Asing Net Sell Rp 1,43 Triliun, Saham BBCA hingga BMRI Dilepas Massal di 2026

Asing Net Sell Rp 1,43 Triliun, Saham BBCA hingga BMRI Dilepas Massal di 2026
Foto: Asing Net Sell Rp 1,43 Triliun, Saham BBCA hingga BMRI Dilepas Massal di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup dalam pada sesi penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026). Indeks terpuruk sebesar 101 poin atau setara 1,70 persen hingga mendarat ke posisi 5.840.

Koreksi tajam ini dipicu oleh aksi jual masif yang dilakukan oleh investor asing di pasar modal dalam negeri. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai jual bersih (net sell) investor asing menembus angka Rp 1,43 triliun.

Daftar Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing

Aksi jual kali ini menyasar saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (blue chip) yang biasanya menjadi penyokong utama pergerakan indeks. Sektor perbankan menjadi yang paling terdampak oleh tekanan jual tersebut.

Berikut adalah deretan saham dengan nilai jual bersih terbesar oleh investor asing:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Mencatat aksi jual bersih paling tinggi mencapai Rp 464 miliar.
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Menyusul di posisi kedua dengan total net sell sebesar Rp 452 miliar.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Investor asing melepas saham ini dengan nilai mencapai Rp 258 miliar.
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Mencatatkan nilai penjualan bersih sebesar Rp 164 miliar.
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Turut dilepas investor asing dengan nilai jual Rp 147 miliar.

Data di atas menunjukkan bahwa sentimen negatif asing terkonsentrasi pada emiten perbankan besar dan sektor energi terbarukan. Hal ini secara langsung membebani kinerja IHSG sepanjang hari perdagangan.

Saham yang Masih Diminati Investor Asing

Meskipun arus modal keluar mendominasi pasar, beberapa saham masih terpantau mampu menarik minat beli dari investor luar negeri. Sektor pertambangan dan energi menjadi pilihan utama bagi mereka yang tetap melakukan akumulasi.

Daftar emiten yang membukukan pembelian bersih (net buy) terbesar oleh asing:

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Menempati posisi teratas dengan pembelian bersih senilai Rp 100 miliar.
  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): Mencatatkan nilai net buy sebesar Rp 73 miliar.
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Berhasil mengantongi nilai beli bersih hingga Rp 53 miliar.
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Diminati investor asing dengan nilai pembelian Rp 45 miliar.
  • PT Timah Tbk (TINS): Masuk dalam daftar dengan catatan pembelian bersih Rp 43 miliar.

Minat investor pada saham-saham tersebut memberikan sedikit bantalan di tengah pelemahan indeks. Namun, volume pembelian ini belum cukup kuat untuk membalikkan posisi IHSG ke zona hijau.

Pergerakan Fluktuatif IHSG Sepanjang Hari

Sejak pembukaan di level 5.919,565, IHSG terus bergerak di bawah tekanan yang cukup berat. Bahkan, indeks sempat anjlok hingga menyentuh titik terendah harian pada level 5.644,234 akibat aksi jual pada saham berkapitalisasi besar.

IHSG sempat mencoba bangkit dan memangkas sebagian kerugian hingga mencapai level tertinggi harian di 5.924,508. Meski demikian, momentum penguatan tersebut gagal dipertahankan hingga akhirnya ditutup melemah di akhir sesi.

Berikut adalah ringkasan indikator pasar pada penutupan perdagangan:

Indikator Pasar Data Statistik
Jumlah Saham Melemah 623 Emiten
Jumlah Saham Menguat 106 Emiten
Saham Tidak Bergerak (Stagnan) 85 Emiten
Volume Transaksi 38,59 Miliar Saham
Nilai Transaksi Total Rp 24,65 Triliun
Frekuensi Perdagangan 2,27 Juta Kali
Kapitalisasi Pasar BEI Rp 10.284,95 Triliun

Tabel ini menggambarkan kondisi pasar yang didominasi oleh tren penurunan harga saham secara luas. Aktivitas perdagangan tetap berlangsung sangat aktif meski indeks ditutup di zona merah dengan nilai transaksi yang cukup signifikan.

Artikel terkait

Rekomendasi