Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) memberikan masukan penting terkait peran Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam industri kelapa sawit nasional.
POPSI berharap lembaga tersebut lebih mengutamakan fungsi pengawasan dan verifikasi perdagangan dibandingkan menjadi pengendali pasar secara tunggal.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan pasar serta melindungi para petani dari ancaman penurunan harga yang tidak adil.
Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, menyatakan bahwa para petani sawit saat ini sudah menghadapi beban operasional dan ekonomi yang cukup berat.
Potensi Gangguan Rantai Pasok dan Harga
Kehadiran DSI dikhawatirkan dapat memperpanjang alur rantai pasok jika regulasi yang diterapkan tidak dilakukan dengan sangat hati-hati.
Struktur birokrasi yang terlalu panjang berisiko menekan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani kecil yang sangat bergantung pada stabilitas pasar.
Selain dampak domestik, ketidakjelasan mengenai mekanisme tata kelola ekspor saat ini juga mulai memicu keraguan di mata pelaku pasar internasional.
POPSI mengusulkan solusi berupa transformasi digital untuk memodernisasi sektor ini tanpa menciptakan monopoli baru yang merugikan.
Pembangunan Platform Digital Terintegrasi
Rencana pengembangan sistem perdagangan sawit nasional yang diusulkan POPSI mencakup beberapa aspek utama:
- Integrasi data produksi dari tingkat petani hingga pabrik kelapa sawit.
- Pemantauan stok minyak sawit mentah (CPO) secara transparan.
- Pencatatan transaksi domestik dan ekspor yang terpantau secara real-time.
- Sinkronisasi arus pembayaran dan devisa negara.
- Konektivitas sistem dengan Bea Cukai serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDPKS).
Sistem ini dirancang untuk menciptakan transparansi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir guna memastikan efisiensi perdagangan.
Melalui platform ini, diharapkan koordinasi antara perbankan dan sektor logistik nasional dapat berjalan lebih lancar dan terukur.
Berikut adalah ringkasan mengenai peran yang diharapkan dari DSI berdasarkan aspirasi para petani sawit.
Perbandingan Fokus Peran DSI:
| Aspek Fokus | Dampak yang Diharapkan |
|---|---|
| Pengawasan Digital | Meningkatkan transparansi dan akurasi data produksi secara nasional. |
| Verifikator Dagang | Memastikan kepatuhan standar perdagangan tanpa menghambat alur ekspor. |
| Integrasi Data | Mempermudah koordinasi antar lembaga seperti Bea Cukai dan perbankan. |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa fokus pada teknologi dan pengawasan akan lebih bermanfaat bagi stabilitas industri dibandingkan kontrol langsung.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat posisi tawar sawit Indonesia di pasar global dengan tetap menjaga kesejahteraan petani lokal.