Berat Badan Donald Trump Tembus 107 Kg, Dokter Beri Peringatan Diet Terbaru 2026

Berat Badan Donald Trump Tembus 107 Kg, Dokter Beri Peringatan Diet Terbaru 2026
Foto: Berat Badan Donald Trump Tembus 107 Kg, Dokter Beri Peringatan Diet Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Gedung Putih baru saja mengumumkan hasil pemeriksaan kesehatan tahunan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Secara umum, tim medis menyatakan bahwa Trump berada dalam kondisi kesehatan yang prima di usianya saat ini.

Dr. Sean Barbabella, selaku Dokter Gedung Putih, mengonfirmasi bahwa seluruh fungsi organ vital Trump bekerja dengan sangat baik. Hal ini mencakup kesehatan jantung, paru-paru, sistem saraf, hingga kondisi fisik secara menyeluruh.

Berdasarkan laporan resmi tersebut, Trump dinilai memiliki kemampuan kognitif dan fisik yang mumpuni untuk memimpin negara. Meski demikian, tim dokter tetap memberikan beberapa catatan penting terkait pola hidup sang presiden.

Catatan Berat Badan dan Saran Medis

Walaupun dinyatakan bugar, Trump mendapatkan peringatan khusus mengenai berat badannya yang mengalami kenaikan signifikan. Selama pemeriksaan di Walter Reed National Military Medical Center, dokter memberikan konseling pencegahan yang cukup ketat.

Kenaikan berat badan ini memicu rekomendasi medis agar Trump mulai menjalani program diet. Selain mengatur pola makan, ia juga diminta untuk meningkatkan frekuensi aktivitas fisik secara rutin.

Berikut adalah rincian perbandingan data fisik Donald Trump berdasarkan hasil pemeriksaan medis terbaru:

Kategori Pemeriksaan Data Hasil Medis
Tinggi Badan Sekitar 190 cm
Berat Badan Saat Ini 107,9 kg
Berat Badan April 2025 101,6 kg
Skor Kognitif Montreal 30 / 30 (Sempurna)

Data tersebut menunjukkan adanya lonjakan berat badan sekitar 6 kilogram dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Kondisi ini menjadi fokus utama tim medis demi menjaga stabilitas kesehatan jangka panjang sang kepala negara.

Masalah Pembengkakan Kaki dan Vena

Laporan medis juga mengungkap adanya gangguan pada area kaki dan pergelangan kaki Presiden Trump. Pembengkakan ini didiagnosis akibat insufisiensi vena kronis, yakni kondisi saat katup pembuluh darah tidak bekerja optimal.

Kondisi tersebut menyebabkan darah cenderung mengumpul di area bawah kaki dan memicu rasa tidak nyaman. Meskipun tim dokter menyarankan penggunaan kaus kaki kompresi untuk meredakan gejala, Trump mengaku kurang nyaman memakainya.

Walau sempat menjadi kendala, tim dokter mencatat bahwa kondisi pembengkakan kaki tahun ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pihak medis terus memantau perkembangan sirkulasi darah pada bagian ekstremitas bawah tersebut.

Analisis Jantung dan Kebiasaan Konsumsi Aspirin

Menariknya, hasil pemeriksaan jantung Trump menunjukkan performa yang mengejutkan berkat bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan analisis elektrokardiogram (EKG), jantung Trump terdeteksi berfungsi layaknya orang yang berusia 14 tahun lebih muda.

Selain kesehatan jantung, Trump juga menunjukkan ketajaman mental yang luar biasa. Ia berhasil meraih skor sempurna dalam tes skrining demensia dini, yang membuktikan fungsi otaknya tetap terjaga.

Namun, terdapat perhatian khusus mengenai kebiasaan Trump mengonsumsi obat secara mandiri:

  • Trump rutin mengonsumsi aspirin dosis tinggi sebesar 325 mg setiap hari.
  • Dosis tersebut jauh melampaui rekomendasi standar pencegahan medis yang biasanya hanya 81 mg.
  • Penggunaan aspirin dosis tinggi secara terus-menerus meningkatkan risiko perdarahan internal.
  • Kebiasaan ini juga menjadi penyebab seringnya muncul luka memar pada bagian tangan sang presiden.

Trump memiliki alasan tersendiri mengapa ia tetap memilih mengonsumsi aspirin dalam dosis yang besar. Dalam wawancara bersama Wall Street Journal, ia mengaku ingin memastikan darahnya tetap encer agar dapat mengalir lancar melalui jantung.

Ia menyadari bahwa dokter lebih menyarankan dosis kecil, namun ia merasa nyaman dengan dosis yang sudah dikonsumsinya selama bertahun-tahun. Meskipun menimbulkan efek samping berupa memar, ia menganggap hal itu bukan masalah besar dibandingkan risiko pengentalan darah.

Artikel terkait

Rekomendasi