Cara Buat Susu Kental Manis, Profesor IPB Jelaskan Proses Terbaru 2026 yang Banyak Dicari

Cara Buat Susu Kental Manis, Profesor IPB Jelaskan Proses Terbaru 2026 yang Banyak Dicari
Foto: Cara Buat Susu Kental Manis, Profesor IPB Jelaskan Proses Terbaru 2026 yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Susu kental manis (SKM) sering kali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat karena dianggap bukan merupakan produk susu yang sebenarnya. Anggapan ini biasanya muncul akibat tingginya kandungan gula serta adanya produk serupa yang menggunakan campuran lemak nabati di pasar.

Namun, menurut Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Dr Epi Taufik, S.Pt., MVPH., M.Si., fenomena ini perlu dipahami secara lebih mendalam. Beliau menjelaskan bahwa susu kental manis pada dasarnya adalah salah satu varian hasil olahan susu yang sudah lama digunakan sebagai strategi pengawetan.

Dalam acara Frisian Flag Temani Langkahmu, Kini dan Nanti, Prof Epi menegaskan status produk ini jika berasal dari bahan baku yang tepat. Menurutnya, apabila produk tersebut dibuat dari susu segar yang diuapkan lalu ditambah gula, maka secara teknis tetap masuk kategori produk turunan atau olahan susu.

Sejarah dan Teknologi Pengawetan di Balik Susu Kental Manis

Prof Epi menceritakan bahwa di masa lampau, teknologi untuk menyimpan susu agar tetap segar masih sangat terbatas. Agar susu tidak cepat rusak dan bisa dikirim ke berbagai lokasi yang jauh, para ahli mencari cara untuk mengurangi kadar air di dalamnya.

Terdapat dua metode utama yang lazim digunakan untuk memperpanjang masa simpan tersebut. Selain diolah menjadi susu bubuk, metode lainnya adalah dengan mengentalkan cairan susu melalui proses penguapan suhu tertentu.

Pada pembuatan susu kental manis, proses penguapan tersebut biasanya dibarengi dengan penambahan gula. Kehadiran gula dalam jumlah banyak ini berfungsi ganda, yakni sebagai pemanis sekaligus zat pengawet alami yang sangat efektif.

Beliau juga menambahkan bahwa proses pengentalan sebenarnya bisa dilakukan dengan atau tanpa bantuan gula. Namun, penambahan gula memang terbukti membuat produk menjadi jauh lebih awet dan tahan lama dibandingkan susu segar biasa.

Landasan Regulasi BPOM Mengenai Produk Susu Kental

Berdasarkan penjelasan Prof Epi, status hukum susu kental manis di Indonesia sudah diatur secara jelas oleh pihak otoritas. Produk ini resmi dikelompokkan ke dalam kategori susu dan produk analognya menurut Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kategori Pangan.

Dalam aturan tersebut, SKM ditempatkan dalam kelompok susu kental dan bubuk yang memiliki standar karakteristik yang sangat spesifik. Terdapat syarat minimal kandungan nutrisi yang harus dipenuhi agar sebuah produk bisa menyandang label susu kental manis.

Berikut adalah beberapa persyaratan utama kadar nutrisi untuk produk susu kental manis plain menurut regulasi :

  • Memiliki kandungan lemak susu dengan kadar minimal sebesar 8 persen.
  • Memiliki kandungan protein alami dari susu dengan kadar minimal sebesar 6,5 persen.

Standar nutrisi tersebut menjadi parameter baku bagi para produsen dan regulator dalam menentukan klasifikasi sebuah produk. Hal ini penting untuk memastikan bahwa produk yang sampai ke tangan konsumen memiliki kualitas yang terjaga dan sesuai identitasnya.

Prof Epi juga memberikan catatan penting bahwa lemak susu tidak merujuk pada keseluruhan isi produk tersebut. Susu sendiri merupakan cairan kompleks yang terdiri dari air, protein, lemak, laktosa atau gula alami, serta berbagai vitamin dan mineral.

Dengan demikian, ketentuan kadar lemak minimal 8 persen tidak berarti produk tersebut hanya mengandung sedikit susu. Angka tersebut menunjukkan proporsi lemak yang secara spesifik harus bersumber dari komponen susu asli, bukan lemak lain.

Protein juga menjadi faktor kunci karena merupakan komponen alami yang berasal langsung dari bahan baku susu sapi. Adanya batas minimal protein memastikan bahwa karakter dasar susu tetap terjaga meskipun produk tersebut telah melalui proses pengolahan panjang.

Jika proses produksinya menggunakan susu segar yang diuapkan dan ditambahkan gula, maka predikat produk olahan susu tetap berlaku. Prof Epi menyejajarkan status susu kental manis dengan jenis olahan lainnya yang juga populer di tengah masyarakat luas.

Jenis-jenis produk yang termasuk dalam kategori produk turunan atau olahan susu meliputi :

  • Susu pasteurisasi yang diproses dengan pemanasan suhu rendah.
  • Susu UHT (Ultra High Temperature) yang dikemas secara steril.
  • Yoghurt yang dihasilkan melalui proses fermentasi bakteri baik.
  • Es krim dan berbagai jenis produk berbasis susu lainnya.

Seluruh produk tersebut, termasuk susu kental manis, memiliki akar yang sama yaitu berasal dari pengolahan susu sapi segar. Perbedaannya hanya terletak pada metode teknologi pangan yang diterapkan untuk menghasilkan tekstur dan daya simpan yang diinginkan.

Mengapa Timbul Persepsi Bahwa SKM Bukanlah Susu?

Kebingungan yang terjadi di masyarakat menurut pandangan Prof Epi dipicu oleh munculnya beragam produk dengan tampilan fisik yang mirip. Di pasaran, banyak beredar produk yang sekilas menyerupai susu kental manis namun memiliki komposisi bahan yang jauh berbeda.

Beberapa dari produk tersebut menggunakan campuran lemak nabati dan secara resmi dikategorikan sebagai krimer kental manis. Perbedaan komposisi bahan utama inilah yang sering kali tidak disadari oleh konsumen sehingga memicu generalisasi yang kurang tepat.

Terdapat perbedaan mendasar antara susu kental manis asli dengan produk krimer kental manis di pasaran :

Aspek Perbedaan Susu Kental Manis (SKM) Krimer Kental Manis
Bahan Baku Utama Susu segar yang diuapkan Campuran bahan pangan dan lemak
Sumber Lemak Lemak susu alami Dominan menggunakan lemak nabati
Kandungan Protein Minimal 6,5 persen (plain) Umumnya lebih rendah dari SKM

Melalui perbandingan tersebut, terlihat bahwa tidak semua produk kental di dalam kaleng memiliki standar nutrisi yang sama. Perbedaan formula inilah yang membuat sebagian produk tidak bisa dikategorikan sebagai produk susu murni secara utuh.

Prof Epi menekankan bahwa masyarakat tidak perlu memukul rata bahwa semua produk kental manis itu bukan susu. Yang paling penting bagi konsumen adalah ketelitian dalam melihat label kemasan serta memahami jenis produk yang mereka beli.

Beliau kembali menegaskan bahwa produk yang memenuhi standar BPOM tetap merupakan bagian dari keluarga besar olahan susu. Susu kental manis memiliki posisi yang sama sahnya dengan susu pasteurisasi maupun yoghurt sebagai hasil dari kemajuan teknologi pangan.

Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa pemahaman mengenai komposisi produk adalah kunci utama dalam mengonsumsi pangan secara bijak. Dengan mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, masyarakat bisa memanfaatkan produk olahan susu sesuai dengan kebutuhan dan porsinya masing-masing.

Artikel terkait

Rekomendasi