih stabil, peternak memiliki ruang usaha yang lebih sehat dibanding sebelumnya.

Malindo berharap Program MBG dapat semakin diperkuat ke depannya. Langkah ini diambil agar dampak positif dapat dirasakan lebih luas, terutama untuk keberlangsungan usaha peternak nasional dan dinamika bisnis di sektornya lebih bergairah.

Performa Keuangan Perusahaan:

  • Malindo meraih penjualan bersih Rp3,69 triliun pada kuartal I tahun 2026, meningkat Rp526,86 miliar atau 16,61% dari periode sebelumnya.
  • Penjualan pakan ternak naik 10,92%, atau sebesar Rp206,91 miliar.
  • Penjualan anak ayam, itik usia sehari meningkat 69,20% mencapai Rp808,39 miliar.
  • Namun, penjualan ayam pedaging mengalami penurunan 2,49% sebesar Rp15,91 miliar.
  • Penjualan makanan olahan naik 16,81% atau sebesar Rp5,83 miliar.

Laba kotor naik Rp74,76 miliar atau 22,79%, mencapai Rp402,73 miliar pada Maret 2026. Peningkatan ini mendorong laba bersih naik menjadi Rp123,28 miliar pada akhir Maret 2026, meningkat Rp60,40 miliar dari kuartal I/2025.

Rencana Ekspansi dan Investasi:

Malindo merencanakan belanja modal (capex) antara Rp700 miliar hingga Rp800 miliar di tahun 2026. Dana ini difokuskan pada pembangunan pabrik pakan baru di Lampung serta pengembangan fasilitas breeding dan peternakan broiler. Perseroan menargetkan pembangunan feedmill tersebut selesai pada kuartal III/2026.

Pada saat ini, realisasi capex telah mencapai sekitar 30% dari total anggaran yang disiapkan perseroan. “Fokus utama capex tahun ini adalah pembangunan feedmill di Lampung dan pengembangan breeding maupun peternakan broiler,” ujar Rudy.

Informasi ini disediakan bukan untuk mendorong Anda membeli atau menjual saham. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab pembaca sepenuhnya.

Artikel terkait

Rekomendasi