Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dikabarkan tengah mengkaji rencana besar untuk membeli Kepulauan Chagos dari Mauritius. Langkah strategis ini diambil demi menjamin kendali penuh atas pangkalan militer penting yang terletak di Diego Garcia.
Wacana pembelian ini mencuat setelah adanya niat dari Inggris untuk menyerahkan kedaulatan wilayah tersebut kepada Mauritius. Kepulauan Chagos sendiri merupakan lokasi strategis di Samudra Hindia yang selama ini menjadi pusat operasi militer Barat.
Latar Belakang Sengketa Kedaulatan Chagos
Sebelumnya, pada Mei 2025, Inggris dan Mauritius sebenarnya telah menyepakati sebuah perjanjian prinsip mengenai status kepulauan tersebut. Dalam kesepakatan itu, Inggris mengakui kedaulatan Mauritius atas seluruh wilayah Kepulauan Chagos.
Sebagai kompensasi, Inggris dan Amerika Serikat tetap diberikan hak untuk mengoperasikan pangkalan militer Diego Garcia. Hak penggunaan ini diatur melalui skema sewa jangka panjang yang berlaku selama 99 tahun dan memiliki opsi perpanjangan.
Namun, memasuki tahun 2026, situasi diplomatik ini menjadi semakin pelik dan penuh tekanan politik. Pemerintah Inggris memutuskan untuk menunda pelaksanaan perjanjian tersebut setelah mendapatkan gelombang kritik dari dalam negeri.
Pihak Amerika Serikat juga menyatakan kekhawatiran mendalam mengenai dampak strategis jika kedaulatan wilayah tersebut berpindah tangan. Washington menilai stabilitas operasional di Diego Garcia bisa terganggu oleh perubahan status politik kepulauan itu.
Opsi Pembelian Langsung oleh Washington
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk memastikan pangkalan militer tetap dalam kendali Barat. Salah satu opsi ekstrem yang muncul adalah melakukan kesepakatan pembelian secara langsung dengan Mauritius.
Rencana pembelian ini pertama kali diungkap oleh media The Telegraph pada hari Minggu. Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan respons resmi atas permintaan konfirmasi terkait proposal tersebut.
Beberapa poin utama mengenai rencana strategis Amerika Serikat terkait Kepulauan Chagos:
- Pemerintahan Trump berpotensi mengabaikan keterlibatan pejabat Inggris dalam negosiasi kedaulatan ini.
- Fokus utama adalah mengamankan aset militer di Diego Garcia yang menjadi pangkalan vital bagi AS dan Inggris.
- Langkah ini dianggap sebagai solusi permanen untuk menghindari ketidakpastian hukum di masa depan.
- Pihak Mauritius kemungkinan akan mendapatkan tawaran finansial besar sebagai imbalan pelepasan wilayah.
Melalui skema ini, Washington berharap dapat mengakhiri perdebatan panjang mengenai hak pengelolaan pangkalan militer tersebut. Jika terealisasi, posisi AS di Samudra Hindia akan semakin kuat tanpa harus bergantung pada kesepakatan sewa dengan negara lain.
Berikut adalah ringkasan perkembangan status hukum dan politik Kepulauan Chagos dalam beberapa tahun terakhir:
| Tahun | Peristiwa Penting | Status Diego Garcia |
|---|---|---|
| 2025 | Perjanjian Prinsip Inggris-Mauritius | Sewa 99 tahun untuk pangkalan militer |
| 2026 | Penundaan Implementasi Perjanjian | Ketidakpastian akibat kritik politik |
| Juni 2026 | Muncul Rencana Pembelian oleh AS | Wacana kendali penuh di bawah Washington |
Tabel di atas menunjukkan transisi situasi dari kesepakatan sewa menjadi kemungkinan akuisisi wilayah secara langsung oleh Amerika Serikat. Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut diprediksi akan terus meningkat seiring dengan proses negosiasi yang berjalan.