Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Pastikan Hasil Panen 2026 Cair Cepat Tanpa Ribet

Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Pastikan Hasil Panen 2026 Cair Cepat Tanpa Ribet
Foto: Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Pastikan Hasil Panen 2026 Cair Cepat Tanpa Ribet. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
p>PT Gendhis Multi Manis (GMM) secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Sikap ini muncul menanggapi aksi para petani tebu yang berlangsung di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Pihak perusahaan menegaskan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan situasi tetap aman dan tertib. Langkah ini melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga asosiasi petani tebu demi menjaga stabilitas tata niaga gula nasional.

Dialog Terbuka Antara Manajemen GMM dan Petani

Sebagai bentuk keseriusan, jajaran manajemen PT GMM memilih pendekatan dialogis dengan mengundang perwakilan petani ke kantor perusahaan. Pertemuan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung masukan serta keluhan yang dirasakan oleh para petani di lapangan.

Sejumlah tokoh kunci hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti dan Direktur Operasional Krisna Murtiyanto. Hadir pula perwakilan dari Perum BULOG serta beberapa tokoh masyarakat seperti Anton Sudibyo dan perwakilan Front Blora Selatan.

Manajemen GMM mengungkapkan bahwa diskusi berjalan secara konstruktif dan transparan. Fokus utama pertemuan ini adalah mencari solusi terbaik atas kendala operasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani tebu di Blora.

Daftar perwakilan yang hadir dalam pertemuan koordinasi tersebut:

  • Sri Emilia Mudiyanti (Plt Direktur Utama PT GMM)
  • Krisna Murtiyanto (Direktur Operasional PT GMM)
  • Andin (Perwakilan Perum BULOG)
  • Anton Sudibyo, Khoirul Anwar, Darmawan, dan Mulyadi (Perwakilan Petani)
  • Perwakilan dari elemen Front Blora Selatan

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan adanya upaya kolaboratif untuk menyelesaikan masalah distribusi dan penyerapan hasil panen.

Penjelasan Terkait Kendala Operasional Pabrik

Setelah melakukan dialog di kantor, manajemen GMM bersama BULOG langsung menemui massa aksi di lokasi penyampaian aspirasi. Mereka memberikan penjelasan mendetail mengenai kondisi terkini pabrik yang tengah menghadapi tantangan teknis.

Sri Emilia Mudiyanti menjelaskan bahwa operasional pabrik gula saat ini memang belum bisa berjalan normal. Hal ini disebabkan oleh adanya kendala pada komponen mesin yang memerlukan penanganan khusus agar bisa berfungsi kembali.

Untuk mengantisipasi kerugian petani, perusahaan telah membentuk tim khusus koordinasi lapangan. Tim ini bertugas mendokumentasikan aspirasi serta mencari jalan keluar yang bisa segera ditindaklanjuti bersama para pemangku kepentingan terkait.

Upaya strategis yang dilakukan PT GMM selama pabrik belum beroperasi:

  • Menyediakan saluran komunikasi terbuka bagi seluruh petani tebu.
  • Membentuk tim khusus untuk memantau pengalihan pengiriman tebu.
  • Berkoordinasi dengan pabrik gula lain di sekitar Blora untuk menyerap hasil panen.
  • Memastikan distribusi tebu ke luar daerah tetap berjalan lancar agar tebu tidak rusak.

Langkah-langkah ini diambil agar hasil panen tebu milik petani di Kabupaten Blora tetap memiliki nilai jual dan tidak terbengkalai akibat kerusakan mesin pabrik.

Komitmen Penyerapan Hasil Panen

Meskipun aktivitas penggilingan di internal perusahaan terhenti sementara, GMM menjamin tebu petani akan dialihkan ke pabrik gula mitra lainnya. Kerja sama ini mencakup pabrik yang berada di wilayah Blora maupun di luar daerah Jawa Tengah.

Pihak manajemen berharap para petani tetap tenang selama proses perbaikan teknis berlangsung. Perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi secara berkala mengenai perkembangan solusi penyerapan tebu tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi