Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Selasa (26/5/2026) dengan pergerakan yang kurang bertenaga. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Stockbit, indeks tercatat turun tipis 0,07 persen atau setara 4,55 poin ke level 6.201,80 pada pukul 09.11 WIB.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pencapaian pada hari sebelumnya, Senin (25/5/2026). Saat itu, IHSG berhasil mendarat di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,71 persen atau naik 44,30 poin menuju level 6.206,34.
Aktivitas pasar pada perdagangan Senin terpantau cukup bergairah dengan volume transaksi yang menembus angka 27,66 miliar saham. Adapun nilai transaksi secara keseluruhan tercatat mencapai Rp 16,95 triliun.
Sebanyak 470 saham berhasil membukukan kenaikan harga, sementara 236 saham lainnya terkoreksi. Di sisi lain, terdapat 114 saham yang posisinya tidak mengalami perubahan alias stagnan.
Tren Jual Bersih Investor Asing
Meskipun IHSG menunjukkan performa positif pada awal pekan, investor asing justru terpantau gencar melepas kepemilikan saham mereka. Aksi jual bersih atau net sell oleh investor luar negeri tercatat mencapai Rp 2,22 triliun di seluruh pasar modal.
Angka ini mencerminkan adanya aliran dana keluar yang cukup besar dari pasar keuangan domestik dalam waktu satu hari saja. Beberapa saham unggulan dari sektor perbankan hingga ritel seperti Alfamart (AMRT) menjadi sasaran aksi jual tersebut.
Berikut merupakan daftar sepuluh emiten dengan nilai jual bersih terbesar oleh investor asing pada Senin (25/5/2026):
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 248,64 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 226,2 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Rp 161,11 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 121,8 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 111,67 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 86,61 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 76,33 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp 64,94 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp 59,86 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp 56,9 miliar
Daftar di atas memperlihatkan bahwa sektor perbankan dan pertambangan masih menjadi fokus utama pelepasan aset oleh investor global. Penurunan nilai kepemilikan ini tersebar merata pada beberapa perusahaan raksasa yang tercatat di bursa.
Kondisi Terkini IHSG
Memasuki siang hari pada Selasa (26/5/2026) pukul 10.57 WIB, tekanan terhadap indeks saham nampaknya masih terus berlanjut. IHSG terpantau bergerak fluktuatif pada rentang angka 6.167,14 hingga 6.170,04.
Para pelaku pasar saat ini tengah mencermati dinamika pergerakan modal asing yang masih cenderung keluar dari pasar domestik. Hal ini terjadi meski beberapa analis sebelumnya memprediksi adanya potensi penguatan terbatas pada perdagangan hari ini.
Pemerhati pasar modal juga disarankan untuk tetap memperhatikan saham-saham pilihan yang memiliki fundamental kuat. Meski tekanan jual asing masih membayangi, beberapa emiten sektor ritel dan komoditas diprediksi masih bisa menjadi alternatif pengamatan.