AS Minta Korea Utara Denuklirisasi, Adik Kim Jong Un: Itu Mimpi Usang!

AS Minta Korea Utara Denuklirisasi, Adik Kim Jong Un: Itu Mimpi Usang!
Foto: AS Minta Korea Utara Denuklirisasi, Adik Kim Jong Un: Itu Mimpi Usang!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Ketegangan diplomatik antara Korea Utara dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Kim Yo-jong melontarkan kritik pedas. Adik perempuan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, ini menanggapi dingin desakan Washington terkait pelucutan senjata nuklir.

Kim Yo-jong secara tegas menyebut tuntutan denuklirisasi dari Amerika Serikat sebagai sebuah "mimpi usang". Baginya, seruan tersebut tidak memiliki dasar kuat dan mustahil untuk diwujudkan dalam kondisi saat ini.

Respons Keras Pyongyang Terhadap Tekanan Global

Dalam pernyataan resminya pada hari Minggu, Kim Yo-jong menegaskan bahwa Korea Utara tidak akan menghentikan program senjatanya. Sebaliknya, Pyongyang berencana untuk terus memperkuat dan memperluas stok persenjataan nuklir mereka.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pertahanan diri dalam menghadapi apa yang mereka sebut sebagai ancaman dari koalisi yang dipimpin Amerika Serikat. Kim menekankan bahwa keamanan negara menjadi prioritas utama di atas negosiasi internasional.

Pernyataan tajam ini muncul tepat sehari sebelum kunjungan kenegaraan Presiden China, Xi Jinping, ke Korea Utara. Kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan kedatangan pertama Xi ke Pyongyang dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.

Kim Yo-jong juga menyatakan bahwa status negaranya sebagai kekuatan nuklir tidak bisa diganggu gugat oleh pihak mana pun. Menurutnya, retorika sepihak dari Amerika Serikat tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat bagi kedaulatan Democratic People's Republic of Korea (DPRK).

Bantahan Terhadap Kesepakatan AS-China

Selain menolak denuklirisasi, Kim Yo-jong juga menepis kabar mengenai adanya kesepakatan antara Donald Trump dan Xi Jinping. Ia menyebut laporan yang menyatakan kedua pemimpin itu sepakat mengenai pelucutan nuklir Korea Utara sebagai informasi palsu.

Korea Utara bersikeras bahwa posisi mereka sebagai negara bersenjata nuklir adalah realitas yang harus diterima dunia. Berikut adalah poin-poin utama dari pernyataan Kim Yo-jong yang dirangkum dalam laporan tersebut:

Poin utama pernyataan resmi Korea Utara:

  • Menolak mentah-mentah seruan denuklirisasi dan menganggapnya sebagai obsesi lama yang tidak relevan.
  • Komitmen untuk memperluas kapasitas persenjataan nuklir secara berkelanjutan.
  • Menegaskan bahwa kritik Amerika Serikat terhadap status nuklir DPRK tidak memiliki landasan hukum internasional.
  • Membantah adanya konsensus antara Beijing dan Washington terkait penghapusan program nuklir mereka.

Penjelasan di atas menunjukkan sikap keras Pyongyang yang enggan berkompromi soal kedaulatan militer mereka. Situasi ini diprediksi akan semakin memperumit upaya perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea dalam waktu dekat.

Di sisi lain, kunjungan Presiden Xi Jinping diharapkan dapat memberikan warna baru dalam peta politik kawasan tersebut. Meski demikian, pernyataan Kim Yo-jong memberikan sinyal kuat bahwa Korea Utara tetap pada pendiriannya semula.

Artikel terkait

Rekomendasi