PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Kerja sama ini difokuskan pada sekuritisasi aset pembiayaan perumahan guna memperkuat struktur pendanaan perusahaan.
Langkah ini diambil untuk mengamankan pendanaan jangka menengah dan panjang bagi Bank BSN. Selain itu, sinergi ini bertujuan memperluas kapasitas pembiayaan hunian berbasis syariah di seluruh Indonesia.
Kemitraan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait penjajakan transaksi sekuritisasi aset. Seremonial ini berlangsung di Kantor SMF, Jakarta, pada Rabu (3/6/2026).
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, dan Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, hadir langsung memimpin prosesi tersebut. Selain sekuritisasi, kedua pihak juga menyepakati perjanjian pengembangan pembiayaan refinancing.
Inovasi Pendanaan untuk Hunian Tenor Panjang
Alex Sofjan Noor menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi solusi inovatif bagi karakter pembiayaan rumah yang biasanya bertenor panjang. Skema ini membantu bank dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko.
Melalui strategi ini, lembaga keuangan dapat lebih optimal dalam mengatur likuiditas. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama meski kapasitas pembiayaan terus ditingkatkan.
Alex juga menekankan bahwa sektor perumahan merupakan pilar vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dikarenakan adanya efek domino atau multiplier effect yang menyentuh berbagai sektor usaha lainnya.
Sinergi dengan SMF diharapkan mampu memperkokoh fondasi Bank BSN dalam menyediakan hunian syariah. Upaya ini selaras dengan misi memberikan akses rumah yang layak bagi masyarakat luas.
Dukungan Terhadap Program 3 Juta Rumah
Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen nyata Bank BSN dalam menyukseskan agenda pemerintah. Fokus utamanya adalah mendukung realisasi Program 3 Juta Rumah yang berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau diharapkan semakin terbuka lebar. Bank BSN ingin memastikan kebutuhan properti masyarakat dapat terpenuhi dengan skema yang adah dan efisien.
Rekam Jejak Kemitraan Sejak Tahun 2008
Hubungan kerja sama antara Bank BSN dan SMF sebenarnya telah terjalin sangat lama, yakni sejak 2008. Saat itu, Bank BSN masih beroperasi dengan identitas lama sebagai BTN Syariah.
Kemitraan ini terus berevolusi dan semakin kuat seiring berjalannya waktu. Salah satu tonggak pentingnya adalah pengembangan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejak 2018.
Berbagai bentuk kerja sama yang telah dijalankan kedua belah pihak meliputi:
- Implementasi skema pembiayaan perumahan melalui akad Mudharabah Muqayyadah (MMQ).
- Kerja sama strategis Tripartit yang melibatkan pihak Tapera.
- Pelaksanaan program kerja sama Bipartit secara berkala antara kedua institusi.
Daftar kerja sama di atas menunjukkan kedekatan hubungan kedua institusi dalam memajukan pembiayaan rumah syariah. Skema MMQ menjadi salah satu instrumen yang paling banyak dimanfaatkan selama ini.
Capaian Realisasi Pembiayaan Kumulatif
Hingga bulan Mei 2026, sinergi pembiayaan antara Bank BSN dan SMF telah membuahkan hasil yang signifikan. Tercatat sebanyak 29.402 unit rumah telah terbiayai dengan nilai mencapai Rp 6,26 triliun.
Sektor pembelian rumah menjadi kontributor terbesar dalam total realisasi tersebut. Berikut adalah rincian mendalam mengenai penyaluran dana yang telah dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut.
Data realisasi pembiayaan perumahan Bank BSN dan SMF:
| Kategori Pembiayaan | Jumlah Unit | Nilai Pembiayaan |
|---|---|---|
| Pembelian Rumah | 27.023 Unit | Rp 5,39 Triliun |
| Pembiayaan Refinancing | 1.602 Unit | Rp 595 Miliar |
| Total Kumulatif | 29.402 Unit | Rp 6,26 Triliun |
Tabel di atas menggambarkan dominasi pembiayaan untuk kepemilikan rumah baru dibandingkan dengan refinancing. Data tersebut merupakan angka kumulatif yang tercatat hingga periode Mei 2026.
Memasuki tahun 2026, kedua institusi sepakat untuk semakin memperkuat kerja sama mereka. Fokus pengembangan akan menyasar segmen komersial serta penguatan program FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah.