Danantara Tunjuk Eks Bos Vale Luke Mahony Pimpin BUMN PT DSI Terbaru 2026

Danantara Tunjuk Eks Bos Vale Luke Mahony Pimpin BUMN PT DSI Terbaru 2026
Foto: Danantara Tunjuk Eks Bos Vale Luke Mahony Pimpin BUMN PT DSI Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Danantara Indonesia secara resmi menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Luke merupakan mantan petinggi di perusahaan tambang ternama, PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk memperkuat manajemen ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Pengelolaan tersebut nantinya akan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus menangani bidang ekspor.

Alasan Penunjukan Luke Thomas Mahony

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pemilihan Luke didasarkan pada rekam jejaknya yang mumpuni di industri terkait. Pengalaman Luke dianggap sangat selaras dengan visi dan kebutuhan PT DSI ke depan.

Selain kapasitas profesionalnya, Luke juga diketahui sudah terlibat dalam proses perancangan Danantara sejak awal. Hal ini memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan proyek tersebut.

Rosan menambahkan bahwa pengumuman resmi mengenai susunan lengkap manajemen PT DSI akan segera dilakukan. Saat ini, pihaknya masih dalam tahap memperkuat struktur internal tim eksekutif.

Pembentukan PT DSI sendiri merupakan respons langsung terhadap Peraturan Pemerintah (PP) yang baru saja diterbitkan. Regulasi yang diteken Presiden Prabowo Subianto ini mengatur tata kelola ekspor komoditas SDA nasional.

Misi Menutup Celah Kerugian Negara

Dalam aturan baru tersebut, pemerintah mewajibkan ekspor sejumlah komoditas strategis melalui BUMN yang telah ditunjuk. Kebijakan ini bertujuan untuk memperketat pengawasan terhadap kekayaan alam Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah ini penting untuk mencegah pelarian devisa hasil ekspor (DHE). Selain itu, sistem baru ini diharapkan mampu menutup celah praktik kurang bayar pajak oleh para eksportir.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ikut menyoroti masalah pelaporan harga barang yang lebih rendah dari nilai asli atau under-invoicing. Selama ini, selisih keuntungan tersebut sering kali parkir di entitas perusahaan luar negeri.

Dengan adanya PT DSI, seluruh transaksi ekspor diharapkan tercatat secara transparan pada laporan penjualan di dalam negeri. Hal ini akan memastikan keuntungan perusahaan benar-benar kembali ke Indonesia.

Dampak Terhadap Emiten dan Pasar Saham

Beberapa manfaat utama dari kebijakan tata kelola ekspor melalui PT DSI bagi sektor bisnis:

  • Meningkatkan transparansi laporan keuangan perusahaan yang tercatat di bursa saham atau emiten.
  • Mendorong kenaikan nilai valuasi perusahaan dalam jangka panjang karena pencatatan laba yang lebih murni.
  • Meminimalkan manipulasi harga transaksi oleh pemilik perusahaan melalui entitas asing.
  • Memperkuat fundamental ekonomi nasional melalui pengelolaan devisa yang lebih terukur.

Purbaya optimis bahwa kebijakan ini perlahan-lahan akan mendongkrak performa saham perusahaan terkait secara signifikan. Valuasi yang lebih jujur dipercaya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

Meski memiliki prospek positif jangka panjang, pasar modal memberikan respons yang cukup dinamis terhadap pengumuman ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami tekanan pada perdagangan terbaru.

IHSG sempat merosot ke level 6.144 dengan penurunan sebesar 2,76 persen. Tekanan jual terpantau banyak terjadi pada saham-saham konglomerasi besar dan kategori blue chip di lantai bursa.

Artikel terkait

Rekomendasi